KKB Berkeliaran Lagi di Tembagapura, Polisi Imbau Masyarakat Jangan Ketakutan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 06 November 2019
KKB Berkeliaran Lagi di Tembagapura, Polisi Imbau Masyarakat Jangan Ketakutan

Ilustrasi: Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Foto: net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - TNI-Polri di wilayah Mimika mengantisipasi kemungkinan masuknya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ke wilayah Tembagapura.

Kekuatan TNI dan Polri di Kabupaten Mimika baik di wilayah dataran tinggi maupun dataran rendah Mimika sangat maksimal untuk bisa memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat setempat.

Baca Juga:

Wamena Mulai Kondusif, Jumlah Pengungsi Tercatat Menurun

"Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Yang jelas, pasukan TNI dan Polri yang ada di Mimika saat ini baik di wilayah dataran tinggi (Tembagapura dan sekitarnya) maupun di wilayah dataran rendah (Kota Timika dan sekitarnya) sangat memadai," ujar Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di Timika, Papua, Rabu (6/11).

Selain pasukan organik kewilayahan TNI dan Polri di Mimika, kini juga diperkuat oleh pasukan satuan tugas (satgas) seperti Satgas Amole yang khusus melakukan pengamanan di area PT Freeport Indonesia, Satgas Pam Rawan TNI, Satgas Nemangkawi (Brimob Polri) yang terdiri atas Satgas Semak Belukar, Satgas Nenggala, dan Satgas Pinang Siri.

Ilustrasi: Aparat usai baku tembak dengan satu anggota KKB di Pasar Jibama, Jayawijaya. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)

Keberadaan pasukan-pasukan tersebut, kata dia, semata-mata untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat dari gangguan dan teror penembakan oleh KKSB maupun berbagai aktivitas politik yang digalang oleh organisasi sayap OPM seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

"Barikade pasukan kita baik yang ada di wilayah Tembagapura maupun yang ada di wilayah Kota Timika sekarang sudah sangat kuat. Kalau ada pihak-pihak yang ingin mencoba mengganggu ketenangan warga Mimika yang selama ini sudah sangat damai dan kondusif pasti akan ditindak tegas," jelas Agung.

Sebelumnya Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengatakan pelaku penembakan terhadap tiga tukang ojek di Distrik Hitadipa pada Jumat (25/10) merupakan orang dari luar Kabupaten Intan Jaya.

Baca Juga:

Nyaris 4 Ribu Orang Pengungsi Kerusuhan Wamena Belum Kembali ke Rumah

"Mereka bukan dari Intan Jaya, mereka kelompok dari Ilaga dan Beoga tapi mereka masuk ke Intan Jaya. Sekarang mereka sudah tidak ada lagi di Intan Jaya, sudah bergeser ke Tembagapura," kata Natalis dikutip Antara.

Ketiga tukang ojek atas nama Rizal (33), La Sony (39), dan Harianto (30) ditembak mati oleh KKSB yang diduga pimpinan Lekagak Telenggen yang selama ini disebut-sebut menjadi aktor utama dari serangkaian teror penembakan di wilayah Ilaga dan Beoga, Kabupaten Puncak. (*)

#Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #Papua
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
8 Anggota OPM Berikrar Kembali ke NKRI, TNI : jangan Bangun Masa Depan Papua dengan Permusuhan
Menunjukkan komitmen dari masyarakat untuk menjaga kedamaian dan mendukung pembangunan daerah.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
8 Anggota OPM Berikrar Kembali ke NKRI, TNI : jangan Bangun Masa Depan Papua dengan Permusuhan
Indonesia
4 Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Papua
Pihaknya bakal terus mematangkan pelaksanaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
4 Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Papua
Indonesia
Pasca Ledakan Biak, Dua Mortir PD II Ditemukan di Jayapura
Tim Jibom Gegana Brimob Polda Papua amankan dua mortir peninggalan PD II di Jayapura. Sehari sebelumnya, UXO berisiko tinggi ditemukan di Sentani.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Pasca Ledakan Biak, Dua Mortir PD II Ditemukan di Jayapura
Indonesia
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi akhirnya angkat bicara terkait laporan hukum yang diajukan tokoh perempuan adat Malind, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Indonesia
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan
Pembangunan di Papua harus dibaca secara lebih objektif, yaitu sebagai bagian dari upaya negara memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, pemerataan pembangunan, penguatan infrastruktur, serta perlindungan kedaulatan nasional di wilayah timur Indonesia.
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan
Lifestyle
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Karya musik digital tersebut secara gamblang mengangkat isu kondisi Papua terkini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Berita Foto
Rapat Paripurna DPD RI Setujui Pembentukan Pansus Papua
Ketua DPD Sultan Baktiar Najamuddin menerima dokumen dari Anggota DPD dalam Rapat Paripurna DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 22 Mei 2026
Rapat Paripurna DPD RI Setujui Pembentukan Pansus Papua
Indonesia
Nobar Film Pesta Babi Bisa Lanjut, Tidak Ada Perintah Pembubaran
Papua merupakan bagian sah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan referendum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan program ketahanan pangan juga dijalankan di daerah lain seperti Kalimantan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Nobar Film Pesta Babi Bisa Lanjut, Tidak Ada Perintah Pembubaran
Indonesia
2 Marinir Jadi Korban Pembunuhan Berencana di Maybrat Papua, 7 Pelaku Masih DPO
Dua anggota Marinir tewas dalam penembakan dan penyergapan terencana di Maybrat, Papua Barat Daya.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
2 Marinir Jadi Korban Pembunuhan Berencana di Maybrat Papua, 7 Pelaku Masih DPO
Indonesia
3 Jam di Yahukimo, Gibran Akui Kunjungan Kerja Paling Menantang
Gibran mengapresiasi para prajurit TNI yang sudah mengamankan situasi sehingga kunjungan kerja di Yahukimo di tiga lokasi berjalan lancar.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 April 2026
3 Jam di Yahukimo, Gibran Akui Kunjungan Kerja Paling Menantang
Bagikan