Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ketum PBNU: Daripada Demo Mending Isi Waktu dengan Hal Produktif

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 17 November 2016
Ketum PBNU: Daripada Demo Mending Isi Waktu dengan Hal Produktif

Ketum PBNU Said Aqil saat konferensi pers terkait penetapan Ahok sebagai tersangka, di kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/11) (Foto: MP/John Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengajak umat Islam untuk mengisi waktu dengan bekerja, belajar, baca puisi dan mengisi waktu dengan berbuat hal yang positif.

Said mengatakan, unjuk rasa itu sifatnya mubazir karena menghabiskan waktu dan lainnya. Ia menyarankan agar digunakan untuk-hal produktif.

"Demonstrasi itu menghabiskan, satu waktu, kedua umur. Betapa baiknya kalau digunakan untuk hal yang produktif, belajar, kerja atau cari uang. Demo ini menghabiskan waktu, energi, ongkos biaya, tenaga, pikiran, yang menurut Islam mubazir," kata Said di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

Said juga berjanji untuk mengawasi dan mengawal proses hukum Ahok soal dugaan penistaan agama yang sedang ditangani oleh pihak berwenang.

"Toh, tuntutan NU, Muhammadiyah, MUI sudah jelas yaitu mengawal proses hukum dan itu sudah berjalan dan kita percaya kepolisian akan bekerja dengan baik," imbuhnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Muhammadiyah Tegaskan Demo 25 November Tidak Terjadi
  2. Presiden: Kunjungan ke Satuan-satuan TNI/Polri Tak Terkait Isu Aksi Demo
  3. Rachmawati Soekarnoputri Bakal Kawal Demo 25 November, Ada Apa?
  4. Tanggapan Ibas Soal Demo 4 November
  5. Pengamat: Demo 4 November Biasa-Biasa Saja
#Ahok Tersangka #Said Aqil Siradj #Ketua Umum PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Strategi Cerdas Pakistan Mediasi Iran-Amerika Dapat Jempol dari PBNU
PBNU mendorong Indonesia untuk terus memposisikan diri sebagai sahabat bagi semua negara yang terlibat demi menjaga nilai-nilai kemanusiaan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 April 2026
Strategi Cerdas Pakistan Mediasi Iran-Amerika Dapat Jempol dari PBNU
Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Minta Umat Islam Jangan Ribut Masalah Perbedaan Awal Puasa
Pemerintah menekankan bahwa keberagaman dalam memulai ibadah puasa merupakan hal lumrah yang sudah sering terjadi di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
Menag Nasaruddin Umar Minta Umat Islam Jangan Ribut Masalah Perbedaan Awal Puasa
Indonesia
PBNU Tetapkan Awal Ramadan Kamis 19 Februari, Sama Seperti Pemerintah
Gus Yahya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas yang bekerja di berbagai wilayah
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
PBNU Tetapkan Awal Ramadan Kamis 19 Februari, Sama Seperti Pemerintah
Indonesia
Syuriyah PBNU Gelar Rapat Pencopotan, Gus Yahya: Hanya Muktamar Yang Bisa Berhentikan
Gus Yahya mengklaim masih aktif menjalankan tugas dan fungsi-fungsi organisasi. Dia menjelaskan, apabila ingin memberhentikan dirinya harus melalui muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Desember 2025
Syuriyah PBNU Gelar Rapat Pencopotan, Gus Yahya: Hanya Muktamar Yang Bisa Berhentikan
Indonesia
PBNU Minta Kader tak Gampang Percaya soal Surat Pemecatan Ketum Gus Yahya
PBNU meminta seluruh pihak melakukan verifikasi keaslian surat melalui situs verifikasi-surat.nu.id atau menggunakan Peruri Code Scanner.
Dwi Astarini - Rabu, 26 November 2025
PBNU Minta Kader tak Gampang Percaya soal Surat Pemecatan Ketum Gus Yahya
Indonesia
PBNU Klaim Surat Pemecatan Gus Yahya dari Ketum Ilegal, tak Ada Tanda Tangan Pengurus Pusat
Seluruh jajaran pengurus serta warga NU di semua tingkatan diimnau tetap tenang dan memeriksa keaslian dokumen yang mengatasnamakan PBNU melalui saluran resmi.
Dwi Astarini - Rabu, 26 November 2025
PBNU Klaim Surat Pemecatan Gus Yahya dari Ketum Ilegal, tak Ada Tanda Tangan Pengurus Pusat
Indonesia
PBNU Memanas, Katib Syuriah Minta Dua Kubu Islah dan Bertemu
AD/ART NU menetapkan Ketua Umum sebagai mandataris Muktamar. Karena itu, pemberhentian hanya dapat dilakukan melalui Muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 25 November 2025
PBNU Memanas, Katib Syuriah Minta Dua Kubu Islah dan Bertemu
Indonesia
Tak Perlu Penyeragaman Paskibraka Berjilbab, BPIP: Kita Ini Bhinneka
Pada tahun-tahun sebelumnya, anggota Paskibraka boleh menggunakan jilbab dalam upacara pengukuhan maupun pengibaran bendera pada tanggal 17 Agustus
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Agustus 2024
Tak Perlu Penyeragaman Paskibraka Berjilbab, BPIP: Kita Ini Bhinneka
Berita Foto
Permintaan Maaf PBNU Terkait Pertemuan Nahdliyin Muda dengan Presiden Israel Isaac Herzog
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (ketiga kiri) memberikan keterangan pers didampingi Sekjen PBNU, Syaifullah Yusuf (ketiga kanan) dan Rektor UNUSIA, Juri Ardiantoro (Kedua kiri) , Bendahara Umum Fatayat NU, Wilda Tusururoh (kanan) dan Ketua Pagar Nusa Nabiel Harun (kedua kanan) dan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Samsul Ma'arif (kiri) dalam Konferensi Pers di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).
Didik Setiawan - Selasa, 16 Juli 2024
Permintaan Maaf PBNU Terkait Pertemuan Nahdliyin Muda dengan Presiden Israel Isaac Herzog
Indonesia
PKB Dorong Said Aqil Siroj Jadi Ketua Timses Anies-Cak Imin
Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal berharap Kiai Said Aqil Siroj bersedia menjadi Ketua Tim Sukses Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Mula Akmal - Jumat, 29 September 2023
PKB Dorong Said Aqil Siroj Jadi Ketua Timses Anies-Cak Imin
Bagikan