Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pilpres 2019

Kisah Lucu Megawati Saat Memberitahu Kiai Ma'ruf Jadi Cawapres

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 02 April 2019
 Kisah Lucu Megawati Saat Memberitahu Kiai Ma'ruf Jadi Cawapres

Megawati Soekarnoputri saat berpidato pada Rakornas PDIP 1-2 September 2018 di Kantor DPP PDIP Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Politik tidak selama serius dan penuh dengan intrik. Kadang muncul kisah jenaka dibalik keputusan-keputusan politik yang penting. Hal ini dialami langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kepada para caleg dan anggota baru PDI Perjuangan, Megawati mengisahkan sebuat cerita lucu saat dirinya pertama kali mengetahui Kiai Ma'ruf Amin terpilih jadi cawapres pendamping Jokowi.

Menurut Megawati, setelah diputuskan bahwa KH Ma'ruf Amin yang dipilih sebagai cawapres untuk mendampingi capres petahana Joko Widodo, Megawati menemui KH Ma'ruf Amin untuk menyampaikan kabar gembira tersebut.

Ketika diberi tahu bahwa KH Ma'ruf Amin terpilih sebagai cawapres, menurut Megawati, yang ditanya pertama kali dinilai lucu sekali.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di Solo (MP/Ismail)

"Pak Ma'ruf bertanya, sopan sekali bertanyanya. Boleh nggak saya tanya. Ke pencalonan, saya musti pakai apa," kata Megawati di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (2/4).

Megawati mendengar pertanyaan itu jadi tersenyum. Menurut Megawati, Kiai Ma'ruf yang biasa memakai peci dan sarungan, memberi semacam kode bahwa dirinya siap memakai pakaian yang lain.

"Saya juga punya celana panjang," kata Kiai Ma'ruf kepada Megawati saat itu.

Mendengar pernyataan tersebut, Megawati lalu menjelaskan agar Kiai Ma'ruf tampil apa adanya.

"Kalau sudah terbiasa pakai sarung, ya sarungan saja. Kami jadi tertawa," kata Megawati.

Megawati mengaku kaget, karena Kiai Ma'ruf sampai memikirkan hal-hal terkecil, agar tidak membuat sesuatu yang kurang pantas. "Kiai Ma'ruf seharusnya tidak memusingkan soal itu," katanya.

Cerita yang sederhana dan lucu itu, menurut Megawati sebagiamana dilansir Antara, seharusnya banyak mewarnai Pemilu 2019. Pemilu, menurut dia, adalah pesta demokrasi untuk memilih sehingga seharusnya banyak diisi dengan kegembiraan.

"Kenapa kita tak tertawa seperti itu saja ya," ujarnya.

Kisah lucu Megawati itu langsung disambut tawa para pemuka agama, habaib, purnawirawan TNI/Polri serta akademisi.(*)

#Megawati Soekarnoputri #PDI Perjuangan #KH Ma'ruf Amin #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
PDIP tidak melihat rencana Kaesang sebagai sesuatu yang perlu ditanggapi secara khusus.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan