Kerja Keras dan Momen Emosional Ketum Cricket di Balik Prestasi Luar Biasa di SEA Games 2023

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 19 Mei 2023
Kerja Keras dan Momen Emosional Ketum Cricket di Balik Prestasi Luar Biasa di SEA Games 2023

Momen Ketua Umum PP PCI Abhiram Singh Yadav mengalungkan medali emas kepada Timnas cricket putri di SEA Games 2023. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Momen upacara pengalungan medali emas Timnas cricket putri format Super Sixes di SEA Games Kamboja 2023, Kamis (11/5) tak akan dilupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI), Abhiram Singh Yadav. Dia bahkan tak kuasa membendung air matanya ketika mengalungkan emas ke para atletnya.

Ya, prestasi tim criket ini bisa dikatakan berkat kerja keras dan tangan dingin Abhiram yang dibantu para pengurus dan jajaran pelatih.

Baca Juga

Timnas Cricket Putri Indonesia Amankan Dua Tiket Final SEA Games 2023

Usia cricket Indonesia boleh saja muda.Baru 12 tahun. Tetapi, PP PCI yang resmi dibentuk 12 Februari 2011 telah mampu membentuk Timnas Cricket yang tangguh.

Setelah Timnas Cricket Putri U 19 sukses menembus World Cup 2023 Afrika Selatan, kini Timnas Cricket Putri Indonesia mengukir sejarah dengan merebut medali emas pada SEA Games 2023 Kamboja.

Di final nomor Sixes ini, Andriani dan kawan-kawan tampil dominan saat mengalahkan Filipina dengan skor 78/1-25/5. Trio Batsman Indonesia yakni Maria Carazon Konkep Wombaki (31 run), Ni Putu Ayu Nanda Sakarini (21 run) dan Andriani (10 run) yang menjadi juru kemenangan.

"Kami bangga dengan prestasi yang dicapai Timnas Cricket Putri Indonesia dengan meraih medali emas pada penampilan kedua di ajang pesta olahraga negara Asia Tenggara sejak PP PCI berdiri. Pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Timnas Cricket Indonesia hanya mampu menyumbang medali perak bagi Kontingen Indonesia," kata Abhiram dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/5).

Cinta Abhiram terhadap tim cricket ini memang begitu terasa sejak lama. Apalagi selama gelaran SEA Games Kamboja. Hampir setiap timnya bertanding Abhiram selalu mendampingi.

Dari pagi pukul 06.00 hingga menjelang gelap, dia selalu setia menemani dan memotivasi timnya di pinggir lapangan. Panas terik di Kamboja yang mencapai 39 derajat tak menyurutnya semangatnya mendampingi para atlet.

Apa yang sudah dilakukan Abhiram itu pun membuahkan hasil. Selain emas, di format 50 overs dan T20 Putri Indonesia yang menduduki peringkat 20 dunia itu meraih medali Perak setelah melalui pertarungan keras dengan Thailand yang merupakan peringkat 8 dunia.

Sementara, perjuangan keras Timnas Putra Indonesia berhasil mengamankan medali perunggu pada format Round Robin setelah bertarung dengan Kamboja, Singapura dan Filipina.

Hasilnya selama di Kamboja Cricket meraih 1 emas, 2 perak, 1 perunggu.

Baca Juga

PP PCI Ingin Jadikan Cricket Olahraga Populer di Indonesia

Lebih jauh Abhiram mengungkapkan, kesuksesan Timnas Criket Putri Indonesia mengukir sejarah dengan meraih medali emas ini merupakan buah dari komitmen dalam PP PCI dalam membangun prestasi cricket di Indonesia dengan menggelar event nasional, internasional dan uji coba ke luar negeri serta merekrut pelatih asing berkualitas.

"Olahraga cricket Indonesia itu punya potensi untuk dikembangkan prestasinya ke ajang internasional. Apalagi, cabang olahraga cricket sudah resmi masuk dalam pertandingan eskbisi pada Olimpiade 2024 Paris dan akan resmi dipertandingkan pada Olimpiade 2028 Los Angeles. Kita akan berusaha untuk bisa lolos ke Los Angeles," katanya.

