HUT Kereta Api Indonesia

Kisah Masinis Lokomotif; Daftar Tentara Jadi Pembawa Kereta

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 28 September 2018
Kisah Masinis Lokomotif; Daftar Tentara Jadi Pembawa Kereta

Masinis lokomotif, Doni Purwanto. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DONI Purwanto semula tak pernah berkeinginan menjadi masinis. Cita-citanya hanya satu; ingin mengikuti jejak sang ayah. Ia pun mendaftar seleksi masuk Tentara Nasional Indonesia. Percobaan kali pertamanya berakhir di tahap awal. Begitu pun percobaan kali kedua dan ketiga.

Tak mau terus mengutuk kegagalan, Doni pun berusaha sekuat tenaga pada seleksi kali keempat. Ia pelajari betul-betul keteledoran di percobaan sebelumnya agar tak terulang. Strateginya terbukti mumpuni. Lelaki beralis tebal tersebut melenggang hingga tahap akhir, Penilaian Panitia Penentu Akhir (Pantukhir). Selangkah lagi cita-citanya mewujud.

Saat pengumuman tiba, ia tak habis pikir ketika melihat namanya tak masuk daftar. Doni lagi-lagi gagal menjadi tentara. "Belum rezeki saya," kata Doni kepada merahputih.com saat dinas di Stasiun Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (22/9).

Masinis lokomotif, Doni Purwanto. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Ia sempat putus asa. Perlahan impian mengenakan seragam loreng mulai ditanggalkan. Doni kemudian menjajal peruntungan di bidang lain. Namun, panggilan untuk mengabdi kembali datang dari Kodam. Bukan menjadi tentara, tapi bekerja untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI), menjadi Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan Masinis. "Untuk internal. Jalur khusus bagi yang gagal masuk TNI," kata lelaki berzodiak Sagitaurus terebut.

Ketika itu, lanjutnya, pihak KAI datang langsung ke Kodam menyampaikan kabar pihaknya membutuhkan tenaga untuk Polsuska dan masinis. Doni dan ketiga belas rekannya nan gagal di tahap Pantukhir pun menyambar tawaran tersebut.

Bila kebanyakan rekannya mendaftar Polsuska, Doni memilih jalan berbeda mengincar peluang menjadi masinis. "Saya berpikir tentang jenjang karier." katanya. Menjadi masinis, menurutnya, memiliki jenjang karir jelas dan memiliki tanggung jawab tinggi terhadap keselamatan penumpang.

Meski begitu, ia dan teman-temannya tak serta-merta lulus ujian. Doni pun harus melakoni beragam seleksi.

Daftar Masinis

Setelah mendaftar, Doni mulai was-was kejadian di masa lalu kembali menimpa. Hampir sebulan kabar kepastian tak kunjung tiba. Tiba-tiba, telepon genggamnya berdering. Di ujung telepon, seseorang dari pihak KAI memintanya datang untuk melakukan tes wawancara.

Usai melakukan tes wawancara, tak semua pelamar berhasil lolos tahap selanutnya. Dari 14 pelamar, hanya 4 orang lulus seleksi menjadi masinis.

Masinis lokomotif, Doni Purwanto. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Doni merupakan salah satu dari keempat nama tersebut. Ia mengaku senang bukan kepalang. PT KAI langsung menyodorkan kontrak magang dengan masa kontrak 2 tahun. Keempatnya kemudian dibagi ke dalam dua unit, Unit Jatinegara dan Unit Tanah Abang. "Setelah penandatanganan MoU, kami menunggu penerimaan dari umum. Sekitar sebulan, nama saya sudah ada di Unit Jatinegara," ujarnya.

Ikut Pelatihan Dasar

Setelah peserta tersaring, Doni kemudian diberangkatkan untuk mengikuti Pelatihan Pembentukan Kepribadian atau sering disebut Diksarwira (Pendidikan Dasar Kewiraan) kereta api di Lembang, Jawa Barat, sekitar 10 hari.

"Di Diksarwira kami tidak diizinkan menggunakan telepon genggam dan gadget lainnya," ucap Doni. Telepon genggam dan gadget dikembalikan setelah Diksarwira selesai.

