Ketika Jokowi "Balas Dendam" Jadi Wartawan di Hari Pers, Bikin Ngakak!

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 09 Februari 2018
Ketika Jokowi

Presiden Jokowi berdialog saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, di Pantai Cimpago, Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (9/2). (Foto: Humas/Anggun)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil mengocok perut para insan pers dan para tamu undangan yang hadir dalam peringatan Hari Pers Nasional di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatra Barat, Jumat (9/2).

Dari pantauan MerahPutih.com yang ikut menghadiri peringatan HPN, dalam sambutannya, Jokowi tiba-tiba sedikit curhat.

"Kalau wawancara doorstop, pertanyaan wartawan selalu sulit," kata dia.

Dia mengaku sering tidak siap dengan pertanyaan yang diajukan wartawan saat doorstop.

"Jadi sekarang gantian. Saya pengin jadi wartawan," kata Jokowi lalu disambut tawa para tamu undangan.

Dia lantas mengundang satu wartawan datang ke panggung. Dia menunjuk seorang wartawan Muhammad Yusri Nur Raja Agam untuk maju ke panggung.

Ternyata wartawan senior asal Surabaya itu dikerjai Jokowi.

"Sekarang, bapak jadi Presiden, saya jadi wartawan. Saya mau nanya ke Presiden," ucap Jokowi.

Yusri tanggap. Dia seolah tak keder dengan permain Jokowi.

"Apa Pak wartawan," ucapnya dengan gaya sedikit menantang Jokowi karena sedang berperan jadi Presiden. Jokowi meringis, para undangan pun terkekeh.

"Menurut Pak Presiden, siapa menteri yang paling penting?" tanya Jokowi.

"Menteri yang membuat nyaman." jawab Yusri sang Presiden sementara.

"Ah, jangan muter-muter (jawabannya), saya nggak bisa nangkap. Belum bisa ditulis itu jawabannya Pak," seru Jokowi dan membuat para undangan semakin ngakak.

Tak sampai di situ, Jokowi bak melancarkan pertanyaan andalan.

"Pak Presiden, menurut bapak, apa media yang sering bikin jengkel?"

Yusri pun menjawab, "Media abal-abal."

Namun Jokowi membantah. Kata dia, di istana tidak ada media abal-abal. Semuanya jelas.

"Kalau begitu (media yang bikin jengkel) Rakyat Merdeka," seru Yusri.

Tak pelak, Jokowi terbahak mendengar jawaban Yusri. Para undangan juga tak bisa menahan tawa.

"Pak Presiden ini blak-blakan sekali. Sama seperti yang saya rasakan," kata Jokowi sambil tertawa.

Seolah puas dengan tukar perannya sebagai wartawan dengan Yusri, Jokowi pun memberikannya sepeda.

"Sana ambil sepedanya. Sekarang saya jadi Presiden lagi,"

Dan, undangan pun bertepuk tangan. (Kuh)

#Hari Pers Nasional #Presiden Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dalam situasi normal, perjalanan udara Beirut menuju Jakarta memakan waktu minimal 17 jam
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Indonesia
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan doa dan harapan agar insan pers nasional terus menjadi pilar penting dalam kemajuan bangsa dan negara.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Indonesia
Indek Kebebasan Pers Indonesia Terus Merosot di Tingkat Global, Tantangan Nyata HPN 2026
Anjloknya indeks kebebasan pers di Indonesia menandakan adanya tantangan besar menjaga independensi media tanah air di tengah tekanan politik dan ekonomi.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Indek Kebebasan Pers Indonesia Terus Merosot di Tingkat Global, Tantangan Nyata HPN 2026
Indonesia
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya jurnalisme berbasis etika di era AI saat menghadiri Hari Pers Nasional 2026 di Banten.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma
Indonesia
Dewan Pers Tegur Perusahaan AI soal Penggunaan Berita Tanpa Royalti
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan platform AI wajib membayar royalti jika menggunakan karya jurnalistik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Dewan Pers Tegur Perusahaan AI soal Penggunaan Berita Tanpa Royalti
Indonesia
Iwakum Terima Penghargaan PWI dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Iwakum menerima penghargaan PWI dalam Hari Pers Nasional 2026 atas kontribusi dalam jurnalisme hukum dan perlindungan kebebasan pers di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Iwakum Terima Penghargaan PWI dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Indonesia
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tekankan Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Pers
Iwakum memaknai Hari Pers Nasional 2026 sebagai momentum atas pentingnya perlindungan hukum bagi kebebasan pers di Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 09 Februari 2026
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tekankan Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Pers
Indonesia
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Setidaknya ada lima persoalan besar yang dihadapi pers nasional saat ini, seperti ekonomi media, kemerdekaan pers, profesionalisme wartawan dan disrupsi digital, serta regulasi belum berpihak penuh pada pers.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Indonesia
Prabowo Kembali ke Jakarta Usai Kunjungan Kerja di Solo, Jokowi Ikut Mengantar HIngga Pangkalan Udara
Selama kunjungannya di Jawa Tengah, Presiden Prabowo melaksanakan beberapa agenda penting
Angga Yudha Pratama - Selasa, 22 Juli 2025
Prabowo Kembali ke Jakarta Usai Kunjungan Kerja di Solo, Jokowi Ikut Mengantar HIngga Pangkalan Udara
Indonesia
Penyelidikan Ijazah Palsu Presiden Jokowi Berlanjut, Polda Metro Jaya Klarifikasi Data Sekolah dan Kampus
Klarifikasi ini adalah bagian dari pengumpulan fakta dan pendalaman kasus
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Juni 2025
Penyelidikan Ijazah Palsu Presiden Jokowi Berlanjut, Polda Metro Jaya Klarifikasi Data Sekolah dan Kampus
Bagikan