Lambai, Salad Sehat Khas Ramadan di Aceh
Warga Aceh punya lambai sebagai makanan khas Ramadan. (foto: Instagram @febrisilaen)
BANYAK yang khas di Aceh saat bulan Ramadan. Dimulai dengan tradisi meugang, warga Aceh kemudian menjalankan puasa Ramadan sebulan penuh. Di masa Ramadan, 'Serambi Mekah' juga punya sajian khas nan unik. Ada bubur kanji rumbi yang ternama dan lambai.
Bubur kanji rumbi bisa kamu jumpai di wilayah Kabupaten Pidie, Aceh. Di sana, saat Ramadan, bubur kanji rumbi disediakan gratis di sejumlah masjid sebagai pembuka puasa. Selain bubur khas itu, Aceh juga punya lambai. Pernah dengar?
BACA JUGA: Favorit, Es Tebak Segar untuk Berbuka Puasa
Lambai atau dikenal juga dengan sambai empat puluh empat merupakan sajian sejenis urap. "Biasanya lambai dimakan bersama bubur kanji rumbi," kata Ketua Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) Santhi Serad saat dihubungi Merahputih.com.
Seperti urap di Jawa, lambai ini terbuat dari sayur-mayur dan bumbu. Yang unik, lambai memakai 44 jenis dedaunan sebagai bahan pembuatnya. Setiap daun punya khasiat tersendiri. Kata Santhi, dulunya daun-daun yang dibuat lambai bisa dengan mudah didapat di pekarangan rumah atau hutan sekitar. Namun, sekarang sudah semakin sulit menemukan ke-44 jenis dedaunan tersebut. "Kalau zaman dulu sih ada sekitar 40 jenis hijau-hijaun. Yang biasanya ada ialah daun peugaga (daun pegagan) lalu ada tapak liman. Selain itu, daun jeruk purut juga harus ada," katanya.
Semua daun hijau untuk membuat lambai diiris halus sekali. Setelah itu, daun-daunan dicampur bumbu-bumbu. "Bumbunya terdiri dari cabai rawit, bawang merah, asam sunti, udang rebus, sereh, jeruk nipis, dan cabai merah," jelas Santhi.
Semua bahan dan bumbu kemudian diaduk seperti membuat urap. Hasilnya, sayuran segar dengan citarasa asam segar, gurih, dan sedikit pedas. "Rasa asam segar ini karena ada tambahan asam sunti dan jeruk purut di dalamnya," kata chef yang juga penulis buku kuliner ini.
Di saat Ramadan, lambai dijual di kedai untuk makanan buka. Namun, kata Santhi, biasanya di pasar tradisional juga dijual sayuran atau dedaunan hijau yang sudah diiris tipis-tipis untuk bahan lambai. "Kita bisa beli dan campur dengan bumbu yang kita siapkan di rumah," imbuhnya.
Bagi warga Aceh, lambai enggak sekadar makanan buka puasa. Khasiat dedaunan hijau di dalamnya diyakini baik untuk kesehatan. Bahkan dipercaya, daun-daun hijau itu akan bersaksi di hadapan Tuhan pada hari akhirat kelak.(dwi)
BACA JUGA: Pangan di Masa Sulit ala Indonesia
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Merayakan Malam Tahun Baru ala Argentina, Menikmati Torta Galesa hingga Asado
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air