Klaim Atas Yerusalem, PKS: AS Akan Dikucilkan dan Trump Akan Terjungkal

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 10 Desember 2017
Klaim Atas Yerusalem, PKS: AS Akan Dikucilkan dan Trump Akan Terjungkal

Sejumlah kader PKS dalam Aksi Bela Palestina di depan Kedubes Amerika Serikat. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ratusan ribu massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan ormas-ormas Islam mengikuti Aksi Bela Palestina di depan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, Minggu (10/12).

Dalam aksi tersebut, mereka mengibarkann bendera Indonesia dan Palestina, serta mengangkat poster Bela Palestina dan menolak pengakuan sepihak Yerusalam sebagai Ibu Kota Israel oleh Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu.

Tampil di atas panggung aksi untuk menyampaikan orasi sejumlah tokoh antara lain Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, Ketua Umum PUI KH Nazar Haris, Ketua Umum Mathlaul Anwar KH Ahmad Sadeli Karim, ormas, serta sejumlah perwakilan lembaga kemanusiaan dan elemen masyarakat peduli Palestina.

Dalam orasi yang disampaikan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menegaskan, aksi damai tersebut dilakukan untuk melaksanakan amanat Konstitusi UUD 1945 yang memerintahkan (rakyat) Indonesia untuk aktif mewujudkan perdamain dunia.

"Kita berkumpul di sini karena kita cinta damai dan perdamaian dunia. Sebaliknya kita punya kewajiban konstitusional untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan di atas dunia," kata Jazuli mengawali orasinya.

Seluruh rakyat Indonesia berada di pihak Palestina dan mendukung perjuangan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. "Segala upaya memperparah penjajahan Israel atas rakyat Palestina pasti kita tolak," tegas Jazuli.

Pengakuan sepihak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel jelas mencederai semangat pembebasan rakyat Palestina dari penjajahan Israel.

"Kita tolak klaim tersebut karena Yerusalem adalah milik Palestina. Yerusalem, di dalamnya terdapat komplek Masjid Al Aqsa, kiblat pertama umat Islam sehingga memiliki tempat tersendiri di hati 1,7 milyar umat muslim dunia," tegasnya.

"Klaim penguasaan Yerussalem akan semakin merestriksi dan merepresi rakyat Palestina dan muslim sedunia untuk berkunjung dan beribadah ke Masjid Al Aqsa. Dengan demikian sama saja melawan 1,7 milyar muslim sedunia," tambah jazuli.

Selain itu, penjajahan dan perlakuan keji tentara Israel terhadap rakyat Palestina telah menjadi isu kemanusiaan internasional yang menyulut aksi solidaritas kemanusiaan dunia untuk Palestina.

Rasa kemanusiaan dunia juga akan terlukai akibat kebijakan sepihak tersebut.

Atas kebijakan sepihak itu, Jazuli meminta agar Pemerintah AS dan Presiden Donald Trump membatalkan klaim tersebut dan tidak bermain-main dengan kemarahan umat Islam dunia bahkan umat-umat lain yang peduli pada perdamaian dan isu kemanusiaan rakyat Palestina.

"Jika tidak, kita pastikan AS akan dikucilkan dan Donald Trump akan terjungkal," katanya.

Anggota DPR Dapil Banten itu juga mengapresiasi pernyataan tegas Presiden Jokowi dan Pemerintah RI soal isu Yerusalem.

Meski demikian, dia pun ingin pemerintah lebih maju untuk menggalang kekuatan negara-negara dunia, melalui Forum OKI dan Forum PBB untuk menolak dan menerbitkan resolusi atas klaim sepihak yang melanggar banyak kesepakatan dan resolusi dunia tersebut.

"Klaim itu jelas melanggar resolusi PBB dan menjustifikasi dan memperparah penjajahan Israel atas Palestina. Kita dorong pemerintah untuk menggalang aksi penolakan dengan negara-negara lain," pungkas Jazuli. (Pon)

Baca berita terkait polemik kebijakan Donald Trump lainnya: PKS Siap Bantu Pemerintah untuk Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

#PKS #Palestina #Israel #Yerusalem #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
ShowBiz
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Florence Pugh mengaku tak takut kehilangan ratusan ribu pengikut di media sosial karena vokal mendukung Palestina dan rutin menyerukan bantuan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Bagikan