KPK Soroti Risiko Korupsi Program MBG, Anggaran 2026 Capai Rp 268 Triliun

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 20 Mei 2026
KPK Soroti Risiko Korupsi Program MBG, Anggaran 2026 Capai Rp 268 Triliun

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (MerahPutih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aminudin menegaskan, lembaganya memberikan perhatian khusus terhadap program Badan Gizi Nasional (BGN) melalui kajian tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Aminudin, program tersebut merupakan prioritas utama pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Aminudin menyebut MBG sebagai “mahkota Presiden” karena menjadi salah satu janji politik utama Prabowo saat kampanye.

Karena itu, KPK mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, tetapi tetap menjalankan tugas untuk memastikan pelaksanaannya akuntabel dan bebas dari korupsi.

“Program prioritas Presiden pasti kami dukung 100 persen. Namun, KPK juga berkewajiban memastikan program itu berjalan tepat sasaran, transparan, dan tidak terjadi korupsi,” kata Aminudin dalam acara media gatheting di Anyer, Serang, Banten, Rabu (20/5).

Baca juga:

BGN Buka Suara soal Ratusan Dapur MBG di Jakarta Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan

KPK Soroti Anggaran MBG yang Dinilai Sangat Besar

Ia menjelaskan, hasil kajian KPK menunjukkan sejumlah catatan penting. Salah satunya terkait dampak ekonomi yang diperkirakan belum sepenuhnya berputar di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten seperti yang diharapkan.

Selain itu, kompleksitas pelaksanaan program dinilai sangat tinggi karena melibatkan banyak instansi, mulai dari BGN, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, hingga pemerintah daerah.

Aminudin juga menyoroti kesiapan kelembagaan BGN yang dinilai belum sepenuhnya matang, sementara anggaran yang dikelola sangat besar.

Pada 2025, anggaran program mencapai sekitar Rp 85 triliun, dengan realisasi sekitar Rp 61 triliun. Pada 2026, anggaran meningkat menjadi Rp 268 triliun.

Baca juga:

Polemik Penggunaan Anggaran BGN, Pengamat Sarankan Presiden Prabowo Ambil Tindakan Tegas

“Lembaga baru dengan regulasi dan organisasi yang belum settle mengelola anggaran jumbo. Ini tentu membutuhkan pengawasan ekstra,” ujarnya.

Menurut Aminudin, besarnya anggaran secara inheren meningkatkan risiko penyimpangan, termasuk fraud dan tindak pidana korupsi.

Jadi, KPK memandang perlu melakukan pendampingan dan pemantauan intensif agar pelaksanaan MBG tetap sesuai tujuan, yakni meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. (pon)

#Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional #Dugaan Korupsi #Prabowo Subianto #KPK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
1.600 Polisi Kawal Demo Pro MBG di Gambir, Hati-Hati Macet Aksi Mulai 09.00 WIB 
Sebanyak 1.686 personel gabungan disiagakan untuk mengawal aksi dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gambir, Jakarta Pusat. Aksi dimulai pukul 09.00 WIB.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
1.600 Polisi Kawal Demo Pro MBG di Gambir, Hati-Hati Macet Aksi Mulai 09.00 WIB 
Indonesia
Saat Dipimpin Dadan, BGN Abai Atas Kajian dan Rekomendasi KPK
KPK telah melakukan kajian terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Dari hasil monitoring, lembaga antirasuah itu menemukan sejumlah persoalan dalam tata kelola program
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Saat Dipimpin Dadan, BGN Abai Atas Kajian dan Rekomendasi KPK
Berita Foto
Momen Akrab Pertemuan Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi di Istana Merdeka Jakarta
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pertemuan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 07 Juli 2026
Momen Akrab Pertemuan Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi di Istana Merdeka Jakarta
Indonesia
KPK Sita Land Cruiser LC 300 di Kasus OTT Bupati Kuansing
KPK juga melakukan penggeledahan di Kuansing dan Pekanbaru, pada Sabtu (4/7) hingga Senin (6/7).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
KPK Sita Land Cruiser LC 300 di Kasus OTT Bupati Kuansing
Indonesia
Batal Cuma Diwakili Dubes Teheran, Prabowo Tunjuk Ketua MPR dan Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei
Presiden Prabowo Subianto menugaskan Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menlu Sugiono menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Mashhad, 9 Juli 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
Batal Cuma Diwakili Dubes Teheran, Prabowo Tunjuk Ketua MPR dan Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei
Indonesia
Prabowo Tetapkan LGBT Kini Setara dengan Bahaya Terorisme, Separatis, dan Judol
Presiden Prabowo Subianto menetapkan budaya LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter dalam Perpres No.111/2025. Kebijakan ini menempatkan isu LGBTQ sejajar dengan terorisme, separatisme, dan judi daring.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Tetapkan LGBT Kini Setara dengan Bahaya Terorisme, Separatis, dan Judol
Indonesia
Ramai Dibincangkan Skenario Perlindungan Hukum Bagi Nadiem, Dasco Bilang Begini
Pantauan di akun Instagram Dasco menunjukkan unggahan bergambar rangkaian bunga bertuliskan "Happy Birthday" disertai keterangan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Ramai Dibincangkan Skenario Perlindungan Hukum Bagi Nadiem, Dasco Bilang Begini
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo Subianto Terima Kunjungan PM Singapura Lawrence Wong
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 06 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo Subianto Terima Kunjungan PM Singapura Lawrence Wong
Indonesia
KPK Verifikasi Laporan Raja Juli soal Dugaan Amplop dari Suhardiman, Bisa Berujung Perkara Pidana
KPK memverifikasi laporan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait dugaan pemberian amplop oleh Suhardiman Amby. Hasil analisis akan menentukan jalur penanganan kasus.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
KPK Verifikasi Laporan Raja Juli soal Dugaan Amplop dari Suhardiman, Bisa Berujung Perkara Pidana
Indonesia
KPK Dalami Temuan 55 Keping Logam Diduga Platinum dari OTT Bupati Langkat, Nilainya Ditaksir Lebih Rp 40 Miliar
KPK menyelidiki 55 keping logam diduga platinum yang ditemukan saat OTT Bupati Langkat Syah Afandin. Jika asli, nilainya ditaksir lebih dari Rp 40 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
KPK Dalami Temuan 55 Keping Logam Diduga Platinum dari OTT Bupati Langkat, Nilainya Ditaksir Lebih Rp 40 Miliar
Bagikan