Konflik Perdagangan AS-Tiongkok Segera Dibawa ke Meja Perundingan
Sejumlah pialang melakukan tos di akhir hari perdagangan di Bursa Saham New York, New York, Amerika Serikat (ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid)
MerahPutih.Com - Amerika Serikat dan Tiongkok masih menjalani periode ketegangan di sejumlah bidang. Di luar masalah pertahanan kawasan, Amerika Serikat dan Tiongkok juga masih terbelit konflik perdagangan.
Perselisihan perdagangan AS-Tiongkok menurut keterangan seorang pejabat senior Amerika Serikat akan dibahas dalam sebuah perundingan pekan depan.
Pembicaraan sengketa dagang itu dilakukan dalam kunjungan pejabat ekonomi Tiongkok ke Washington.
Pejabat senior AS Sabtu (23/2) menungkapkan kehadiran pejabat ekonomi Tiongkok mebuat Presiden Donald Trump mempertimbangkan tarif baru untuk impor baja.
Perundingan tersebut sebagaimana dilansir Antara dari Reuters akan dipimpin oleh Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, yang akan bertemu dengan penasihat ekonomi senior Tiongkok Liu He, kata pejabat tersebut.
Trump telah lama mencari jalan menuju hubungan perdagangan yang lebih seimbang dengan Tiongkok. Pejabat tersebut mengatakan bahwa ia telah membahas penerapan tarif global untuk impor baja dari Tiongkok dan negara-negara lain.
Liu, seorang ekonom terlatih lulusan Harvard dan merupakan sosok kepercayaan Presiden China Xi Jinping, telah muncul sebagai kandidat terdepan untuk menjadi gubernur bank sentral Tiongkok berikutnya, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Liu adalah penasihat utama Xi pada kebijakan ekonomi dan juga diharapkan menjadi wakil perdana menteri yang mengawasi ekonomi Tiongkok.
Departemen Perdagangan AS pada 16 Februari merekomendasikan agar Trump memberlakukan pembatasan ketat pada impor baja dari Tiongkok dan negara-negara lain serta menawarkan beberapa pilihan kepada presiden, mulai dari tarif global dan spesifik negara hingga kuota impor yang luas.
Gedung Putih mengatakan bahwa Trump belum membuat keputusan akhir apakah ia akan memberlakukan tarif baja.
"Tidak ada keputusan akhir yang dibuat. Seperti setiap keputusan yang ia buat, keamanan rakyat dan ekonomi Amerika akan menjadi perhatian utama presiden saat ia mempertimbangkan pilihan potensialnya," juru bicara Gedung Putih Raj Shah mengatakan.
"Presiden Trump berkomitmen untuk mencapai hubungan perdagangan yang adil dan timbal balik yang melindungi pekerja Amerika dan menumbuhkan ekonomi kita," kata Raj Shah.(*)
Bagikan
Berita Terkait
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela