MerahPutih.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema FLPP telah mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026. Masih terdapat puluhan ribu permohonan yang sedang diproses hingga tahap akad.
Dari sisi pasokan (supply) saat ini tersedia 21.077 unit rumah subsidi yang siap dibeli oleh masyarakat. Adapun berdasarkan kelompok penerima manfaat, pekerja sektor buruh dan karyawan swasta mendominasi dengan total 76.715 unit KPR subsidi, diikuti kelompok wirausaha sebanyak 21.192 unit.
BP Tapera menyatakan pemerintah terus memperkuat dukungan pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan target penyaluran 350.000 unit rumah.
"Prospek pasar rumah subsidi pada semester II 2026 masih sangat positif. Tingginya backlog kepemilikan rumah menunjukkan bahwa kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih sangat besar dan belum sepenuhnya terpenuhi. Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat dukungan pembiayaan melalui skema FLPP dengan target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2026," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Baca juga:
Prabowo Cek Rumah Subsidi di Batang Jawa Tengah, Saksikan Akad Massal KPR
Baca juga:
Bunga Kredit FLPP Tetap 5 Persen, Berlaku Sampai Akhir Tenor
Selain itu berbagai kebijakan seperti tenor KPR FLPP hingga 40 tahun, suku bunga tetap yang rendah, serta kemudahan akses pembiayaan bagi MBR semakin meningkatkan keterjangkauan rumah subsidi.
Faktor-faktor tersebut diyakini akan menjaga permintaan tetap kuat hingga akhir tahun,
ujarnya dikutip Antara.

