'Kidz Zaman Now' Sering Baca Status, Bukan Buku

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 25 Februari 2018
 'Kidz Zaman Now' Sering Baca Status, Bukan Buku

Media sosial. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar, Mujib Rohmat prihatin dengan generasi muda yang lebih senang membaca status di media sosial ketimbang membaca buku.

"Anak muda sekarang sering membaca, iya. Tetapi, baca status, bukan buku. Suka menulis, iya, menulis status," katanya, saat membuka Lomba Baca Sajak Piala Bambang Sadono di Semarang, Minggu (25/2).

Lomba Baca Sajak Piala Bambang Sadono di Semarang itu merupakan putaran perdana yang akan dilaksanakan bergiliran di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah selama satu tahun penuh sebelum final.

Politikus Partai Golkar itu mengingatkan tingkat literasi bangsa Indonesia sekarang ini termasuk yang rendah, sebab dari 61 negara ternyata Indonesia menempati peringkat ke-60.

"Budaya baca semakin hari semakin menurun. Memang sangat memprihatinkan. Makanya, dengan adanya lomba ini diharapkan bisa menarik minat generasi muda untuk membaca," katanya dilansir Antara.

Ia membandingkan dengan generasi muda zaman dahulu, khususnya mahasiswa yang ketika itu memiliki majalah yang menjadi bacaan elit kalangan mahasiswa, yakni Majalah Prisma.

"Mahasiswa saat itu kalau belum baca Majalah Prisma kayak kurang bergengsi. Kemudian, kalau untuk sastra ada Majalah Horison. Mahasiswa dan aktivis nentengnya Prisma dan Horison," katanya.

Akan tetapi, generasi muda zaman sekarang ini sudah semakin jarang membaca buku, apalagi menceritakan buku-buku yang baru saja dibacanya atau karya sastra yang baru ditulisnya.

"Indonesia sarat dengan kebudayaan yang luar biasa, demikian pula sumber daya alamnya (SDA). Tetapi, tanpa diimbangi peningkatan sumber daya manusia (SDM) akan terus menyusut," katanya.

SDM harus mendapatkan perhatian besar untuk terus ditingkatkan kemampuannya, termasuk literasinya karena buku adalah jendela dunia di tengah kompetisi yang kian ketat.

"Pelaksanaan lomba ini membuktikan antusias peserta cukup bagus. Bisa jadi 'trigger' untuk meningkatkan literasi. Mungkin, anak muda tidak senang membaca karena tidak ada even seperti ini," katanya.

Sementara itu, DPD asal Jawa Tengah, Bambang Sadono selaku penyelenggara lomba mengakui semangat membaca anak-anak muda sekarang ini semakin pudar.

"Seiring perkembangan teknologi, anak-anak muda lebih senang membaca medsos ketimbang membaca buku. Padahal, tugas kita harus banyak membaca yang manfaatnya banyak sekali," katanya.

Dengan banyak membaca, kata sosok kelahiran Blora, 30 Januari 1957 itu, bisa menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan analisa untuk strategi mencapai cita-cita.

#Golkar #Kids Zaman Now #Baca Buku
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Partai Golkar baru akan menyetujui pemilihan kepala daerah lewat DPRD jika partisipasi publik tetap berjalan maksimal.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Indonesia
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Pemilihan di DPRD dilakukan secara terbuka melalui voting terbuka guna mencegah praktik transaksional. Selain itu,hanya memilih kepala daerah tanpa wakil.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Indonesia
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
Forum tersebut akan difokuskan pada konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, serta pembahasan arah strategis partai di masa depan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
Indonesia
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Dalam situasi nasional yang sangat berat ini, seharusnya seluruh kekuatan politik bersatu membantu rakyat, bukan justru memperdebatkan koalisi permanen atau tidak permanen
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Desember 2025
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Indonesia
Bahlil Dorong Pilkada Dipilih DPRD Agar UU Tak Diobrak-Abrik
Ia menyuarakan kekhawatiran tentang potensi perubahan norma yang sudah disepakati
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 06 Desember 2025
Bahlil Dorong Pilkada Dipilih DPRD Agar UU Tak Diobrak-Abrik
Indonesia
Viral Bupati Aceh Tenggara Sebut ‘Prabowo Presiden Seumur Hidup’, Golkar: Bentuk Ekspresi Kegembiraan
Ucapan Bupati Aceh Tenggara yang meminta Prabowo Subianto menjadi presiden seumur hidup viral di media sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Desember 2025
Viral Bupati Aceh Tenggara Sebut ‘Prabowo Presiden Seumur Hidup’, Golkar: Bentuk Ekspresi Kegembiraan
Indonesia
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Partai Golkar sejak awal telah mengusulkan dan mendukung beliau beserta tokoh-tokoh lainnya untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Kemudian tahun ini baru terwujud.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
Golkar Apresiasi Prabowo, Gelar Pahlawan Nasional Terhadap Soeharto dan Gus Dur Dinilai Sebagai Simbol Rekonsiliasi
Pak Harto berperan penting, baik pada masa prakemerdekaan, pascakemerdekaan, maupun selama menjadi presiden
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 November 2025
Golkar Apresiasi Prabowo, Gelar Pahlawan Nasional Terhadap Soeharto dan Gus Dur Dinilai Sebagai Simbol Rekonsiliasi
Indonesia
Idrus Marham Yakin Bahlil Setia ke Prabowo Meski Dihujat di Media Sosial
Memperjuangkan keadilan harus dengan cara adil, memperjuangkan demokrasi harus dengan cara demokratis
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 25 Oktober 2025
Idrus Marham Yakin Bahlil Setia ke Prabowo Meski Dihujat di Media Sosial
Indonesia
Kritik Terhadap Bahlil Lahadalia Dinilai Sudah Kebablasan dan Menyerang Personal Tanpa Berlandaskan Fakta, Golkar Siap Tempur?
Framing negatif terhadap Pak Bahlil Lahadalia sudah tidak diinspirasi oleh nilai-nilai Pancasila
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Oktober 2025
Kritik Terhadap Bahlil Lahadalia Dinilai Sudah Kebablasan dan Menyerang Personal Tanpa Berlandaskan Fakta, Golkar Siap Tempur?
Bagikan