Korlantas Polri Gelar Operasi Zebra 2025 Mulai 17 November, Fokus Edukasi dan Penertiban Balap Liar
Ilustrari Polisi Lalu Lintas. (Foto: Korlantas Polri)
MerahPutih.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Zebra 2025 selama 14 hari, mulai Senin, 17 November 2025 hingga 30 November 2025.
Operasi tahunan ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kabagops Korlantas Polri Kombes M. Aries Syahbudin menjelaskan, Operasi Zebra merupakan bagian penting dari persiapan Operasi Lilin yang akan digelar saat perayaan Nataru.
“Operasi Zebra bukan semata penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tertib dan selamat di jalan raya,” ujar Aries dalam keterangannya, Kamis (13/11).
Menurutnya, Operasi Zebra 2025 diarahkan melalui tiga sasaran utama, yaitu:
- Persiapan Operasi Lilin Nataru 2026.
- Berdasarkan hasil analisis Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) tiga bulan terakhir.
- Menanggapi fenomena sosial, termasuk penertiban balap liar yang kini menjadi perhatian khusus.
Baca juga:
92 Ribu Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Jaya 2024, Paling Banyak Pemotor Tak Pakai Helm
Aries menegaskan bahwa operasi tahun ini tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengutamakan edukasi dan kesadaran pengguna jalan.
“Kami tidak lagi menilai dari jumlah kejadian saja, tapi juga melihat perbandingan dengan jumlah penduduk dan kendaraan. Jadi tidak selalu Polda besar yang paling tinggi tingkat pelanggarannya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan operasi, setiap kendaraan yang terjaring akan didata dan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Satuan Operasi (SISLAOPS) Korlantas Polri.
Data ini nantinya akan terintegrasi dengan sistem Samsat dan dapat digunakan saat proses perpanjangan kendaraan.
Baca juga:
Operasi Zebra Jaya Digelar, Polda Metro Pastikan Tidak Ada Razia di Tempat
Meski berfokus pada ketertiban, Korlantas juga akan menerapkan pendekatan humanis dalam penegakan hukum.
Pendekatan ini diwujudkan melalui teguran simpatik kepada pelanggar lalu lintas ringan.
“Walau hanya teguran, tetap harus sesuai prosedur. Dan ini yang akan kami ekspos di media agar masyarakat tahu pendekatan kami edukatif, bukan represif,” tutur Aries.
Korlantas berharap Operasi Zebra 2025 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas aman dan tertib, sekaligus meminimalkan angka pelanggaran dan kecelakaan menjelang masa libur akhir tahun. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Inspeksi Jalur Kereta Api di Pulau Jawa Jelang Nataru 2026, KAI dan KNKT Temukan Sejumlah Titik Rawan Longsor
Jakarta Siapkan Perayaan Natal Meriah, Pramono: Bukan Hanya Ornamen, Tapi Juga Diskon
Jelang Nataru 2025–2026, Gubernur Pramono Pastikan Harga Pangan di Jakarta Stabil
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pasar Murah di 5 Lokasi, Bantu Ringankan Beban Warga Prasejahtera
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Ancam Pulau Jawa - NTT saat Periode Nataru 2026
KAI Ungkap 20 Persen Tiket Nataru Sudah Terjual, 35 Trainset Baru Siap Layani Penumpang
Operasi Zebra 2025: 347 Ribu Pelanggaran Terjaring, ETLE Jadi Andalan Penindakan
Sepekan Ops Zebra Candi, 651 Kendaraan Kena Tilang
Belum Sepekan Operasi Zebra, 449 Ribu Kendaraan Terjaring Melanggar
Proses Pengesahan STNK Tahunan Tidak Perlu BPKB, Ini Syarat dan Mekanisme Lengkapnya