Ketika Terjadi Resesi, inilah Langkah Ekonomi yang Harus Kamu Lakukan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 06 November 2024
Ketika Terjadi Resesi, inilah Langkah Ekonomi yang Harus Kamu Lakukan

Ini langkah ekonomi yang harus kamu lakukan ketika terjadi resesi. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KETIKA resesi ekonomi melanda, dampaknya bisa dirasakan hampir semua orang. Resesi biasanya ditandai penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan.

Resesi memicu tingkat pengangguran tinggi, penurunan pendapatan, dan ketidakpastian keuangan. Untuk menghadapi kondisi ini, kamu perlu mengambil beberapa langkah agar finansial tetap stabil.

Pertama, fokus pada membangun dana darurat. Pastikan kamu memiliki cadangan dana yang bisa menutupi biaya hidup selama tiga hingga enam bulan mendatang. Ini penting untuk menghadapi keadaan darurat jika kehilangan pendapatan.

Kedua, kendalikan pengeluaran. Pilih prioritas pengeluaran pada kebutuhan pokok dan kurangi belanja pada kebutuhan yang sifatnya konsumtif.

Baca juga:

Resesi Ekonomi Hantam Dunia, Kemiskinan Ekstrem Kian Bertambah



Pengeluaran yang berlebihan bisa memperburuk kondisi finansial jika pendapatan berkurang atau hilang. Selanjutnya, hindari utang konsumtif.

Saat resesi, kemampuan untuk melunasi utang mungkin akan berkurang, jadi penting untuk tidak menambah beban utang baru. Fokus pada melunasi utang yang ada, terutama yang memiliki bunga tinggi.

Investasi juga tetap perlu dilakukan, namun dengan strategi yang lebih konservatif. Diversifikasi investasi ke aset yang lebih aman, seperti obligasi atau emas, bisa menjadi pilihan yang bijak.

Terakhir, tingkatkan keterampilan atau cari peluang baru untuk menambah pendapatan. Meningkatkan keterampilan bisa membuka peluang di tengah ketidakpastian ekonomi dan memberi jaminan lebih pada pekerjaan.(waf)

Baca juga:

20 Negara Zona Euro Mengalami Resesi Ringan





#Ekonomi #Resesi Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Indonesia
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai tingginya imbal hasil instrumen keuangan belum cukup menopang rupiah. Ia mendorong BI mengubah bauran kebijakan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Indonesia
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Ia merasa bahagia karena Ijtima Ulama PKB secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Bagikan