Korea Perketat Keamanan, Putusan Pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol makin Dekat

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 14 Maret 2025
Korea Perketat Keamanan, Putusan Pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol makin Dekat

Pendukung Presiden Korsel yang Dimakzulkan Yoon Suk Yeol mengibarkan bendera Amerika Serikat. (Foto: YouTube/Global News)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Sementara yang juga Wakil Perdana Menteri Choi Sang-mok pada Jumat (14/3) berjanji menindak tegas siapa pun yang menantang otoritas publik dengan kebijakan tanpa toleransi menjelang putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan terkait dengan proses pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol.

"Kami akan menindak tegas siapa pun yang melakukan pelanggaran seperti perusakan fasilitas, pembakaran, dan penyerangan terhadap petugas polisi," kata Sang-mok dalam pertemuan menteri terkait keamanan di Kompleks Pemerintahan Seoul. "Kebebasan berpendapat merupakan hak berharga yang dijamin konstitusi, tetapi itu datang dengan tanggung jawab,” imbuhnya, dikutip The Korea Times.

Dengan meningkatnya ketegangan antara kelompok yang pro dan kontra pemakzulan, pihak berwenang meningkatkan langkah-langkah keamanan untuk mencegah kekerasan dan memastikan keselamatan publik. Badan Kepolisian Nasional Korea mengatakan akan mengeluarkan peringatan darurat tingkat tertinggi pada hari putusan, mengerahkan 100 persen pasukan polisi dan menangguhkan cuti semua petugas.

Baca juga:

Jelang Putusan Pemakzulan Yoon Suk-yeol, Pemerintah Larang Penerbangan Melintas di Sekitar Mahkamah Konstitusi Korsel



"Kami akan membangun sistem respons total untuk meminimalkan kerusuhan sosial sebelum dan setelah putusan," kata Kepala Sementara Badan Kepolisian Nasional Lee Ho-young.

Polisi berencana menempatkan 337 unit mobile di seluruh negeri, dengan total sekitar 20.000 petugas. Langkah keamanan khusus akan diterapkan di sekitar lembaga-lembaga penting, termasuk Mahkamah Konstitusi, Majelis Nasional, dan markas besar partai politik besar. Area sekitar Mahkamah Konstitusi akan ditetapkan sebagai zona pencegahan kejahatan khusus dengan patroli yang ditingkatkan dan pemasangan pagar pengaman.

Selain itu, pihak berwenang juga akan melarang pelepasan senjata api milik pribadi dari fasilitas penyimpanan polisi dan membatasi penerbangan drone di pusat Seoul. Aktivitas drone yang tidak sah akan dicegat. Pihak operator akan dikenai sanksi.

"Komunitas internasional sedang mengawasi Korea dengan seksama, dan ketahanan demokrasi kita sedang diuji," kata Sang-mok. Ia menambahkan, penting bagi semua warga negara untuk mengungkapkan pendapat mereka melalui cara yang sah dan menghormati keputusan pengadilan.

Mahkamah Konstitusi diperkirakan akan memberikan putusan mereka minggu depan. Putusan itu akan menentukan apakah Suk-yeol akan diberhentikan dari jabatannya atau tidak. Keputusan ini mengikuti berbulan-bulan ketegangan politik dan protes besar di seluruh negeri.(dwi)

Baca juga:

Pasar Taruhan Ilegal Online ‘Impeachment Betting’ Meningkat, Putusan Pemakzulan Yoon Suk-yeol Dipakai Ajang Judi

#Korea Selatan #Yoon Suk Yeol #Pemakzulan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
Nama Shin Tae-yong di Taman Sepak Bola Shin Tae-yong, Yeongdeok, Korea Selatan, terancam diubah setelah muncul permintaan peninjauan menyusul sanksi KFA.
Frengky Aruan - Kamis, 24 September 2026
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
ShowBiz
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Sang calo membeli 8.967 tiket pertunjukan dan acara olahraga populer pada September 2018 hingga April tahun ini.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Dunia
Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Remaja itu membawa perangkat radio yang diduga digunakan untuk mendengarkan komunikasi penerbangan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Dunia
Pengadilan Keluarkan Perintah Penangkapan Wakil Presiden Filipina, Hadapi 3 Dakwaan
Duterte, 48 tahun, menjadi wakil presiden ke-15 dan termuda di negara Asia Tenggara saat terpilih mendampingi Marcos pada 2022 untuk masa jabatan tetap enam tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Pengadilan Keluarkan Perintah Penangkapan Wakil Presiden Filipina, Hadapi 3 Dakwaan
Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Bagikan