SELANDIA Baru akan melarang penjualan tembakau untuk generasi muda dalam upaya untuk akhirnya menghentikan kebiasaan merokok di negara tersebut.
Warga Selandia Baru--yang biasa disebut Kiwis--yang lahir setelah 2008 tidak akan dapat membeli rokok atau produk tembakau seumur hidup mereka. Undang-undang yang mengatur hal itu diharapkan akan diberlakukan tahun depan.
"Kami ingin memastikan kaum muda tidak pernah mulai merokok," kata Menteri Kesehatan Dr Ayesha Verall seperti diberitakan BBC (9/12).
BACA JUGA:
Musisi hingga Bintang Hollywood Mulai Meninggalkan Rokok Konvensional
Langkah itu merupakan bagian dari larangan keras terhadap rokok yang diumumkan Kementerian Kesehatan Selandia Baru pada Kamis (9/12).
Para dokter dan pakar kesehatan lain di negara itu menyambut baik reformasi 'terdepan di dunia', yang akan mengurangi akses ke tembakau dan membatasi kadar nikotin dalam rokok. "Ini akan membantu orang berhenti atau beralih ke produk yang kurang berbahaya. Aturan ini juga mengurangi kemungkinan anak muda kecanduan nikotin," kata Prof Janet Hook dari University of Otago.
Tindakan keras itu mendapat reaksi beragam. "Saya rasa itu langkah yang bagus, sungguh," kata seorang pria kepada kantor berita Reuters.
“Karena saat ini banyak anak kecil yang berkeliaran dengan rokok di mulutnya. Publik bertanya-tanya bagaimana mereka mendapatkan rokok ini. Itu juga bagus untuk diriku sendiri karena aku bisa menghemat lebih banyak uang," imbuhnya.
Namun, yang lain telah memperingatkan bahwa langkah itu dapat menciptakan pasar gelap untuk tembakau, sesuatu yang diakui oleh pernyataan resmi kementerian kesehatan. "Bea dan cukai akan membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk menegakkan kontrol perbatasan," tegas mereka.
"Ini semua 100 persen teori dan 0 persen substansi. Akan ada gelombang kejahatan. Geng dan penjahat akan mengisi celah," ujar Sunny Kaushal, Ketua Dairy and Business Owners Group, kelompok lobi untuk toko serbaada lokal kepada situs berita Stuff Selandia Baru.
Lonjakan perokok muda
Selandia Baru bertekad untuk mencapai tujuan nasional mengurangi tingkat perokok nasional menjadi 5 persen pada 2025. Tujuan akhirnya ialah menghilangkan perokok sama sekali.
Saat ini, 13 persen orang dewasa Selandia Baru merokok, dengan tingkat yang jauh lebih tinggi di antara penduduk asli Maori. Jumlahnya melonjak hingga hampir sepertiga. Warga Maori juga menderita penyakit dan kematian pada tingkat yang lebih tinggi.
Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengatakan merokok menyebabkan satu dari empat kanker dan tetap menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah bagi 5 juta penduduk Selandia Baru. Industri rokok telah menjadi target legislator selama lebih dari satu dekade.
Sebagai bagian dari tindakan keras yang diumumkan pada Kamis, pemerintah juga memperkenalkan kontrol tembakau utama, termasuk secara signifikan membatasi tempat rokok dapat dijual dan mengeluarkan rokok dari supermarket dan toko kelontong.
Jumlah toko yang diizinkan untuk menjual rokok akan dikurangi secara drastis menjadi di bawah 500 dari sekitar 8.000 sekarang. Demikian diungkapkan para pejabat.
Dalam beberapa tahun terakhir, vaping, rokok elektrik yang menghasilkan uap dan memberikan nikotin telah menjadi jauh lebih populer di kalangan generasi muda daripada rokok.
Namun, otoritas kesehatan Selandia Baru memperingatkan bahwa vaping juga berbahaya. Para peneliti telah menemukan agen penyebab kanker yang berbahaya dalam cairan rokok elektrik.
Pada 2017 negara tersebut telah mengadopsi vaping sebagai jalur untuk membantu perokok berhenti dari tembakau.(aru)