MerahPutih.com - Kantor Staf Presiden (KSP) membeberkan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang disusun Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang menjadi dasar kesediaan Indonesia bergabung.
“Dalam menilai sesuatu, menganalisa dan memberikan judgement, kita harus benar-benar objektif. Hati-hati melihat dari semua sisi dan membaca secara detail apa yang sedang ingin kita analisa,” kata Tenaga Ahli Utama KSP, Ulta Levenia, dalam keterangan kepada media, Sabtu (7/3).
Baca juga:
Bertemu Prabowo dan SBY di Istana, Jokowi Ngaku Dialog Perdamaian Timur Tengah lewat BoP
Poin-Poin Kunci BoP
Ulta juga menepis tudingan BoP tidak mengabaikan kepentingan Palestina. Dalam poin nomor 9, Gaza direncanakan berada di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin Komite Palestina.
Tenaga Ahli KSP itu menambahkan poin nomor 16 menekankan bahwa Gaza tidak akan dikuasai Israel, bahkan Israel ditekan untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Lalu, Ultra juga menekankan dalam poin 19 dan 20 yang dibuat BoP, Palestina nantinya didorong untuk menentukan nasib sendiri serta membangun negara secara mandiri.
"Lucu kalau dibilang enggak ada poin yang menyebutkan atau mengadvokasi kemerdekaan Palestina di BoP. Bahasanya mungkin berbeda, tapi ini adalah pathway. Nomor 19 dan 20, dibilang bahwa ketika program ini sudah berjalan, akan diberikan pathway kepada Palestinian Authority (PA) untuk self determination and statehood. Jadi diberikan jalan untuk menentukan nasib mereka sendiri dan membangun negara mereka sendiri. PA akan menjadi representasi aspirasi masyarakat Gaza," paparnya.
Baca juga:
Imbas Konflik Iran-AS-Israel, Pemerintah RI Putuskan 'On-Hold’ Bahas Dewan Perdamaian
Perlindungan Warga Gaza dan Dialog Damai
Kembali ke poin 6, Ulta menjabarkan disebutkan anggota Hamas yang dibebaskan tidak akan dijatuhi hukuman jika memilih hidup berdampingan secara damai.
Sedangkan, poin 12 menegaskan perlindungan warga Gaza: tidak seorang pun akan dipaksa meninggalkan wilayahnya, dan pengungsi berhak kembali. Poin 20 juga menekankan peran Amerika Serikat dalam mendorong dialog antara Israel dan Palestina.
“Intinya poin 20 menyatakan kalau Amerika Serikat ini akan membangun dialog antara Israel dan Palestina agar ada political environment. Itu inti two state solution,” tandas Ulta. (Asp)