Momen emosional itu akhirnya terjadi. Ketika upacara pengalungan medali emas untuk cricket putri format Super Sixes dilangsungkan.

Wakil Bendahara Umum NOC Indonesia Aang Sunadji yang berada di lokasi untuk bertugas mengalungkan medali, secara khusus memberikan kesempatan itu kepada Abhiram.

"Saya sengaja memberikan momen ini berharga (mengalungkan medali emas untuk atlet) untuk pak Abhiram. Karena dialah pahlawan cricket Indonesia. Yang sudah menjadikan tim ini begitu luar biasa hingga akhirnya menunjukkan prestasi yang membanggakan," kata Aang.

Air mata bahagia Abhiram pecah. Para atlet juga begitu emosional mendapat medali langsung dari ketua umumnya.

"Ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi bangsa dan negara. (Air mata ini) susah dibendung. Akhirnya pecah (menangis). Saya sudah berusaha menahan, tapi tidak bisa," kata Abhiram lantas tersenyum. (*)

Baca Juga

Tim Cricket Indonesia Pede Persembahkan Medali Emas di SEA Games 2023

#NOC Indonesia #SEA Games 2023
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
KBRI Tokyo Jadi Penopang Kontingen Indonesia di Asian Games
Bagi kontingen yang harus menjalani persiapan jauh dari rumah, kehadiran perwakilan Indonesia di negara tuan rumah jadi bagian ekosistem pendukung.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
KBRI Tokyo Jadi Penopang Kontingen Indonesia di Asian Games
Olahraga
Asian Games 2026: Kontingen Indonesia Masuk 'Survival Mode', Hadapi Kendala Operasional
Kontingen Indonesia menghadapi sejumlah kendala operasional di awal Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Todotua Pasaribu menyebut tim dalam “survival mode”.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Asian Games 2026: Kontingen Indonesia Masuk 'Survival Mode', Hadapi Kendala Operasional
Olahraga
Jaga Keselamatan Atlet, NOC Indonesia Kerahkan Dua Safeguarding Officer di Asian Games Aichi-Nagoya
NOC Indonesia menyiapkan Tabitha Sumendap dan Sophia Hage sebagai Safeguarding Officer untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan atlet di Asian Games 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Jaga Keselamatan Atlet, NOC Indonesia Kerahkan Dua Safeguarding Officer di Asian Games Aichi-Nagoya
Olahraga
Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan, 432 Atlet Bersiap Buru Prestasi di Asian Games 2026
Sebanyak 432 atlet Indonesia resmi dikukuhkan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen akan bertanding di 35 cabang olahraga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan, 432 Atlet Bersiap Buru Prestasi di Asian Games 2026
Olahraga
Aice kembali Dukung Tim Indonesia Emas Menuju Asian Games 2026, 3 Tahun Setia Dampingi Atlet
Aice kini kembali memberikan dukungan bagi 432 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, pada 19 September hingga 4 Oktober.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Aice kembali Dukung Tim Indonesia Emas Menuju Asian Games 2026, 3 Tahun Setia Dampingi Atlet
Olahraga
Erupsi Krakatau Ganggu Penerbangan, Begini Cara Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Asian Games 2026
Erupsi Gunung Krakatau berdampak pada keberangkatan Kontingen Tim Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Erupsi Krakatau Ganggu Penerbangan, Begini Cara Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Asian Games 2026
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Indonesia
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Perhatian terhadap persoalan nonteknis diperlukan agar atlet dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada pertandingan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Olahraga
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya
Asian Games Aichi Nagoya mempertandingkan 469 nomor medali dari 43 cabang olahraga dan 71 disiplin, berkurang 12 nomor dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya
Olahraga
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Pembinaan atlet saat ini harus mempersiapkan kehidupan mereka, baik ketika masih aktif bertanding maupun setelah pensiun dari dunia olahraga.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Bagikan