Kisah Haru Jokowi Terkait Usaha dari Warung Kecil

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 27 Januari 2019
Kisah Haru Jokowi Terkait Usaha dari Warung Kecil

Presiden Joko Widodo saat membuka hari pangan. (Dok./Setneg.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo di hadapan ratusan ibu-ibu binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bercerita tentang bisnisnya yang dimulai dari usaha warung kecil dan modal pinjaman hingga akhirnya bisa besar dan berkembang.

Presiden menuturkan tidak ada usaha yang tumbuh besar tanpa kerja keras. Hal itu pulalah yang ia tekankan kepada para ibu-ibu nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT PNM saat peninjauan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1).

"Tidak ada usaha yang semakin besar tanpa kerja keras. Tidak mungkin. Saya dulu juga mulai dari warung kecil. Tanya saja ke tetangga saya di Solo. Saya kerja dari jam berapa, subuh sampai tengah malam kadang sampai subuh lagi. Memang harus kerja keras," kata mantan pengusaha furnitur itu.

Ia berharap, kisah hidupnya membangun usaha bisa memecut semangat para nasabah Mekaar untuk terus meningkatkan usaha mereka. Terlebih, Presiden Jokowi mengaku dirinya bukan orang berada kala itu.

"Saya sadar, saya anak orang enggak punya. Makanya saya harus kerja keras," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengaku harus meminjam modal untuk bisa mengembangkan usahanya. Pinjaman yang diajukan pun, lama kelamaan terus meningkat seiring perkembangan usaha miliknya.

"Dulu saya tahun 1988 (pinjam) dapat Rp10 juta, naik lagi Rp30 juta, terus naik lagi sampai Rp500 juta. Setelah sudah besar begitu, ya tidak pinjam lagi," katanya.

Ia berharap, masyarakat bisa memanfaatkan Program Mekaar untuk bisa mengembangkan usaha dan menopang ekonomi keluarga.

"Kalau bisa di Mekaar, nanti bisa kita tarik ke KUR (Kredit Usaha Rakyat), pinjamannya bisa sampai Rp25 juta," katanya.

Ia berpesan agar ibu-ibu nasabah Mekaar tetap semangat bekerja keras meski saat ini usaha mereka masih kecil.

"Kalau masih kecil harus kerja keras, awal-awal memang begitu. Saya sembilan tahun kerja dari pagi ke pagi lagi saya alami. Ibu-ibu tahu kan kisah hidup saya? Di pinggir kali, susah, menderita, kesulitan, tapi jangan menyerah. Karena yang bisa memperbaiki keadaan kita ya kita sendiri," katanya.

Program Mekaar menyasar ibu-ibu atau kaum perempuan dari keluarga pra-sejahtera yang ada di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke untuk dibina dan diberikan pinjaman modal usaha dari PNM. Program tersebut memberikan pinjaman dari mulai plafon Rp2 juta sampai Rp5 juta per keluarga.

Hingga saat ini jumlah nasabah Mekaar telah mencapai 4.145.477 nasabah secara nasional. Khusus di DKI Jakarta, jumlahnya mencapai 72 ribu nasabah dengan rincian sebanyak 6.139 nasabah di Jakarta Pusat.

#Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Indonesia
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu memberikan Rp 50 miliar untuk restorative justice. Ia mengatakan, hal tersebut tak masuk akal.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Jokowi melarang Purbaya membangun program Koperasi Merah Putih karena lebih baik anggarannya diberikan kepada rakyat.
Frengky Aruan - Rabu, 08 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Indonesia
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dalam situasi normal, perjalanan udara Beirut menuju Jakarta memakan waktu minimal 17 jam
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Indonesia
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Politisi dari Fraksi PKS ini menekankan bahwa narasi "inisiatif DPR" tidak bisa berdiri sendiri
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Bagikan