Korsel Janji Tidak akan Pulangkan Pembelot ke Korut

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 06 November 2024
Korsel Janji Tidak akan Pulangkan Pembelot ke Korut

Bendera Korea Selatan. (Foto: Unsplash/Daniel Bernard)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Korea Selatan telah berjanji tidak akan memulangkan orang-orang ke Korea Utara tanpa keinginan mereka seperti yang dilakukan pada tahun 2019 terhadap dua nelayan Korea Utara. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Korea (NHRCK), Rabu (6/11).

Kantor Keamanan Nasional (NSO), Badan Intelijen Nasional (NIS), dan Kementerian Unifikasi baru-baru ini memberi tahu NHRCK bahwa mereka akan menerima permintaannya pada tahun 2023 untuk menetapkan langkah-langkah khusus guna lebih melindungi warga Korea Utara yang mencari kebebasan di Korea Selatan, demikian diberitakan The Korea Times.

Tanggapan mereka muncul lebih dari setahun setelah komisi tersebut merilis keputusan yang mengecam badan keamanan teratas di bawah pemerintahan Moon Jae-in sebelumnya karena memulangkan dua nelayan ke Korea Utara, meskipun mereka meminta untuk tetap tinggal di Korea Selatan.

Pada tahun 2019, dua nelayan Korea Utara yang terdampar di perairan Korea Selatan dipulangkan secara paksa ke Korea Utara oleh pemerintah Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan mengklaim bahwa para nelayan tersebut telah membunuh 16 awak kapal mereka dan melarikan diri dari keadilan.

Baca juga:

PBB Peringatkan Korea Utara untuk Akhiri Isolasi Diri

Namun, ada kekhawatiran tentang tergesa-gesanya keputusan tersebut dan apakah para nelayan tersebut benar-benar diberi kesempatan untuk mencari suaka.

"Setelah insiden tersebut, Kementerian Unifikasi merevisi peraturan terkait dan telah mengambil bagian dalam investigasi sejak saat itu untuk memastikan apakah warga Korea Utara yang dimaksud ingin membelot ke Korea Selatan," kata NHRCK.

Sejak Januari, NIS juga telah memberlakukan pedoman revisinya yang mengharuskan petugas perlindungan hak asasi manusia untuk memeriksa potensi pelanggaran hak dalam kasus seperti itu.

Sementara itu, NSO mengatakan kepada komisi hak asasi manusia bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah pelanggaran hak asasi manusia seperti itu di masa mendatang.

Baca juga:

Korea Selatan Pertimbangkan Kirim Senjata ke Ukraina

"Korea Selatan merupakan salah satu pihak yang melarang deportasi individu ke negara-negara tempat mereka mungkin berisiko disiksa," kata NSO. (ikh)

#Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Sang calo membeli 8.967 tiket pertunjukan dan acara olahraga populer pada September 2018 hingga April tahun ini.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Dunia
Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Remaja itu membawa perangkat radio yang diduga digunakan untuk mendengarkan komunikasi penerbangan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan