Telusur Elok Aceh

Membedah Filosofi 'Krong Bade' Rumah Adat Aceh

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 25 Juli 2018
Membedah Filosofi 'Krong Bade' Rumah Adat Aceh

Rumah Adat Aceh, Krong Bade. (Foto/statusaceh.net)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LAZIMNYA seperti daerah lain, Aceh juga memiliki rumah adat. Masyarakat setempat menyebutnya Krong Bade atau dikenal dengan nama Rumoh Aceh.

Jika dilihat dari luar bangunan, Rumah adat satu ini salah satu jenis rumah panggung. Biasanya Krong Bade memiliki struktur tinggi tiang 2,5 sd 3 meter dari permukaan tanah.

Layaknya rumah panggung pada umumnya, Krong Bade memiliki satu ruangan di bawah. Biasanya, ruangan bawah dari rumah ini digunakan untuk tempat penyimpanan bahan pangan. Selain itu, ada juga peruntukan sebagai tempat para wanita melakukan aktivitas, misalnya menenun kain khas Aceh.

Serupa tapi tak sama, rumah adat ini terlihat terbuat dari bahan kayu, kecuali atapnya berbahan daun rumbia atau daun enau dianyam. Untuk lantainya, Rumoh Aceh menggunakan bahan dari bambu.

Krong Bade juga memiliki tangga di depan rumahnya. Uniknya, anak tangga di seluruh rumah ini berjumlah ganjil. Hal ini menandakan sebagai sifat orang aceh nan religius.

Rumah Adat Aceh, Krong Bade. (Foto/dekoruma.com)
Rumah Adat Aceh, Krong Bade. (Foto/dekoruma.com)

Setelah kita menanjak menggunakan tangga, kita akan disuguhkan dengan ukiran-ukiran unik di rumah ini. Dari ukiran tersebut kita juga bisa menentukan tingkat ekonomi pemilik rumah.

Fungsi Tiap Ruang

Krong Bade selain berfungsi sebagai identitas budaya juga memiliki fungsi praktis sebagai rumah tinggal masyarakat Aceh. Rumah adat ini terdiri dari tiga ruangan yang memiliki makna dan fungsi masing-masing.

Ruang Depan atau biasa disebut seuramoë keuë. Ruangan ini berfungsi sebagai ruang santai dan tempat beristirahat bagi seluruh anggota keluarga. Ruangan ini juga digunakan sebagai tempat menerima tamu atau ruang tamu.

Rumah Adat Aceh, Krong Bade. (Foto/steemit.com)
Rumah Adat Aceh, Krong Bade. (Foto/steemit.com)

Ruang Tengah atau biasa disebut seuramoë teungoh. Ruangan ini adalah ruang inti dari sebuah rumah adat Aceh (ruang inong) dan di tandai dengan lantai yang lebih tinggi dari ruang depan. Hal ini karena ruangan ini bersifat privat.

Ruang Belakang atau biasa disebut sebagai seurameo likot. Ruangan ini adalah ruangan yang berfungsi sebagai tempat makan, dapur, dan tempat bercengkrama bagi sesama anggota keluarga.Lantai ruangan ini biasanya lebih rendah dibanding lantai rangan tengah.

Ciri Khas Krong Bade

Setiap rumah adat biasanya memiliki cirikhas masing-masing setiap daerahnya, begitu juga dengan Krong Bade yang memiliki ciri khas dan filosofi pembuatannya. Berikut filosofi dan ciri khas Krong Bade;

