MerahPutih Olahraga - Kesiapan sarana dan infrastruktur untuk Asian Games (AG) 2018, masih menjadi pertanyaan besar. Meski begitu, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memastikan jika nantinya tidak akan mengalami kendala dengan hal tersebut.
Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Madang, menuturkan bahwa pihaknya akan terus memantau kemajuan hal tersebut sesuai dengan master plan yang akan disampaikan kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA).?
?
?Setelah ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games ke-18, KOI sudah melakukan kegiatan pokok seperti penyelesaian master plan pengembangan. Ditambahkan Muddai, master plan Asian Games 2018 yang berisi semua hal terkait dengan ajang olahraga tersebut akan disampaikan kepada OCA untuk meminta persetujuan karena ada kriteria dan kontrak yang harus ditetapkan.?
?Master plan yang disampaikan tersebut, akan dipelajari oleh OCA, dan setelah disetujui maka KOI kemudian akan membuat lini masa agenda agar terjadwal dan terukur.?
?"Kami masih menunggu instruksi Presiden mengenai Asian Games yang rencananya akan keluar pada pertengahan Januari 2016. Inpres tersebut nantinya akan memayungi semua kementerian dan lembaga yang terlibat untuk bekerja lebih cepat, terutama dalam pembangunan venue," kata Muddai Madang, Selasa (29/12).
?"Kontruksi dengan waktu lama terutama untuk velodrome, akuatik, dan wisma atlet. Namun untuk velodrome dan akuatik, tidak masuk test event pada 2017. Sehingga tidak perlu terburu-buru. Wisma atlet digunakan pada 2018," sambungnya.
?Muddai juga mengungkapkan bahwa pada 2016 nanti KOI akan fokus dalam menyukseskan proses penyelenggaraan, terutama sosialisasi, promosi, seminar dan penjadwalan sebagai wujud persiapan.?(esa)
Baca juga: