Relasi

Konsumsi Minuman Beralkohol Ternyata Bisa Memengaruhi Hubungan Percintaan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Mei 2019
Konsumsi Minuman Beralkohol Ternyata Bisa Memengaruhi Hubungan Percintaan

Alkohol bisa memengaruhi hubungan percintaan kamu. (Foto: pixabay/free-photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MINUMAN beralkohol merupakan hal yang lazim dikonsumsi orang-orang. Selain rasanya yang kadang disukai orang, efeknya juga bisa meningkatkan suasana hati menjadi lebih senang, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kepercayaan diri.

Selain memberikan efek samping positif, nyatanya minuman beralkohol juga memiliki segudang dampak negatif. Dilansir dari cdc.gov, Mengonsumsi alkohol dapat membahayakan kesehatan tubuhmu.

Risiko kesehatan jangka pendek antara lain adalah terluka karena kecelakaan saat berkendara, jatuh, tenggelam, terbakar, kekerasan, bunuh diri, penyerangan seksual, keracunan minuman, serta kegiatan seksual yang tidak terkontrol.

Risiko kesehatan jangka panjang dari alkohol antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, sakit hati, kanker payudara, mulut, tenggorokan, jantung, serta masalah mental dan kehilangan produktivitas dalam bekerja. Maka dari itu tidak heran bahwa alkohol juga bisa memperburuk hubungan kamu dengan pasangan. Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Minuman beralkohol masuk kategori obat-obatan

Konsumsi Minuman Alkohol Ternyata Bisa Memengaruhi Hubungan Percintaan
Alkohol membuat kamu menjadi mood swing. (Foto: pixabay/qimono)

Berdasarkan definisinya, alkohol bisa mempengaruhi emosi, persepsi, dan cara berpikir seseorang. Alkohol juga bisa menjadi sarana mengurangi depresi yang paling sering orang gunakan.

Meskipun bisa memperbaiki mood kamu sesaat, namun sesungguhnya alkohol bisa membuat kamu menjadi mood swing, atau mudah berganti-ganti suasana hati sehingga sehabis senang kamu bisa menjadi sensitif, mudah marah, dan emosi-emosi lainnya yang merugikan.

Kondisi mood swing yang diakibatkan dari alkohol ini tentunya bisa mempengaruhi hubunganmu dengan pasangan ketika berkomunikasi, apalagi jika intensitas kamu mengonsumi minuman beralkohol cukup tinggi.

2. Diterimanya minuman alkohol di berbagai budaya

Konsumsi Minuman Alkohol Ternyata Bisa Memengaruhi Hubungan Percintaan
Alkohol menjadi menu wajib ketika perayaan di negara tertentu. (Foto: pixabay/nastya_gepp)

Alkohol dianggap sebagai alat perayaan yang bisa membuat pesta semakin seru, sehingga budaya mengonsumsi minuman alkohol dapat dikatakan lazim untuk sebagian besar budaya.

Tanpa kita sadari, seolah-olah konsumsi alkohol ketika merayakan sesuatu merupakan hal yang wajib, dan ini bisa membuat kita menyampingkan efek negatif dari alkohol itu sendiri.

Ketika dalam kondisi mabuk, tidak jarang kita mendengar seseorang yang mengatakan bahwa "aku bisa berbicara seperti itu hanya ketika aku sedang mabuk", atau "kita hanya bertengkar ketika kita sedang mabuk", dan lain-lain.

Baca juga:

Konsumsi Alkohol Jangan Lebih dari 14 Unit Seminggu!

Waktu Terbaik Minum Alkohol

Sebaiknya Hentikan Mengonsumsi Alkohol

Mabuk alkohol memberikan kondisi yang rentan terhadap seseorang, sehingga seringkali melakukan hal-hal yang tidak semestinya mereka lakukan, atau tidak akan mereka lakukan ketika mereka memiliki kesadaran penuh.

Berbagai aksi yang akan kamu lakukan ketika mabuk bisa saja memperpecah hubunganmu dengan kekasih, contohnya adalah selingkuh, dan melakukan hubungan seksual bebas terhadap siapa saja.

3. Efek psikologis alkohol

Konsumsi Minuman Alkohol Ternyata Bisa Memengaruhi Hubungan Percintaan
Alkohol memiliki dampak buruk jangka pendek dan panjang. (Foto: pixabay/free-photos)

Efek secara langsung dari alkohol berkaitan dengan interaksi sosial kamu dengan orang sekitarmu. Selain mengakibatkan kamu menjadi lebih agresif, defensif, sensitif dan tidak rasional.

Alkohol juga bisa menurunkan produktivitas kamu, dan untuk efek jangka panjang, alkohol bisa mengubah fungsi otak dan hati kamu sehingga menurunkan kinerja dan performa organ tubuh dan memperpendek umur. (shn)

#Minum Alkohol #Mabuk Alkohol #Minuman Beralkohol #Percintaan #Kesehatan #Hubungan Sehat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan