Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Konser 'Afgan Evolution Live in Bandung' Hadirkan Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo

Febrian AdiFebrian Adi - Rabu, 13 Desember 2023
Konser 'Afgan Evolution Live in Bandung' Hadirkan Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo

Konser ini menghadirkan lagu-lagu terbaik Afgan. (Dok/Rayyan Production)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LIMA belas tahun di industri musik Indonesia sudah dilalui oleh penyanyi Afgan. Untuk merayakannya, penyanyi kelahiran 1989 menghadirkan penampilan spektakuler melalui AFGAN EVOLUTION LIVE in Bandung 2023 yang menjadi rangkaian tur konser bertajuk EVOLUTION pada periode 2022 sampai 2023.

Pada konser yang digelar oleh Rayyan Production dan After Seven Promotion ini diselenggarakan pada Sabtu (23/12) dengan menghadirkan dua tamu istimewa yaitu Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung.

Baca Juga:

'AFGAN EVOLUTION LIVE in Bandung 2023', Evolusi Afgan selama 15 Tahun

View this post on Instagram

A post shared by Afgan (@afgan__)

“Buat semua Afganisme (sebutan penggemar Afgan) di Kota Bandung, momen istimewa konser saya yang bertajuk Evolution Live in Bandung akan lebih spesial karena saya akan menghadirkan sahabat saya Isyana Saravati dan Rendy Pandugo untuk tampil di atas panggung,” jelas Afgan dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Selasa (12/12).

Untuk tiket konser sendiri terbagi menjadi beberapa kategori, mulai dai Platinum Plus (Rp3 juta), Platinum (Rp1,250 juta), Gold (Rp950 ribu) dan Silver (Rp475 ribu) yang bisa didapatkan melalui loket.com dan tiket.com.

Tahun 2023 menjadi tahun yang sangat istimewa bagi Afgan. Kiprahnya di dunia musik tanah air sudah selama 15 tahun. Konser ini sebagai bentuk perayaan atau selebrasi penting atas pencapaian dan perubahan secara musikalitas hingga saat ini.

Baca Juga:

Afgan dan Lyodra Bersatu Dalam Single 'Ada'

View this post on Instagram

A post shared by Afgan (@afgan__)

Konser bertajuk EVOLUTION dimulai pada tahun 2022 di Malaysia, tepatnya 17 Desember 2022 di Plenary Hall, Kuala Lumpur City Center (KLCC). Kemudian 1 Juli 2023 yang lalu di Tennis Indoor – Gelora Bung Karno Jakarta. Lalu berlanjut ke kota Bandung pada Desember 2023 mendatang.

Konser ini akan membawa Afganisme dalam perjalanan musik yang luar biasa, menghadirkan lagu-lagu terbaik Afgan dari setiap chapter dan evolusi album-albumnya selama 15 tahun berkarya. Dalam konser ini, Afgan juga akan membawakan lagu terbarunya yang yang baru saja dirilis Oktober 2023 dinyanyikan bersama Lyodra yang berjudul Ada lagu sedih penuh dengan syarat emosi yang menceritakan tentang perpisahan.

“Kami imbau untuk semua Afganisme di kota Bandung agar dapat hadir tepat waktu untuk menghindari padatnya arus lalu lintas sebaiknya untuk dapat hadir lebih awal dan tepat waktu,” pungkas Founder Rayyan Production Sonny Herlambang. (Far)

Baca juga:

Video Musik Bergaya Futuristik dari Isyana Sarasvati Lewat 'UNDER GOD'S PLAN'

#Musik #Selebritas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - 2 jam, 47 menit lalu
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan