Komisi I DPR: Pemerintah RI Diminta Intensifkan Komunikasi dengan Brazil dan Belanda

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Minggu, 18 Januari 2015
Komisi I DPR: Pemerintah RI Diminta Intensifkan Komunikasi dengan Brazil dan Belanda

eksekusi mati (Sumber foto : antara foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Komunikasi yang harus dilakukan pemerintahan Jokowi dalam rangka pelaksanaan hukuman mati merupakan bagian dari penegakan hukum di Indonesia. Presiden Jokowi disarankan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Brazil dan Belanda untuk menjaga hubungan diplomatik tetap berjalan baik, pasca eksekusi mati kepada kedua warganya dini hari tadi.

Hal itulah yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya melalui keterangan tertulisnya, Minggu (18/1). Ia berharap sikap kedua negara tersebut, merupakan reaksi sesaat. Kalaupun nantinya penarikan tersebut, berdampak terhadap hubungan diplomasi kedua negara, itu artinya pemerintahan Jokowi harus melakukan komunikasi secara intensif.

Meski demikian, katanya, seperti yang dikutip dari RRI.co.id, sudah seharusnya Kepala Negara Brazil dan Belanda juga menghargai bahwa pelaksanaan hukuman mati, merupakan bentuk penegakan hukum yang berlangsung di Indonesia, karena setiap hari sedikitnya 40 orang meninggal akibat narkoba.

Ia menilai, hak Pemerintah Brazil dan Belanda menarik Duta Besarnya di Indonesia atas ketidak setujuannya tersebut.

Selain itu, langkah Presiden Dilma Rousseff dan Raja Willem Alexander melakukan komunikasi dengan Presiden Jokowi dihargai sebagai suatu upaya sungguh-sungguh dalam melindungi warga negaranya. Ini adalah hal yang wajar.

Perlu diketahui, bahwa sanksi hukuman mati itu tidak hanya diterapkan di Indonesia, tetapi juga berlaku di Tingkok, Singapura, Vietnam, Malaysia, dan negara-negara lainnya. (AKU)

Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom

Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom

Berita Lainnya :

Atlet Golf Robert Allenby Diculik dan Dirampok di Hawai

#Brazil #Jokowi #Presiden Jokowi #Pemerintah RI #Eksekusi Mati Kasus Narkoba
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sidang Roy Suryo 5 November 2026 Terbuka untuk Umum, Simak Aturan dari PN Jaktim
Sidang Roy Suryo yang dihadiri Jokowi pada 5 November 2026, bakal dibuka untuk umum. Berikut ketentuannya.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Sidang Roy Suryo 5 November 2026 Terbuka untuk Umum, Simak Aturan dari PN Jaktim
Berita
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Batasi 80 Pengunjung
Jokowi akan menghadiri sidang Roy Suryo di PN Jaktim, Kamis (5/11). Namun, jumlah pengunjung dibatasi menjadi 80 orang.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Batasi 80 Pengunjung
Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Bagikan