MerahPutih.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin siap meladeni tantangan kubu koalisi Indonesia adil makmur (KIAM) pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengusulkan debat capres/cawapres digelar di kampus.
"Enggak ada masalah tempat, tempat terbuka ayo. Kita enggak pernah gentar, ayo lakukan, malah saya suka," kata Budiman Sudjatmiko, influencer TKN Jokowi-Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Jakarta, Senin (22/10).
Politisi PDIP itu bahkan menawarkan jika perlu ada semacam partai tambahan dalam debat Capres/Cawapres. "Bukan cuma debat capres/ cawapres, timsesnya pun keliling Indonesia ayo, bersama sama," imbuh dia.
Terkait usulan debat tersebut, Budiman meyakini pasangan calon yang diusungnya akan lebih menguasai lapangan karena pengalaman mereka di organisasi sipil, bukan sebatas militer seperti Prabowo.
"Pak Prabowo itu enggak tahu lapangan dalam public policy, sebagai komendan militer iya, tentu saja. Misalnya ada debat antara memilih komandan militer atau Panglima TNI mungkin pak Prabowo tahu. Tapi kalau memilih pemimpin Republik Indonesia, pelayanan publik, sosial public policy? Pak Jokowi ini pernah jadi wali kota, gubernur, pernah dan sedang jadi presiden, pak Prabowo komandan militer," beber dia.
Intinya, lanjut dia, Jokowi paham betul masalah persoalan kebijakan publik mulai dari a sampai z. "Enggak takut, debat capres/ cawapres enggak takut," tandas Budiman.
Sebelumnya, Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan debat capres/cawapres digelar di kampus terpilih. Alasannya, selain lebih kondusif pihak intelektual kampus juga dapat mendebat Paslon dengan mekanisme panelis. Di samping itu, debat di kampus akan lebih hemat anggaran ketimbang digelar di hotel bintang lima. (fdi)