  • Memiliki gentong air di bagian depan untuk tempat membersihkan kaki mereka yang akan masuk rumah. Ciri ini memiliki filosofi bahwa setiap tamu yang datang harus memiliki niat baik.
  • Strukturnya rumah panggung memiliki fungsi sebagai perlindungan anggota keluarga dari serangan binatang buas.
  • Memiliki tangga yang anak tangganya berjumlah ganjil, merupakan simbol tentang sifat religius dari masyarakat suku Aceh.
  • Terbuat dari bahan-bahan alam; merupakan simbol bahwa masyarakat suku Aceh memiliki kedekatan dengan alam.
  • Memiliki banyak ukiran dan lukisan di dinding rumah; menandakan masyarakat Aceh adalah masyarakat yang sangat mencintai keindahan.
  • Berbentuk persegi panjang dan membujur dari arah barat ke timur; menandakan masyarakat Aceh adalah masyarakat yang religius.
#Telusur Elok Aceh #Budaya #Tradisi #Aceh
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa
Sebanyak lima kecamatan terendam banjir susulan tersebut, yakni Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat kembali lumpuh.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa
Indonesia
Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan
Data kerusakan ini, dapat diakses melalui laman https://spectra.brin.go.id
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan
Indonesia
Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah, Aceh Taming Perlu Tambahan Alat Berat
Saat ini, hanya 15 persen sekolah terdampak yang benar-benar sudah bersih dari lumpur, baik ruangannya maupun halamannya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah, Aceh Taming Perlu Tambahan Alat Berat
Indonesia
Rehabilitasi Bencana di Aceh, Polri Baru Selesaikan Sumur Bor Air Bersih Setengah dari Target
Penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam fase pemulihan setelah bencana.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Rehabilitasi Bencana di Aceh, Polri Baru Selesaikan Sumur Bor Air Bersih Setengah dari Target
Indonesia
Masih Pemulihan Bencana, UMP 2026 Aceh Pakai Skema Kenaikan Terendah Jadi Rp 3,9 Juta
Perwakilan pemerintah Aceh sepakat memakai nilai kenaikan UMP terendah dengan pertimbangan saat ini sedang dalam kondisi bencana yang berdampak luas di 18 kabupaten/kota
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Masih Pemulihan Bencana, UMP 2026 Aceh Pakai Skema Kenaikan Terendah Jadi Rp 3,9 Juta
Indonesia
Praja IPDN Gencarkan Bersih-Bersih di Kantor Pemerintah Aceh, Pelayanan Publik Segera Berjalan
Sebanyak 1.138 praja IPDN dikirim ke Aceh Tamiang untuk membersihkan kantor-kantor pemerintahan yang terdampak banjir.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Praja IPDN Gencarkan Bersih-Bersih di Kantor Pemerintah Aceh, Pelayanan Publik Segera Berjalan
Indonesia
SMAN 4 Aceh Tamiang Kini Bersih dan Mulai Semester Baru Usai Terendam Banjir Setinggi Tiga Lantai
Siswa SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, terlihat telah kembali masuk sekolah dan memulai semester genap.
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
SMAN 4 Aceh Tamiang Kini Bersih dan Mulai Semester Baru Usai Terendam Banjir Setinggi Tiga Lantai
Indonesia
Kemendag Salurkan 100 Tenda Darurat untuk Pedagang Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana pegawai Kemendag, pelaku usaha, dan masyarakat umum melalui program Kemendag Peduli.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Januari 2026
Kemendag Salurkan 100 Tenda Darurat untuk Pedagang Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Indonesia
Personel Polres Aceh Tengah Terobos Medan Ekstrem demi Salurkan Logistik ke Kampung Serule yang Terisolasi Berhari-Hari akibat Bencana
Meski jarak Desa Serule dari Kota Takengon hanya sekitar 46 kilometer, perjalanan kali ini harus ditempuh hingga 11 jam.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Personel Polres Aceh Tengah Terobos Medan Ekstrem demi Salurkan Logistik ke Kampung Serule yang Terisolasi Berhari-Hari akibat Bencana
Indonesia
Azan Kembali Menggema di Aceh, Masjid Pulih Pascabanjir Berkat Gotong Royong bersama Relawan PLN
Setelah banjir bandang dan longsor, masjid-masjid di Aceh kembali pulih. PLN menerjunkan 140 relawan, azan kembali menggema dan salat Jumat kembali digelar.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Azan Kembali Menggema di Aceh, Masjid Pulih Pascabanjir Berkat Gotong Royong bersama Relawan PLN
Bagikan