Lulus Diksarwira, tak lantas membuat Doni langsung bekerja. Tak mudah baginya untuk langsung menjadi bagian dari PT KAI.

Ia pun sempat dikembalikan ke Unit Jatinegara, sebelum akhirnya melanjutkan pembekalan di Dipo Lokomotif atau Kantor UPT Crew Kereta Api selama beberapa waktu hingga ada panggilan untuk mengikuti pendidikan masinis di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Darman Prasetyo, Yogyakarta.

Masinis lokomotif, Doni Purwanto. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Di Jogya, kata Doni, dirinya mengikuti Dasar Teknik Operasional (DTO) selama sebulan. "Alhamdulillah saya lulus," katanya berseri-seri. Sebelum menjadi asisten masinis, sekitar Desember 2011, Doni mulai mendapat tugas untuk mengenal dan menghapal lintasan.

"Jadi, ikut dinas di kabin. Saya ketika itu didampingi instruktur untuk melihat kerja masinis dan asisten masinis," katanya. Di situ pula instruktur melakukan semacam tes tanya jawab seputar kereta api. "Ini selama sebulan, tapi gak full setiap hari, misal seminggu bisa 3 sampai 4 hari dinas".

Saat wawancara dengan instruktur, Doni ditanya seputar pengecekan lokomotif, seperti pengecekan riwayat, pernah ada gangguan atau tidak, apa bahan bakarnya sudah terpenuhi, ketebalan rem, dan lainnya. "Semua harus detil!" katanya. Kesalahan sekecil apapun, menurutnya, bisa berakibat fatal.

Masinis memiliki tanggung jawab penuh ketika kereta telah keluar dari dipo. "Jadi, agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan, asisten yang harus memastikan," katanya.

Ujian menjadi asisten masinis telah rampung. Namun, Doni masih belom diperkenankan mengemudikan kereta. "Saya dites lagi oleh kepala UPT buat diajuin ke senior manajer operasi," katanya. Kalau sudah layak, lanjutnya, calon masinis akan diajukan menjadi asisten masinis dan diberi tugas dinas, misalnya ke Cirebon atau Purwakarta.

"Pada Januari 2012 saya sudah menjadi asisten hingga 2015. Pada 2015, saya mengikuti sertifikasi agar benar-benar layak dan menghindari human error."

Menjadi Masinis

Impian Doni untuk menjadi seorang masinis baru terwujud di bulan Maret 2016. Ia pun kembali mengikuti pendidikan kelayakan menjadi masinis selama tiga minggu di Yogyakarta.

Masinis lokomotif, Doni Purwanto. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Ia beroleh materi sama seperti pendidikan DTO. "Tapi lebih mengedepankan kedisiplinan," katanya. Barulah pada minggu ketiga dilakukan wawancara dengan pejabat KAI seputar tugas masinis.

Setelah menjadi seorang masinis, ternyata kendala Doni hadapi semakin banyak. Mulai dari kepanasan di dalam kabin, sampai kedinginan di waktu hujan atau malam hari. "Kalau sudah hujan deras parah, kecepatan dibatasi. Misal pada awalnya kecepatan 100 km per jam menjadi 60 per jam, katanya.

Namun, terkait kecepatan itu, Doni mengaku tergantung lokasi lintasan dan kereta yang ia bawa. Misalnya pada jalur KA Siliwangi (Sukabumi-Cianjur), kecepatan itu maksimal 45 km per jam dan minial 20 km per jam.

Sementara, ketika ditanya perbedaan menjadi masinis lokomotif dengan commuter line, Doni menjawab terdapat dalam cara pengoperasiannya. "Kalau commuter line pakai listrik sedangkan lokomotif pakai disel," katanya.

Selain itu, kata Doni, membawa commuter line lebih nyaman, tidak kepanasan seperti halnya membawa lokomotif. Sementara mengenai pendidikan hampir sama. "Yang bikin beda salary besaran mereka," kelakar Doni.

Suka Duka Masinis

Dalam menjalankan tugas sebagai pembawa kereta, bapak satu orang anak itu mengaku bangga menjadi masinis. Pasalnya, ada ribuan bahkan jutaan masyarakat Indonesia yang mengidamkan profesi tersebut.

