KPK Optimistis Kasus Garuda Rampung Awal Agustus
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2005.
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan optimistis kasus yang menjerat mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo ini dapat dilimpahkan ke tahap penuntutan pada awal Agustus mendatang.
"Kita akan beberapa kali gelar perkara. Itu akan kita usahakan kalau paling tidak awal Agustus penyidikannya sudah selesai," kata Basaria di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selatan, Kamis (11/7) malam.
Baca Juga: KPK Periksa Para Mantan, Mulai dari Eks Dirut Garuda Sampai Menteri BUMN
Sebelumnya, Ketua KPK, Agus Rahardjo menargetkan kasus ini dapat dilimpahkan ke persidangan paling lambat Juli. Molornya target penuntasan kasus suap Garuda salah satunya lantaran tim penyidik menemukan dugaan adanya aliran dana lintas negara. Transaksi itu melalui puluhan rekening yang ada di luar negeri.
Basaria menjelaskan, sejauh ini, puluhan rekening itu terdeteksi di Singapura dan terkait dengan kedua tersangka. "Sementara masih miliknya sendiri dan sementara masih di Singapura," ujar Basaria.
Namun, Basaria masih enggan mengungkap nilai transaksi lintas negara dengan menggunakan puluhan rekening tersebut. Hal ini lantaran transaksi tersebut masih didalami tim penyidik.
"Masih proses. Saya belum bisa jawab," pungkasnya.
Untuk mendalami transaski lintas negara ini, tim penyidik telah memeriksa Soetikno dan Emirsyah dalam kapasitas mereka sebagai tersangka. Tak hanya itu, tim penyidik juga memeriksa Sallyawati Rahardja, mantan Financial Controller PT Jimbaran Villas sekaligus mantan Manager Administrasi & Finance Connaught International Pte. Ltd pada Kamis (11/7).
Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Sallyawati yang merupakan tangan kanan Soetikno mengenai aliran dana yang diduga diterima Emirsyah. "Tim KPK mengonfirmasi pengetahuan saksi terkait dengan aliran uang yang diduga diterima oleh ESA (Emirsyah Satar) sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi. (Pon)
Baca Juga: Usut Korupsi Garuda, KPK Kembali Panggil Mertua Dian Sastro
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Sosok Wali Kota Madiun Maidi, Bekas Guru dan Kepala Sekolah yang Ditangkap KPK karena Kasus Dugaan Korupsi Proyek
KPK OTT 2 Kelapa Daerah, DPR: Penyakit Lama
Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih Setelah Terjaring OTT KPK
Terjaring OTT, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung KPK
Ini 9 Orang Yang Dibawa ke Jakarta dari OTT Walkot Madiun, Sisanya Diperiksa di Polres
[HOAKS atau FAKTA]: Garuda Indonesia Rekrut 'Pramugari Gadungan' yang Pakai Seragam Maskapai Batik Air
Tersenyum saat Tiba di KPK setelah Terjaring OTT, Maidi: Doakan Saya Sehat
Momen Wali Kota Madiun Maidi Tiba di Gedung Merah Putih usai Terjaring OTT KPK
KPK Gelar OTT di Pati: Bupati Sudewo Diamankan, Masih Jalani Pemeriksaan
Kasus Fee Proyek dan Dana CSR, Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK