Kontribusi Yayasan JHL Merah Putih Kasih dan KSAD Maruli untuk Kembangkan Pertanian Indonesia

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 04 Juni 2024
Kontribusi Yayasan JHL Merah Putih Kasih dan KSAD Maruli untuk Kembangkan Pertanian Indonesia

KSAD TNI, Maruli Simanjuntak, saat menghadiri peresmian SMK Pertanian di Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat. Foto: MerahPutih.com/Didik Setiawan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Swasembada pangan terus dikebut oleh pemerintah, yakni dengan mengelola lahan yang terbengkalai menjadi kawasan pertanian. Salah satunya adalah lahan di wilayah Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak mengatakan, dulunya lahan Hanpangan Kostrad di wilayah Ciemas ini merupakan kawasan yang tak terurus, atau bekas perkebunan karet yang sudah tidak produktif.

"Dulu bekas kebun karet yang ditinggal. Pohonnya sudah tidak ada, tinggal ilalang dan tanahnya sudah rusak karena karet. Kami olah lagi dari awal, sambil kami belajar," kata KSAD Jenderal TNI Maruli, saat memanen dan meresmikan SMK Pertanian.

Founder Yayasan JHL Merah Putih Kasih Jerry Hermawan Lo (kiri) berbincang dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kanan) di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (4/6/2024). (MP/Didik Setiawan)

KSAD Maruli menyebutkan, lahan Hanpangan Kostrad memiliki hamparan tanah yang cukup luas, yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian dan peternakan.

Baca juga:

Founder Yayasan JHL Merah Putih Bersama KSAD Maruli Resmikan SMK Pertanian di Sukabumi

"Kita punya lahan ada 250 (hektare) untuk singkong, 130 (hektare) lahan jagung dan itu proses sampai 200 hektare. Kita juga siapkan lahan untuk sapi 100 hektare, sapi dari Sumba. Ada kebun-kebun kecil berapa hektare ada tanaman pepaya berapa hektare cabe. Di sini juga ada lahan untuk ayam," ucapnya.

Baca juga:

Founder Yayasan JHL Merah Putih Ajak Investor Majukan Sekolah Pertanian di Sukabumi

Prajurit TNI lulusan Akademi Militer 1992 ini mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menggarap lahan lain di sejumlah daerah untuk bisa mencukupi ketahanan pangan nasional.

"Kami juga mensurvei beberapa tempat yang siap untuk menjadi tempat seperti ini di berbagai daerah ada yang di Cianjur di Pandeglang ada juga di daerah Jawa Tengah Jawa Timur sampai ke NTB," paparnya.

KSAD Maruli Simanjuntak dan pihaknya akan garap lahan lain untuk mencukupi ketahanan pangan nasional
KSAD Maruli Simanjuntak dan pihaknya akan garap lahan lain untuk mencukupi ketahanan pangan nasional. Foto: MerahPutih.com/Didik Setiawan

Senada dengan KSAD, Founder Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation), Jerry Hermawan Lo menegaskan, bahwa pihaknya juga sangat fokus dalam bidang pertanian. Pasalnya, sumber daya alam yang dimiliki Indonesia cukup melimpah dan tanahnya terbilang subur.

"Kenapa dari Merah Putih Kasih ini fokus ke pertanian. Karena sumber daya alam kita luar biasa, sumber daya alam kita baik sekali yah," ucap Jerry.

Upaya pihaknya fokus pada pertanian, kata Jerry, dapat dilihat dari kerja Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) dengan membangun SMK Pertanian, yang bertujuan untuk memberi pelajaran sukses bertani.

"Sumber daya manusia kita banyak sekali, namun kurang qualified. Ini tugas-tugas Yayasan JHL Merah Putih Kasih untuk ikut mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia lebih baik," tuturnya. (Asp)

#Jenderal TNI Maruli Simanjuntak #Merah Putih Kasih #Pertanian #SMK Pertanian
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program pengembangan jagung di area seluas 1.500 hektare ini merupakan salah satu upaya konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Indonesia
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Konsep agrivoltaics memungkinkan penggunaan lahan ganda, di mana pertanian dan produksi listrik surya berjalan beriringan di ruang yang sama.
Frengky Aruan - Senin, 06 April 2026
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Indonesia
KSAD Jenderal Maruli Pastikan Hak Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dipenuhi Negara
Pengorbanan tersebut tidak akan mengurangi komitmen TNI dan TNI AD untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 April 2026
KSAD Jenderal Maruli Pastikan Hak Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dipenuhi Negara
Indonesia
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Bencana banjir dan longsor merusak lahan pertanian juga menghancurkan hasil panen, benih yang telah ditanam, serta sarana produksi pertanian lainnya.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Indonesia
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Program ini diharapkan mampu memulihkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah terdampak.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Indonesia
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Pemulihan Pertanian Sumatera Rp 5,1 Triliun
Luas sawah terdampak bencana banjir 3 provinsi di Sumatera 107,4 ribu hektare, termasuk di antaranya 44,6 ribu hektare padi dan jagung gagal panen.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Pemulihan Pertanian Sumatera Rp 5,1 Triliun
Indonesia
Presiden Prabowo Ungkap Keprihatianan, Sebut Banyak Kekayaan Negara yang Bocor karena tak Pandai Mengelola
Prabowo menilai kebocoran kekayaan nasional menjadi persoalan lama, yang sudah ia rasakan sejak jauh sebelum menjabat presiden.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Presiden Prabowo Ungkap Keprihatianan, Sebut Banyak Kekayaan Negara yang Bocor karena tak Pandai Mengelola
Indonesia
KSAD Jelaskan Sumur Rp 150 Juta di Lokasi Bencana Dalamnya 100-200 Meter untuk 1 Desa
Sumur yang dibangun berbeda dengan sumur rumah tangga biasa, kerena harus memiliki kedalaman sekitar 100 hingga 200 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
KSAD Jelaskan Sumur Rp 150 Juta di Lokasi Bencana Dalamnya 100-200 Meter untuk 1 Desa
Indonesia
Yayasan JHL Merah Putih Kasih Terobos Medan Rawan Longsor, Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra
Yayasan JHL Merah Putih Kasih menerobos medan rawan longsor demi menyalurkan bantuan ke korban banjir Sumatera.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Yayasan JHL Merah Putih Kasih Terobos Medan Rawan Longsor, Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra
Indonesia
Gerak Cepat, JHL Foundation dan 234 SC Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Aceh-Sumatra
JHL Foundation dan 234 SC gerak cepat mengirim bantuan untuk korban banjir Aceh-Sumatra.
Soffi Amira - Rabu, 10 Desember 2025
Gerak Cepat, JHL Foundation dan 234 SC Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Aceh-Sumatra
Bagikan