Selain itu, kata Doni, yang paling asyik menjadi seorang masinis bisa jalan-jalan gratis ditambah dikasih uang jalan. "Kesejahteraan juga alhamdulillah," kata Doni disusul gelak tawa.

Meski terlihat bahagia, menjadi seorang masinis juga tak luput dari rasa duka. Berdasarkan pengakuannya, bekerja di lapangan membuat ia jauh dari istri dan anak. "Waktu untuk mereka sangat sedikit," katanya.

Tak hanya itu, Doni juga mengaku keamanaan sebagai masinis juga masih sangat rawan. Apalagi, kata Doni, ketika melewati perlintasan yang ditimpuki warga. "Kami tidak tahu apa alasan warga melempari kami dengan batu. Hampir di setiap lintasan Jawa, terlebih di Bekasi. Walaupun kaca antipecah, tapi sangat riskan."

Meski demikian, ia bersama masinis lainnya tidak pernah timbul rasa benci terhadap masyarakat yang melakukan tindakan tercela tersebut. Bahkan, Doni berharap agar ke depannya masyarakat bisa semakin dewasa dan tidak melakukan tindakan semena-mena terhadap masinis.

Selain itu, Doni juga berharap kepada pemerintah terlebih pihak PT KAI agar perlintasan liar ditertibkan demi keamanan dan kenyamanan bersama. "Dan satu lagi, saya berharap proyek KA semakin berkembang," harapnya. (*)

#Kereta Api #Masinis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KAI Tambah 8.466 Kursi Kereta Antarkota per Hari, GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember
KAI menambah 8.466 kursi kereta antarkota per hari dan 39 perjalanan melalui GAPEKA 2026 yang mulai berlaku pada 1 Desember.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 November 2026
KAI Tambah 8.466 Kursi Kereta Antarkota per Hari, GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember
Indonesia
Tiket Kereta Nataru Desember 2026 Mulai Dijual, Jadwal dan Stasiun Pemberhentian Berubah
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai membuka pemesanan tiket kereta api jarak jauh untuk keberangkatan Natal dan Tahun Baru.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Tiket Kereta Nataru Desember 2026 Mulai Dijual, Jadwal dan Stasiun Pemberhentian Berubah
Dunia
46 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta Api di Spanyol, Ini Kronologinya
Sebanyak 46 orang dilaporkan tewas dalam tabrakan dua kereta api di Toledo, Spanyol. Perdana Menteri Pedro Sanchez menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.
Yusuf Abdillah - Rabu, 28 Oktober 2026
46 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta Api di Spanyol, Ini Kronologinya
Indonesia
PT KAI Gelontorkan Rp 11 Triliun Buat Reaktivasi Jalur KA di Sumatera Barat
Saat ini jalur kereta api aktif di Pulau Jawa telah mencapai 7.000 kilometer sedangkan rel moda transportasi darat tersebut di luar Jawa masih kurang dari 1.000 kilometer padahal populasinya 50:50 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
PT KAI Gelontorkan Rp 11 Triliun Buat Reaktivasi Jalur KA di Sumatera Barat
Indonesia
Ada Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Stasiun Gambir Beroperasi Normal
penyampaian pendapat dilaksanakan hari ini mulai pukul 10.00 WIB dengan titik kegiatan berada di sekitar kawasan Monas, Tugu Tani, gedung DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Ada Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Stasiun Gambir Beroperasi Normal
Indonesia
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang di perlintasan sebidang liar KM 67+400–500, antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Indonesia
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut KRL Bekasi, Polisi Ungkap Soal Pengereman
Polisi menetapkan masinis KA Anggrek sebagai tersangka tabrakan KRL di Bekasi yang menewaskan 16 orang. Penyidik menyoroti pengereman dari jarak 263 meter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut KRL Bekasi, Polisi Ungkap Soal Pengereman
Indonesia
Ulang Tahun, PT KAI Berikan Diskon 81 Persen
Tiket dengan tarif diskon juga tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau promo lain, tetapi tetap bisa dibatalkan atau dijadwalkan ulang sesuai ketentuan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ulang Tahun, PT KAI Berikan Diskon 81 Persen
Bagikan