MerahPutih.com - Pemerintah memasukan ketahanan pangan dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024 guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, menjaga stabilitas harga bahan pangan ini telah diwujudkan oleh pemerintah dalam pengambilan kebijakan pada komoditas minyak goreng.
Baca Juga
Tinjau Operasi Pasar di Surabaya, Menko Airlangga Dicurhati Pedagang
“Kebijakan ini baru diambil dan regulasinya sedang diatur dalam keputusan Mendag yang baru diterbitkan 2 hari lalu," kata Airlangga saat meninjau operasi pasar di Pasar Wonokromo, Kota Surabaya, Kamis (13/1).
Selain menjaga stabilitas harga pangan, pemerintah juga mendorong digitalisasi pasar dengan penggunaan transaksi non tunai di pasar tradisional.
Masyarakat dapat melakukan transaksi non tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
Baca Juga
Harga Minyak Goreng Masih Tinggi Rp 20.000 - Rp 21.000 Per Liter
Serta meminimalisir penggunaan uang fisik di masa pandemi COVID-19 guna mengatasi penyebaran virus COVID-19.
Politikus Golkar ini pun berharap dengan adanya operasi pasar ini harga minyak goreng dapat kembali stabil.
"Mudah-mudahan minggu depan sudah lebih banyak lagi minyak dengan harga 14.000 ribu rupiah per liter,” tutur Airlangga. (Asp)
Baca Juga
Elektabilitas Airlangga Jeblok, Politisi Senior Golkar Desak Ganti Ketum