Ketika Konflik Perbatasan India-China Memanas Setelah Trump Dilantik Jadi Presiden AS
Presiden terpilih AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)
MerahPutih.com - Konflik perbatasan antara India dan China kembali memanas setelah negara yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping itu mengumumkan pembentukan kabupaten baru yang mencakup wilayah yang dipersengketakan di Ladakh.
India langsung bereaksi dengan protes publik, menegaskan bahwa New Delhi tidak pernah menerima pendudukan ilegal China di wilayah tersebut, demikian seperti dilansir laman Aljazeera, Senin (6/1).
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, China tidak memiliki legitimasi atas klaim wilayahnya. Konflik ini memperburuk hubungan antara kedua negara yang telah berlangsung sejak 2020.
Analis memprediksi bahwa hubungan India-China akan diuji lagi dengan inagurasi Presiden AS terpilih Donald Trump pada 20 Januari. Trump sebelumnya telah meluncurkan perang dagang dengan China dan mengancam tarif 100 persen atas impor dari China.
Baca juga:
Namun, Trump walau telah memuji Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai orang baik dan mengancam tarif terhadap India.
Kekhawatiran muncul di kalangan komunitas strategis India mengenai kebijakan Trump yang tidak konsisten terhadap China, terutama karena peran penting China dalam kepentingan bisnis sekutu Trump, Elon Musk.
“Ada dua bahaya bagi India di masa jabatan kedua [Trump],” kata Christopher Clary, peneliti nonresiden di Stimson Center dan profesor madya ilmu politik di University of Albany.
Menurut Clary, Trump dan timnya mungkin lebih agresif daripada preferensi New Delhi, terutama pada arus perdagangan dan investasi yang memaksa India untuk membuat pilihan yang tidak ingin dilakukannya.
Baca juga:
Alasan Donald Trump Minta Undang-Undang Pelarangan TikTok di AS Dihentikan Sementara
"Atau, [tim Trump] mungkin mencoba membuat kesepakatan besar dengan China untuk memoles kredibilitasnya sebagai pembuat kesepakatan utama. Itu akan membuat India terpuruk," tutupnya. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama