Kota Serang Malam Ini Dibombardir Dua Pertunjukan Wayang Di Tempat Berbeda

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 01 Desember 2017
Kota Serang Malam Ini Dibombardir Dua Pertunjukan Wayang Di Tempat Berbeda

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

IBUKOTA propinsi di ujung barat pulau jawa, dipastikan akan terjadi perang wayang, dimana dua dalang ksatria wayang yang sama-sama punya nama besar hadir untuk menunjukan kekuatannya masing-masing.

Di sisi timur, tepatnya di alun-alun Kota Serang, akan tampil Ki Dalang Wawan Ajen, sementara di sebelah barat, tepatnya di Taman Budaya Banten yang merupakan kawasan eks gubernemen Banten pada era kolonial akan tampil Ki Dalang Tavip.

Yang mengundang keduanya untuk tampil juga berbeda, penampilan Wayang Ajen diundang oleh pihak Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Banten. Sementara Wayang Tavip diundang oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Dewan Kesenian Banten.

Tentu saja dua pertunjukan yang berakar dari tradisi nenek moyang orang nusantara tersebut akan 'berebut' pemirsa, baik masyarakat luar, maupun masyarakat Banten sendiri.

Lalu yang mana yang paling menarik?

Dari pembicaraan merahputih.com dengan kedua Dalang pada Sabtu (25/11/2017) pagi, keduanya memang sama-sama menarik namun punya keunikan berbeda.

Ki Dalang Tavip yang ditemui di Kawasan Taman Budaya Banten, mengatakan berbagai hal yang membedakan Wayang Tavip dari wayang konvensional, salah satunya adalah tentang tampilan visual dimana kita menonton wayang, tetapi rasanya seperti menonton film.

"Ada yang tidak percaya bahwa gambar yang tampil adalah gerak saya (Dalang) pada saat itu juga, sampai menengok langsung kebalik layar, " katanya.

Sementara itu Ki Dalang Wawan Ajen yang ditemui beberapa jam sesudahnya di alun-alun Kota Serang mengatakan, Wayang Ajen adalah rekonstruksi dari 12 tatanan yang ada dalam tradisi wayang golek.

"Ajen itu artinya nilai, bagaimana agar setting panggung, wayang golek, juga penontonnya semua dihargai," katanya. (*)

Artikel ini ditulis berdasarkan liputan Sucitra De, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Banten dan sekitarnya.

#Wayang
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Tradisi
Peringatan Hari Wayang, Fadli Zon: Ekosistem Kebudayaan Harus Jalan
Penguatan ekosistem kebudayaan itu sangat diperlukan agar pelestarian tidak berhenti pada seremonial saja, termasuk adanya inovasi kebudayaan.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Peringatan Hari Wayang, Fadli Zon: Ekosistem Kebudayaan Harus Jalan
Indonesia
Pelawak Kirun Menangis kala Melayat ke Rumah Duka Ki Anom Suroto
Kirun dan Anom Suroto merupakan dua seniman senior yang telah bersahabat sejak lama.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Oktober 2025
Pelawak Kirun Menangis kala Melayat ke Rumah Duka Ki Anom Suroto
Indonesia
Legenda Wayang Tanah Air Anom Suroto Meninggal, Kiprah Mendalang hingga Keliling Dunia
Jenazah Ki Anom Suroto akan disemayamkan di Ndalem Timsan, Makamhaji, Sukoharjo.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Oktober 2025
Legenda Wayang Tanah Air Anom Suroto Meninggal, Kiprah Mendalang hingga Keliling Dunia
Tradisi
Mengenal Wayang Garing, Kesenian asal Banten yang Terancam Punah
Wayang Garing merupakan kesenian asal Banten yang jarang diketahui. Sayangnya, kesenian ini terancam punah karena tak ada regenerasi.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juli 2024
Mengenal Wayang Garing, Kesenian asal Banten yang Terancam Punah
Travel
Menikmati Sanggar Wayang Golek Gending Pusaka Putra Kota Bandung
Grup Padalangan dengan nama Gending Pusaka Putra yang didalangi Ki Asep Aceng Amung.
Dwi Astarini - Senin, 27 November 2023
Menikmati Sanggar Wayang Golek Gending Pusaka Putra Kota Bandung
Indonesia
Peringatan 70 Tahun Srimulat: Dari Pameran Wayang Golek hingga Launching Buku
Grup lawak legendaris asal Kota Solo yang populer tahun 70-an hingga 90-an, Srimulat merayakan ulang tahun.
Mula Akmal - Rabu, 02 Agustus 2023
Peringatan 70 Tahun Srimulat: Dari Pameran Wayang Golek hingga Launching Buku
Indonesia
Temui Komunitas Dalang di Sukoharjo, Anies Ngaku Hanya Silaturahmi dan Tukar Pikiran
"Pertemuan ini bertujuan hanya silaturahmi saja. Saya jadi pembina KPSBN sejak 2015," kata Anies.
Andika Pratama - Rabu, 01 Februari 2023
Temui Komunitas Dalang di Sukoharjo, Anies Ngaku Hanya Silaturahmi dan Tukar Pikiran
Bagikan