Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kerja Sampingan yang Bakal Menyita Waktu

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 11 Desember 2019
Kerja Sampingan yang Bakal Menyita Waktu

Pekerjaan utama jangan pernah kalah dengan pekerjaan sampingan. (Foto: Pixabay/rawpixel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu cara untuk meningkatkan finansial dengan mencari kerja sampingan. Ini hal yang umumnya dilakukan oleh para pekerja yang merasa gajinya belum mencukupi kebutuhannya. Biasanya, kerja sampingan yang dilakukan berhubungan dengan hobi atau sesuatu yang sifatnya lebih ringan.

Sayangnya kerja sampingan terkadang membuat seseorang kesulitan untuk membagi waktu atau bahkan mengabaikan perkejaan utama. Perlunya melakukan pengelolaan waktu yang baik.

Baca Juga:

Asyik Banyak 'Long Weekend' di Tahun 2020, Catat Nih Tanggalnya!


1. Kelola waktu

kerja
Bagi waktu dengan baik. (Foto: Pexels-THE 5TH)

Melakukan dua pekerjaan sekaligus bukanlah hal yang mudah. Kamu akan memakan banyak waktu untuk menyelesaikkan kedua pekerjaan tersebut. Jangan gunakan waktu di pekerjaan utama untuk mengerjakan proyek sampingan. Caranya, cobalah bangun lebih pagi untuk mulai mengerjakan proyek sampingan. Kamu juga bisa menggunakan waktu akhir pekan agar proyek tersebut selesai dengan maksimal. Buat juga daftar pekerjaan harian secara teratur setiap minggunya. Misalnya, kamu tidak bisa menyelesaikan pekerjaan pada hari ini, maka kamu bisa menyelesaikan di hari berikutnya. Jadwal ini berlaku untuk pekerjaan utama maupun sampingan.


2. Istirahat penting

tidur
Istirahat sangat penting! (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Ingat, isitrahat itu penting. Banyak orang yang bekerja mencari uang sehingga melupakan kesehatan dirinya sendiri. Jika pikiranmu sudah berat, jangan lupa untuk melakukan kegiatan yang bisa menyegarkan pikiran. Seperti berenang, nongkrong bersama teman-teman, pergi ke bioskop, atau berdiam diri di rumah. Uang memang penting. Tapi jika badanmu tidak sehat, bagaimana caramu mencari uang?


Baca Juga:

Boleh Enggak Sih Mengkhayal Punya Kantor Seasyik Ini!


3. Pertimbangkan gaji tinggi

gaji
Jangan tergiur gaji tinggi. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ada banyak pekerjaan yang digaji tinggi di luar sana. Tawaran seperti ini terkadang membuat kita tergiur. Kita menganggap bahwa kesempatan ini rugi jika tidak diambil karena gajinya yang tinggi. Dari sekain banyak tawaran, ada baiknya jika kamu mempertimbangkan baik dan buruknya. Mulai dari biaya transpor, jarak, waktu, dan tenaga. Pekerjaan dengan bayaran tinggi belum tentu cocok denganmu.


4. Bekerjalah dengan hati

kerja
Bagaimanapun juga bekerjalah total. (Foto: Unsplash/Kaitlyn Baker)

Buat garis keseimbangan yang jelas antara pekerjaan utama dengan pekerjaan sampingan. Seperti waktu kerja, jadwal meeting, dan istirahat. Bekerjalah dengan sepenuh hati dengan setiap pekerjaan yang dilakukan. Karena jika menggunakan hati, hasilnya akan maksimal dan membuat puas klien. Jika sudah mendapat bayaran, jangan lupa untuk mengajak orang tua atau teman pergi ke kafe. (And)

Baca Juga:

Halau Rasa Panik saat Menunggu Wawancara

#Pekerjaan #Dunia Kerja #Pekerja Lepas #Pekerja Kantoran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Sejumlah pekerja melintas dekat badut yang tertidur di Kawasan JPO Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 20 Juli 2026
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Berita Foto
Program Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta
Aktivitas sejumlah pekerja kantoran saat berjalan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Pancoran, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 06 Juli 2026
Program Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta
Indonesia
81 Persen Pekerja Indonesia Merasa Digaji Layak, Didasari Minimnya Opsi Lapangan Kerja
Hal itu berkenaan dengan situasi persaingan kerja dan ketersedian lapangan pekerjaan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
81 Persen Pekerja Indonesia Merasa Digaji Layak, Didasari Minimnya Opsi Lapangan Kerja
Indonesia
BPS: Pengangguran di Solo Masih 6.943 Orang, Didominasi Lulusan SMA/SMK
Angka pengangguran di Solo kini masih menembus 6.943 orang. Jumlah itu didominasi oleh lulusan SMA/SMK.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
BPS: Pengangguran di Solo Masih 6.943 Orang, Didominasi Lulusan SMA/SMK
Indonesia
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Salary Pulse Indonesia 2026 mencatat 83 persen pekerja berhasil mendapat kenaikan gaji setelah negosiasi. Simak empat tips mengajukan kenaikan gaji ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Indonesia
Tak Semua Pekerja Dapat Kenaikan Gaji Tinggi, Ini Temuan Salary Pulse Indonesia 2026
Salary Pulse Indonesia 2026 mencatat 62 persen pekerja mendapat kenaikan gaji. Mayoritas naik 5 persen, sementara sektor teknologi menjadi yang tertinggi dengan 61 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
Tak Semua Pekerja Dapat Kenaikan Gaji Tinggi, Ini Temuan Salary Pulse Indonesia 2026
Indonesia
Warga Serbu Informasi Kerja ke Luar Negeri, Cari Kerja di Indonesia Sulit
Persiapan matang dengan mengikuti kursus bahasa Jepang gratis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 Juni 2026
Warga Serbu Informasi Kerja ke Luar Negeri, Cari Kerja di Indonesia Sulit
Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Indonesia
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Pendiri LSI, Denny JA mengatakan, bahwa Indonesia sedang menyaksikan kemunculan kelas sosial baru, yaitu Digitally Vulnerable Class (DVC).
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Indonesia
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
PHK 2026 kini sudah menembus 23.470 orang. Komisi IX DPR pun mendesak hak pekerja segera dipenuhi.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
Bagikan