KY Membunuh Lantaran Panik Aksinya Terpergok Dera
Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi (tengah) saat konferensi pers di Polres Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (28/1). (MP/Win)
MerahPutih.com - Dera Dewanita Rahayu (37), yang jasadnya ditemukan tanpa busana, di dekat wisata Waduk Cengklik, Boyolali, Senin (21/1) lalu tewas dibunuh KY (21), yang tak lain tetangganya sendiri. Motif pelaku melakukan pembunuhan karena ingin menguasai harta milik korban.
Setelah berhasil menangkap KY di tempat persembunyiannya di Riau, polisi dari Polres Boyolali melakukan gelar perkara. Berdasarkan gelar perkara diketahui, KY membunuh karyawan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Colomadu, Karanganyar itu karena panik setelah aksinya terpergok korban.
Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menjelaskan, KY memasuki rumah korban dengan cara naik genteng kemudian masuk melalui plafon rumah. Setelah itu, pelaku berhasil mengamankan benda berharga, korban yang sedang tidur mendengar suara mencurigakan dan bangun.
”Saat tengah mengumpulkan barang-barang, Dera mendengar ada suara, dan keluar dari kamar. Saat itu Dera berteriak. Karena panik, pelaku menyumpal mulut korban dengan kain,” terang Aries saat gelar perkara di Polres Boyolali, Minggu (28/1).
Aries menambahkan, saat itu Dera pura-pura pingsan, kemudian KY kembali melanjutkan mengumpulkan barang berharga milik korban.
"Saat akan keluar, ternyata korban kembali berteriak dan mulut korban kembali disumpal dengan kain hingga tak bisa bernafas. Akibatnya, Dera tewas karena kehabisan oksigen,” imbuhnya.
Sebelumnya, Dera ditemukan tewas tanpa busana di kawasan wisata Waduk Cengklik, Senin (21/1) awal pekan ini. Tangannya terikat dan mulut tersumpal kain. Berdasarkan hasil otopsi, Dera yang merupakan alumnus SMA 9 Semarang ini tewas karena kehabisan oksigen.
Terkait luka bekas sundutan rokok di bagian tubuh Dera, Aries menjelaskan luka tersebut sudah ada sejak kecil.
”Luka di paha dan dekat payudara bukan sudutan rokok. Tetapi itu luka ada di Dera sudah sejak kecil. Kalau lebam di kepala itu memang pelaku memukul korban,” ucap Aries.
KY membawa kabur mobil korban yaitu Honda Jazz warna silver dengan nomor polisi AB 1921 VS dan ponsel milik korban. KY melarikan diri ke Riau. Di sana, KY bersembunyi di rumah seorang kerabatnya.
"Di sana KY tinggal bersama pamannya. Orang tuanya juga tinggal di Riau," jelas Aries.
Kemudian KY diringkus petugas di Indragiri Hulu, Riau. Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan hingga membuat korban meninggal dengan ancaman hukuman seumur hidup. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Win, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya terkait pembunuhan wanita cantik telanjang di: Usai Menghabisi Dera, Pelaku Sembunyi di Rumah Pamannya
Bagikan
Berita Terkait
Kasus Alvaro tak Kunjung Usai, PSI Minta Pramono Tepati Janji soal CCTV RT
Ibu Alvaro Dipulangkan untuk Cocokkan DNA dengan Kerangka Diduga Milik Sang Anak
Makam Alvaro di Bintaro Berukuran 120 Sentimeter, Keluarga Tinggal Tunggu Hasil Tes DNA
Polisi Cari Rahang Alvaro di Dekat Jembatan Cilalay, Anjing Pelacak Sampai Dikerahkan
Tragedi Kematian Alvaro Jadi Sorotan Tajam, Polisi Diminta Lebih Gesit Lagi Tangani Kasus Penculikan Anak
Alasan Ayah Tiri Buang Jasad Alvaro ke Bogor, Lokasi Sepi dan Sulit Ditemukan
Polisi Diminta Lebih Gesit dan Berkolaborasi dengan KPAI Usut Kasus Kematian Alvaro Kiano
Kawal Kasus Kematian Alvaro, Puan: Situasi Darurat, Harus Ditanggapi Serius
Ayah Tiri Simpan Jasad Alvaro di Garasi Mobil selama 3 Hari, Sebelum Dibuang ke Bogor
Alex Iskandar Tega Simpan Mayat Alvaro di Garasi Mobil Selama 3 Hari, Dibuang ke Tenjo Pakai Mobil Silver