Ketua DPRD DKI Yakin Pembentukan Kawasan Aglomerasi Permudah Kelola Masalah Klasik
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin (DPRD DKI Jakarta)
Merahputih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menegaskan pembentukan kawasan Aglomerasi sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) akan membawa banyak dampak positif.
Salah satunya adalah mengatasi masalah-masalah klasik seperti transportasi, sampah, dan banjir yang selama ini terjadi di Jakarta.
"Adanya payung hukum yang jelas akan koordinasi antar daerah akan lebih efektif," ujar Khoirudin dalam keterangannya, Selasa (7/1).
Baca juga:
Pemprov DKI Dukung MRT Jakarta untuk Perluas Integrasi Wilayah Aglomerasi
Khoirudin optimistis, adanya kawasan Aglomerasi akan membantu Jakarta mengatasi masalah-masalah lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Adanya kawasan Aglomerasi ini menjadi mudah bagaimana kita mengatur dan mengoordinasikan solusi atas persoalan yang terjadi," terangnya.
Khoirudin mengingatkan, pembentukan kawasan Aglomerasi bukan tanpa tantangan. Ia mencontohkan, masalah koordinasi antar pemerintah daerah yang memiliki kewenangan berbeda. Sehingga, diperlukan regulasi yang jelas untuk mengatasi tantangan ini.
Baca juga:
Jubir RIDO: Transportasi Perkotaan Modern Harus Jangkau Aglomerasi Jakarta
"Bagaimana kita mengatur transportasi misalnya. Kan tidak boleh transportasi kita nyelonong melewati batas geografi wilayah lain," ungkapnya.
Ia berharap, kawasan Aglomerasi bisa membangun infrastruktur pendukung untuk membantu menyelesaikan masalah Jakarta, seperti banjir dan sampah. Salah satunya dengan membangun waduk.
"InsyaAllah saya bersyukur ada ide kawasan Aglomerasi ini akan memudahkan Jakarta," tandasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
DPRD DKI Bahas Raperda P4GN, Pramono Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkoba
Cegah Penyalahgunaan, Fraksi Gerindra DKI Dorong Pengawasan Ketat Obat Keras
DPRD DKI Usulkan Cabut Izin Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Narkoba
Persoalan Banjir di Jakarta Tak Kunjung Terselesaikan, DPRD: OMC Hanya Instrumen Tambahan, Bukan Jawaban
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Plafon Rusak dan Rawan Ambruk, DPRD DKI Soroti Bangunan Pasar Sunan Giri Jaktim
DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Rakyat Jangan Cuma Proyek Seremonial Belaka
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Masih Punya Nilai Ekonomis, Bongkaran Besi Tiang Monorel Dinilai Jadi Urusan Adhi Karya
3 Warga Cilincing Tewas Tersengat Listrik saat Banjir, DPRD DKI Soroti Anggaran Rp 2,8 Triliun