MerahPutih.com - Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjanjikan restrukturisasi yang lebih terarah dan terukur agar BUMN Karya dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.
Kedua lembaga ini mempercepat langkah restrukturisasi BUMN Karya melalui penguatan tata kelola, perbaikan laporan keuangan, dan peningkatan kepatuhan regulasi.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan langkah tersebut diarahkan untuk membangun sektor konstruksi nasional yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.
“Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan transparansi,” kata Dony dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4).
Baca juga:
Holding BUMN Pertambangan Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 159 Triliun
Ia menyampaikan hal itu saat menggelar rapat bersama jajaran direksi seluruh BUMN Karya untuk membahas langkah strategis percepatan transformasi dan penyehatan kinerja perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, BP BUMN dan Danantara menekankan pentingnya perbaikan laporan keuangan yang lebih realistis dan kredibel sebagai bagian dari fondasi tata kelola perusahaan yang baik.
Selain itu, penguatan prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi perhatian dalam proses restrukturisasi yang sedang dijalankan.
Penguatan tata kelola dan perbaikan kinerja keuangan BUMN Karya perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan fondasi perusahaan menjadi lebih sehat.
Ia menilai langkah tersebut juga penting untuk meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap BUMN Karya.
“Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang kuat,” ujarnya.