MerahPutih.com - Suasana duka menyelimuti keluarga Rusli dan Arni Ramlah di Perumahan Bekasi Regensi 1, Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Putri bungsu mereka, Adelia Rifani (26), menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) petang.
Baca juga:
Kecelakaan KRL-Argo Bromo di Bekasi Timur, Kemenhub Panggil Green SM
Tidak ada firasat sebelumnya. Sang ayah, Rusli, sudah bersiap menjemput Adelia di Stasiun Cibitung seperti rutinitas biasanya. Namun hingga malam menjelang, kabar tak kunjung datang.
“Biasanya saya jemput. Malam itu sudah siap-siap, tapi sampai sekitar jam setengah 10 tidak ada kabar,” ucap Rusli dengan suara lirih, saat ditemui media, dikutip Rabu (29/4).
Memulai Langkah Kemandirian
Adelia, lulusan Geofisika Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, baru empat bulan bekerja di Jakarta sebagai karyawan PT Ivonesia Solusi Data.
Rutinitas pulang-pergi menggunakan kereta menjadi bagian dari langkah awalnya menuju kemandirian. Namun perjalanan itu berakhir tragis.
Baca juga:
Update Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Korban Meninggal Bertambah Jadi 15 Orang
Keluarga akhirnya menerima kabar duka sekitar pukul 23.00 WIB. Adelia ditemukan di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, tak lagi bisa pulang sendiri.
“Dia aktif banget, di mana-mana aktif. Sama teman lingkungan juga main. Baru mulai mandiri kerja di Jakarta,” kenang sang Ayah.
Melampaui Duka Keluarga
Adelia dikenal sebagai sosok hangat, mudah bergaul, dan tetap menjaga kedekatan dengan keluarga meski sibuk bekerja. Kebiasaan sederhana seperti berpamitan kepada ibu dan ayah sebelum berangkat kini tinggal kenangan.
Baca juga:
Tokoh masyarakat setempat, Budi Muhammad Mustofa, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, menyebut kepergian Adelia sebagai kehilangan besar.
“Semoga Allah SWT menerima iman Islamnya, mengampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya, dilansir Antara.
Kini, duka itu bukan hanya milik keluarga, tetapi juga warga sekitar yang merasa kehilangan sosok muda penuh semangat. (*)