Headline

Ketua DPR Percaya Islam Indonesia Bisa Jadi Contoh Bagi Dunia

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 10 Februari 2018
Ketua DPR Percaya Islam Indonesia Bisa Jadi Contoh Bagi Dunia

Ketua DPR Bambang Soesatyo menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan LKBN ANTARA. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Perkembangan dan dinamika Islam Indonesia akan membawa perubahan positif bagi peradaban dunia. Islam Indonesia menghadirkan wajah yang ramah dan terbuka.

Atas dasar itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan optimistis Islam akan bangkit dari Indonesia sehingga jadi contoh teladan bagi dunia.

Bambang Soesatyo mengatakan hal itu dalam pidatonya saat menghadiri acara Maulud Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Jagat Arasy, Tangerang Selatan, seperti dikutip melalui siaran persnya, Sabtu (10/2).

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, Bambang juga menandatangani prasasti "Green Campus" bersama Mursyid Tareqat Qadiriyah Naqsabandiyah Syekh Abah Gaos dari Suryalaya.

Menurut Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, pola pendidikan agama Islam di pondok pesantren akan melahirkan generasi selanjutnya yang membawa kejayaan Islam dari Indonesia di dunia.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, dalam agama Islam mengajarkan pentingnya kejujuran, amanah, kerja keras, disiplin, mendalami ilmu pengetahuan, serta berpandangan jauh ke depan, guna mencapai kemajuan.

"Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam, memiliki kedudukan dan peran penting bagi kemajuan Islam di Indonesia," katanya.

Menurut dia, melalui pondok pesantren, dapat dikembangkan ilmu pengetahuan dan etos kemajuan yang dilandasi keimanan dan akhlak mulia, sehingga ilmu pengetahuan tidak tercerabut dari etika dan moral agama.

Bamsoet sebagaimana dilansir Antara menambahkan masyarakat muslim dari dunia internasional menaruh harapan kebangkitan Islam akan muncul dari Indonesia, yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia serta pemerintahannya dengan sistem demokrasi.

"Di Indonesia, Islam dan demokrasi dapat berjalan seiring dan saling mengisi. Demokrasi yang stabil menjadikan perekonomian tumbuh dan mendorong kesejahteraan rakyat," katanya.

Menurut Bamsoet, sinergitas antara ajaran agama Islam dan demokrasi ini, yang tidak terlihat di banyak negara lainnya di dunia.

Banyak negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika, kata dia, yang belum dapat menerapkan demokrasi bersinergi dengan ajaran Islam.

Indonesia dapat menerapkan pemerintahan yang demokratis sejalan dengan ajaran agama Islam, karena Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan berbangsa dan negara.

"Pancasila merupakan titik temu dari kebhinekaan dan kemajemukan bangsa Indnesia," pungkas Bamsoet.(*)

#Pondok Pesantren #Bambang Soesatyo #Ketua DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Puan Buka Masa Persidangan DPR, Kasus Hukum hingga BPJS yang Jadi Sorotan
Puan Maharani membuka Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027. Sejumlah isu disorot, mulai kasus hukum, lapangan kerja, pendidikan hingga BPJS Kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Puan Buka Masa Persidangan DPR, Kasus Hukum hingga BPJS yang Jadi Sorotan
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Berbagai tantangan masih dihadapi anak-anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, eksploitasi, perundungan, hingga ancaman di ruang digital.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Indonesia
Bicara di DPR, Ibu Santri Tewas Dibakar Hidup-Hidup di Ponpes Ketuk Pintu Hati Prabowo
Ibu santri korban pembakaran di Ponpes NTB menyampaikan surat haru ke Presiden Prabowo Subianto dalam RDPU DPR.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Bicara di DPR, Ibu Santri Tewas Dibakar Hidup-Hidup di Ponpes Ketuk Pintu Hati Prabowo
Indonesia
HUT ke-80 Bhayangkara, Puan Maharani Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Polri
Puan Maharani menegaskan Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum memperkuat legitimasi Polri melalui pelayanan profesional, transparan, dan akuntabel.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
HUT ke-80 Bhayangkara, Puan Maharani Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Polri
Indonesia
Puan Maharani Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online: Sudah Darurat Nasional
Puan Maharani menyebut maraknya anak terpapar judi online sebagai alarm darurat nasional dan ancaman serius bagi masa depan generasi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Puan Maharani Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online: Sudah Darurat Nasional
Indonesia
Ketua DPR Tekankan APBN 2027 Jangan Hanya Sekadar Angka, Tapi Harus Menyejahterakan Rakyat
Ketua DPR RI menegaskan APBN 2027 harus menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Ketua DPR Tekankan APBN 2027 Jangan Hanya Sekadar Angka, Tapi Harus Menyejahterakan Rakyat
Indonesia
Oknum Pimpinan Pesantren di Garut Diduga 'Garap' Santriwati, Video Penangkapan oleh Polisi Viral di Medsos
Kabar miring perbuatan noda oknum pimpinan pesantren tersebut sempat menyulut emosi massa sekitar lingkungan lembaga pendidikan
Angga Yudha Pratama - Senin, 18 Mei 2026
Oknum Pimpinan Pesantren di Garut Diduga 'Garap' Santriwati, Video Penangkapan oleh Polisi Viral di Medsos
Indonesia
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Kementerian Agama mencabut izin operasional pondok pesantren terkait dugaan kekerasan seksual dan menegaskan pelaku harus dihukum berat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Pengetatan pengawasan terhadap lembaga pendidikan berasrama melalui audit berkala pada sistem perlindungan anak dan mekanisme pengaduan internal juga menjadi poin mendesak
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Indonesia
DPR Desak Pemberatan Hukuman UU TPKS bagi Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati
Selain hukuman bagi oknum, evaluasi total terhadap sistem pendidikan pesantren menjadi fokus utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
DPR Desak Pemberatan Hukuman UU TPKS bagi Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati
Bagikan