Headline

Konflik Perdagangan AS-Tiongkok Segera Dibawa ke Meja Perundingan

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 24 Februari 2018
Konflik Perdagangan AS-Tiongkok Segera Dibawa ke Meja Perundingan

Sejumlah pialang melakukan tos di akhir hari perdagangan di Bursa Saham New York, New York, Amerika Serikat (ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Amerika Serikat dan Tiongkok masih menjalani periode ketegangan di sejumlah bidang. Di luar masalah pertahanan kawasan, Amerika Serikat dan Tiongkok juga masih terbelit konflik perdagangan.

Perselisihan perdagangan AS-Tiongkok menurut keterangan seorang pejabat senior Amerika Serikat akan dibahas dalam sebuah perundingan pekan depan.

Pembicaraan sengketa dagang itu dilakukan dalam kunjungan pejabat ekonomi Tiongkok ke Washington.

Pejabat senior AS Sabtu (23/2) menungkapkan kehadiran pejabat ekonomi Tiongkok mebuat Presiden Donald Trump mempertimbangkan tarif baru untuk impor baja.

Perundingan tersebut sebagaimana dilansir Antara dari Reuters akan dipimpin oleh Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, yang akan bertemu dengan penasihat ekonomi senior Tiongkok Liu He, kata pejabat tersebut.

Trump telah lama mencari jalan menuju hubungan perdagangan yang lebih seimbang dengan Tiongkok. Pejabat tersebut mengatakan bahwa ia telah membahas penerapan tarif global untuk impor baja dari Tiongkok dan negara-negara lain.

Liu, seorang ekonom terlatih lulusan Harvard dan merupakan sosok kepercayaan Presiden China Xi Jinping, telah muncul sebagai kandidat terdepan untuk menjadi gubernur bank sentral Tiongkok berikutnya, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Liu adalah penasihat utama Xi pada kebijakan ekonomi dan juga diharapkan menjadi wakil perdana menteri yang mengawasi ekonomi Tiongkok.

Departemen Perdagangan AS pada 16 Februari merekomendasikan agar Trump memberlakukan pembatasan ketat pada impor baja dari Tiongkok dan negara-negara lain serta menawarkan beberapa pilihan kepada presiden, mulai dari tarif global dan spesifik negara hingga kuota impor yang luas.

Gedung Putih mengatakan bahwa Trump belum membuat keputusan akhir apakah ia akan memberlakukan tarif baja.

"Tidak ada keputusan akhir yang dibuat. Seperti setiap keputusan yang ia buat, keamanan rakyat dan ekonomi Amerika akan menjadi perhatian utama presiden saat ia mempertimbangkan pilihan potensialnya," juru bicara Gedung Putih Raj Shah mengatakan.

"Presiden Trump berkomitmen untuk mencapai hubungan perdagangan yang adil dan timbal balik yang melindungi pekerja Amerika dan menumbuhkan ekonomi kita," kata Raj Shah.(*)

#Amerika Serikat #Tiongkok #Perdagangan Bebas
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Dunia
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Komando Pusat AS menyebut kelompok kapal induk itu berada di Samudra Hindia, bukan di Laut Arab yang berbatasan langsung dengan Iran.
Dwi Astarini - 13 menit lalu
 Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Beredar unggahan yang berisi informasi WNI bernama Kezia Syifa bergabung dengan Temtara AS karena gaji besar. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Dunia
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) menyebut situasi mengancam jiwa yang membentang dari Texas hingga New England.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
  7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Indonesia
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas."
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
Dunia
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Trump memperingatkan Kanada tentang dampak buruk dari hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Indonesia
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia berada pada posisi non-align dan tidak berpihak dalam isu AS yang dikabarkan akan mengakuisisi Greenland.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Dunia
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Amerika Serikat wajib membayar badan kesehatan PBB itu US$ 260 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) dalam bentuk biaya terutang tahun 2024 dan 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Dunia
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) telah mengesahkan resolusi usulan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Bagikan