Ketika Jokowi Mengikuti KTT G20 dan Donald Trump Berupaya Menurunkan Defisit

Thomas KukuhThomas Kukuh - Jumat, 28 Juni 2019
Ketika Jokowi Mengikuti KTT G20 dan Donald Trump Berupaya Menurunkan Defisit

Presiden Jokowi berfoto bersama Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20 di Osaka, Jepang. (Biro Pres Sekretariat Presiden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Usai berpidato menanggapi hasil putusan sengketa Pilpres 2019 oleh MK, Presiden Joko Widodo langsung berangkat ke Osaka, Jepang guna mengikuti KTT G20.

Setibanya di sana, Jokowi langsung mengikuti sejumlah agenda. Di antaranya official welcome dan juga family photo yang diadakan di INTEX Osaka.

Saat menunggu acara tersebut, Presiden Jokowi sempat berbincang bersama kepala negara, kepala pemerintahan negara G20, dan juga pimpinan lembaga internasional dalam suasana yang akrab.

BACA JUGA: Keluarga Jokowi di Solo: Jokowi Menang Tidak Ada Acara Syukuran

Seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Putra Mahkota Kerajaan Saudi Mohammad bin Salman, PM Kanada Justin Trudeau, PM Australia Scott Morrison, PM Belanda Mark Rutte, dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde.

Bahkan Presiden Trump sempat memberikan permen kepada Presiden Jokowi.

Jokowi
Presiden Jokowi saat memakan permen pemberian Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20 di Osaka, Jepang. (Biro Pres Sekretariat Presiden)

Seperti diketahui, KTT G20 dimulai di tengah kecemasan global yang meningkat atas perang dagang AS-Tiongkok dan meningkatnya ketegangan atas komitmen nuklir Iran.

Semua mata tertuju pada pertemuan berisiko tinggi antara Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT G20. Apakah presiden AS akan melakukan ancamannya terhadap tarif tambahan untuk barang-barang Tiongkok.

BACA JUGA: Jokowi: Tidak Ada Lagi 01 dan 02 yang Ada Hanyalah Persatuan Indonesia

"Hubungan perdagangan antara Tiongkok dan AS sedang sulit. Mereka (AS-Tiongkok) berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi global," Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan pada konferensi pers seperti dilansir Antara.

Jokowi
Jokowi saat berbincang dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan beberapa pemimpin dunia lainnya di sela KTT G20 di Osaka, Jepang. (Biro Pres Sekretariat Presiden)

"Saya akan menarik perhatian mereka pada dampak berbahaya yang diciptakan oleh masalah kontroversial ini,” imbuhnya.

Juncker mengatakan, Uni Eropa bekerja sama dengan Tiongkok, Jepang, AS dan lainnya untuk mereformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan menciptakan lapangan permainan yang setara.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menyatakan keprihatinannya tentang Iran yang berpotensi melanggar komitmen nuklir. ”Kami sangat mendesak Iran untuk melanjutkan implementasi penuh dari semua komitmennya soal kesepakatan nuklirnya. Kami menanggapi dengan sangat serius kemungkinan pelanggaran komitmen Iran,” kata Tusk pada konferensi pers.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, dalam KTT G20 ini dia akan membahas perdagangan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Menurutnya, kini Washington berusaha untuk memotong defisit perdagangan yang besar.

“Kami akan berbicara tentang banyak hal dan kami juga akan berbicara tentang banyak perdagangan. Saya menghargai kenyataan bahwa Anda mengirim banyak perusahaan mobil ke Michigan dan Ohio dan Pennsylvania dan North Carolina," kata Trump pada awal pembicaraan.

Tokyo dan Washington terlibat dalam pembicaraan perdagangan yang sulit karena pemerintah Trump berupaya untuk menurunkan defisit perdagangan AS.

Trump, ditanya apakah ia akan meneruskan tarif ekspor mobil Jepang ke AS, ia menegaskan bahwa akan membahas perdagangan dengan Abe dan mengatakan itu akan positif. (*)

#Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Beredar informasi yang menyebut Jokowi divonis bersalah oleh Hakim MK Anwar Usman karena telah melakukan pemalsuan ijazah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Beredar unggahan yang menyebut pemerintah telah menetapkan Jokowi sebagai bencana nasional. Cek fakta dan keaslian informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Joko Widodo Ditugaskan BRIN Jadi Ketua Taskforce Penanggulangan Bencana, cek faktanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Beredar video yang menampilkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah mengunjungi lokasi bencana alam Sumatra. Cek fakta lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Beredar video yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo marah kepada Menkeu Purbaya karena menolak bayar utang Whoosh menggunakan APBN.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Kejaksaan Agung menyita uang Jokowi senilai triliunan. Cek faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Indonesia
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
David Febrian Sandi tegaskan dukungan pada Prabowo-Gibran adalah langkah sah melanjutkan visi Jokowi
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 November 2025
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Beredar informasi yang menyebut Jokowi dan Gibran akan berkontestasi di Pilpres 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Indonesia
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Jokowi menegaskan proyek transportasi massal seperti Whoosh dibangun untuk layanan publik dan manfaat sosial, bukan demi keuntungan finansial.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Oktober 2025
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Bagikan