Korban Banjir Solo Masih Butuh Bantuan

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 20 Februari 2023
Korban Banjir Solo Masih Butuh Bantuan

Warga Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo mulai membersihkan rumah setelah banjir surut. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Banjir di Kota Solo, Jawa Tengah, yang terjadi pada Kamis-Jumat (16-17/2) telah surut, tetapi bencana alam tersebut masih menyisakan masalah.

Masalah tersebut di antaranya banyaknya barang rumah tangga yang rusak akibat banjir. Selain itu, berkas administrasi kependudukan (Adminduk) seperti akta kelahiran atau ijazah rusak akibat banjir.

Baca Juga

Presiden Jokowi Perintahkan Kepala BNPB Beri Bantuan Korban Banjir Solo

Salah seorang warga Kampung Karangasem RT 02 /RW 02, Kelurahan Gandekan, Endah Dwi Purwani mengatakan, banjir yang datang secara mendadak membuat dirinya tidak mampu menyelamatkan barang berharga di rumah. Alhasil, barang rumah tangga seperti peralatan memasak, tidur dan baju kotor dan rusak.

"Banjir akibat meluapnya anak Sungai Bengawan Solo Kali Pepe. Ketinggian 1,5 meter merusak alat rumah tangga," kata Endah, Minggu (19/2).

Ia mengaku masih menghitung serta mendata kerusakan akibat banjir. Meskipun banjir sudah surut, bagi warga terdampak banjir masih menyisakan masalah karena barang rumah tangga rusak.

“Masih butuh bantuan Pemkot, utamanya alat-alat kebersihan sama alas untuk tidur. Karena bantal masih belum kering,” kata Endah.

Baca Juga

Banjir Solo Surut, Satu Pengungsi Meninggal Karena Sakit

Senada diungkapkan Warga Kampung Penjalan RT 01 /RW 04, Kelurahan Gandekan, Heni Sulistyowati. Ia menegaskan kasus dan bantal miliknya terpaksa harus dibuang karena rusak terendam banjir.

"Kasur rusak penuh air saya buang. Tidurnya pakai tikar dulu sambil nunggu bantuan dari pemerintah,” kata dia.

Lurah Gandekan, Sugeng Sarwono mengatakan, seluruh warganya sudah kembali ke rumah masing-masing secara bertahap sejak Sabtu (18/2). Untuk barang-barang milik warga yang rusak serta kerugiannya masih dilakukan pendataan.

"Sebagian bantuan dalam bentuk pakaian, alat kebersihan, dan sejenisnya kita salurkan. Untuk kebutuhan makan aman," kata Sugeng.

Dia menambahkan yang diperlukan warga saat ini lebih ke alat kebersihan seperti sapu, pel karena pembersihan ini masih terus dilakukan. Selain itu juga perlu perlengkapan bayi, dan sebagainya. (Ismail/Jawa Tengah).

Baca Juga

Pengungsi Banjir di Solo Tersisa 350 Orang

#Banjir #Kota Solo
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
3 Desa di Donggala Sulteng Diterjang Banjir, Jembatan Putus
Saat ini, BPBD masih melakukan proses pendataan. Matoritas warga masih mengungsi secara mandiri di rumah-rumah kerabat.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 32 menit lalu
3 Desa di Donggala Sulteng Diterjang Banjir, Jembatan Putus
Indonesia
Senyum dan Senang Warga Korban Banjir di Aceh Tamiang Dapat Hunian Sementara
Dengan konsep modular yang cepat dan berkualitas, rumah sementara ini bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang pemulihan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Senyum dan Senang Warga Korban Banjir di Aceh Tamiang Dapat Hunian Sementara
Indonesia
49 Ribu Hektare Lahan Terdampak Banjir Sumatera Harus Direhabilitasi
Data tersebut merupakan hasil identifikasi cepat pada periode 28 November-10 Desember 2025 dan dapat berubah dengan penambahan terbaru.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
49 Ribu Hektare Lahan Terdampak Banjir Sumatera Harus Direhabilitasi
Indonesia
3 Kecamatan di Dompu NTB Dilanda Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan
Luapan air menyebabkan genangan di sejumlah permukiman warga yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Hu’u, Kilo, dan Pajo, dengan enam desa dilaporkan terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
3 Kecamatan di Dompu NTB Dilanda Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan
Indonesia
DPR Dukung Pembentukan Pokja Buat Percepat Pemulihan Warga Terdampak Banjir Sumatera
Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
DPR Dukung Pembentukan Pokja Buat Percepat Pemulihan Warga Terdampak Banjir Sumatera
Indonesia
5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa
Sebanyak lima kecamatan terendam banjir susulan tersebut, yakni Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat kembali lumpuh.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa
Indonesia
Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan
Data kerusakan ini, dapat diakses melalui laman https://spectra.brin.go.id
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan
Indonesia
Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah, Aceh Taming Perlu Tambahan Alat Berat
Saat ini, hanya 15 persen sekolah terdampak yang benar-benar sudah bersih dari lumpur, baik ruangannya maupun halamannya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah, Aceh Taming Perlu Tambahan Alat Berat
Indonesia
SMAN 4 Aceh Tamiang Kini Bersih dan Mulai Semester Baru Usai Terendam Banjir Setinggi Tiga Lantai
Siswa SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, terlihat telah kembali masuk sekolah dan memulai semester genap.
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
SMAN 4 Aceh Tamiang Kini Bersih dan Mulai Semester Baru Usai Terendam Banjir Setinggi Tiga Lantai
Indonesia
1.138 Praja IPDN Dikerahkan Bersihkan Lumpur Banjir di Aceh Tamiang
Para praja ini diperintahkan membantu untuk membersihkan kantor-kantor dinas terdampak bencana banjir dan longsor, sehingga layanan publik bisa segerah pulih kembali.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 04 Januari 2026
1.138 Praja IPDN Dikerahkan Bersihkan Lumpur Banjir di Aceh Tamiang
Bagikan