MerahPutih.com - Tenor KPR FLPP yang lebih panjang hingga 40 tahun berpotensi menekan cicilan dan memperluas kelompok masyarakat yang dapat mengakses kredit perumahan.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, BTN menyatakan saat ini masih menunggu kesiapan implementasi skema tersebut sebelum dapat ditawarkan kepada masyarakat.
Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700.000–Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya,
kata Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/8).
Menurut Nixon, strategi meningkatkan keterjangkauan juga perlu mempertimbangkan perkembangan kemampuan finansial masyarakat.
Baca juga:
Bunga Kredit FLPP Tetap 5 Persen, Berlaku Sampai Akhir Tenor
Tenor yang lebih panjang dan beban bunga yang lebih ringan pada periode awal dapat memberikan ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai memiliki rumah lebih awal.
Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu tiga, empat, sampai lima tahun,
jelas Nixon.
Di Danantara Housing Expo (DHE) 2026, BTN bersama Danantara dan bank-bank Himbara menghadirkan skema KPR dengan bunga mulai 2,75 persen dan tenor hingga 30 tahun.
Pameran yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 27–30 Agustus 2026 ini menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta.
Pameran tersebut diarahkan untuk mempertemukan tiga aspek penting, yakni pasokan hunian dengan harga terjangkau, skema pembiayaan yang kompetitif, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat.