Pesona Indonesia

Kerusakan Ekosistem di Taman Nasional Lorentz Mulai Mengkhawatirkan

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 04 Februari 2018
Kerusakan Ekosistem di Taman Nasional Lorentz Mulai Mengkhawatirkan

Taman Nasonal Lorentz (Foto: wisatacenter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Taman Nasional Lorentz yang terletak di Provinsi Papua dalam kondisi mengkhawatirkan. Kerusakan ekosistem akibat perburuan spesies dan penebangan pohon terus menerus terjadi.

Masyarakat sekitar Taman Nasional Lorentz kerap merambah kawasan yang sudah masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.

Taman Nasional Lorentz mencakup wilayah 10 kabupaten di pegunungan tengah Papua, yaitu Kabupaten Jajawijaya, Lanny Jaya, Nduga,Yahukimo, Puncak Jaya, Paniai, Puncak, Intan Jaya, Mimika dan Asmat. Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya.

Pengelola Taman Nasional Lorentz menyatakan kerusakan ekosistem terjadi karena penebangan pohon oleh masyarakat yang berada di sekitar kawasan.

"Bersama masyarakat kita harapkan ada dukungan. Manfaatkan boleh, tetapi jangan berlebihan. Kemudian penebangan kayu, kalau bisa dikurangi. Kalau terus-terus dilakukan maka ekosistemnya bisa rusak," kata Kepala Balai Taman Nasional Lorentz Acha Anis Sokoy, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu (4/1).

Ia mengatakan aksi penebangan pohon dan perburuan spesies secara liar merupakan permasalahan umum yang masih terjadi di dalam kawasan taman nasional terbesar di Asia Tenggara yakni seluas 2,4 juta hektare itu.

Masyarakat setempat mengklaim mereka memanfaatkan secara lestari berdasarkan adat istiadat setempat yakni hanya menggunakan panah dalam berburu spesies.

"Mereka mengambil untuk kebutuhan hidup sehari-hari sebenarnya dari dahulu sudah seperti itu tetapi tidak habis, namun kalau terus-terusan masalah juga," ujar Acha.

Menurut Acha Anis Sokoy sebagaimana dilansir Antara, dibutuhkan kolaborasi dalam pencegahan aktivitas penebangan, perburuan spesies secara berlebihan dan liar di kawasan itu, yang melibatkan masyarakat yang ada di 10 kabupaten, termasuk pemerintah setempat.

Melalui pelestarian taman Lorenzt, kata Acha, maka masyarkat Papua ikut melindungi budaya dan adat agar tidak hilang tergilas perubahan zaman modernisasi.

"Ini sangat strategis karena memiliki nilai ekonomis, politik, budaya, sejarah. Peradaban Papua dinilai dari keberadaan kawasan ini jadi kalau punah, budaya semuanya bilang, semua budaya, sebab adat itu tercipta karena adanya gunung, lembah, jurang dan seterusnya yang menjadi ciri khas daerah ini," katanya.

Sebagaimana diketahui pada 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO atau "the world's natural heritage site".

Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini.(*)

#Kerusakan Lingkungan #Papua #Pesona Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
WNA Rusia Siarkan Demo di Papua Diamankan Imigrasi, Langgar Aturan Visa Wisatawan
Imigrasi mengamankan WNA Rusia berinisial AP (39) karena terlibat publikasi aksi demo KNPB di Wamena, Papua. Aktivitasnya dinilai melanggar aturan visa wisata
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
WNA Rusia Siarkan Demo di Papua Diamankan Imigrasi, Langgar Aturan Visa Wisatawan
Indonesia
KKB Ndugama Sandera 9 Mama-Mama dan Anak Perempuan Jila, TNI Kerahkan Operasi Pencarian Besar-besaran di Mimika Papua
KKB Kodap III Ndugama culik 11 perempuan di Jila, Mimika. Dua orang jadi korban penembakan dan sembilan lainnya masih disandera
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
KKB Ndugama Sandera 9 Mama-Mama dan Anak Perempuan Jila, TNI Kerahkan Operasi Pencarian Besar-besaran di Mimika Papua
Indonesia
Komisi XIII DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan 9 Anak Sandera OPM
Kelompok rentan seperti perempuan dan anak kerap diposisikan dalam kerentanan berlapis yang membahayakan masa depan mereka. 

Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Komisi XIII DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan 9 Anak Sandera OPM
Indonesia
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Kemenko Polkam juga mengoordinasikan langkah bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait untuk mencegah eskalasi
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, DPR: Tegaskan Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
Negara wajib menjamin keamanan warga sipil yang bekerja di wilayah rawan konflik.

Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, DPR: Tegaskan Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
Indonesia
OPM Klaim Tembak Mati 3 Warga Yahukimo Intel TNI, KemenHAM Minta Semua Kubu Tahan Diri
KemenHAM mengecam penembakan tiga warga sipil di Yahukimo yang dituduh intel TNI oleh TPNPB-OPM. Dorong deeskalasi konflik dan perlindungan HAM.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
OPM Klaim Tembak Mati 3 Warga Yahukimo Intel TNI, KemenHAM Minta Semua Kubu Tahan Diri
Indonesia
Bos FBI Datangi Kertanegara Kediaman Pribadi Prabowo Terkait Artefak Suku Papua Ilegal
Presiden Prabowo menerima kunjungan Direktur FBI Kash Patel di Kertanegara. Artefak Papua diselundupkan ke AS dikembalikan dan akan dipamerkan di Museum Nasional.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Bos FBI Datangi Kertanegara Kediaman Pribadi Prabowo Terkait Artefak Suku Papua Ilegal
Indonesia
BRIN Temukan Cadangan Emas Baru Raksasa di Papua, Prabowo Sumringah
residen Prabowo Subianto umumkan temuan cadangan emas dan mineral baru di Papua serta ladang gas besar di Masela, Natuna, dan Blok Andaman. Indonesia diyakini punya kekuatan energi di tengah krisis global.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
BRIN Temukan Cadangan Emas Baru Raksasa di Papua, Prabowo Sumringah
Indonesia
Laka Lantas di Papua Tewaskan 59 Jiwa, Ribuan Orang Kena Tilang
Ditlantas Polda Papua mencatat 1.106 kasus kecelakaan lalu lintas semester I 2026 dengan 59 korban tewas. Ribuan pelanggar lalu lintas juga ditindak tilang.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Laka Lantas di Papua Tewaskan 59 Jiwa, Ribuan Orang Kena Tilang
Bagikan