Kenali Dampak Buruk Tidur Panjang di Akhir Pekan
Tidur panjang di akhir pekan tidak baik. (Foto: Pixabay/DieterRobbins)
BANYAK cara orang untuk menikmati libur akhir pekan. Mulai dari rencana melancong jauh ke destinasi wisata, berkemas dan bersih-bersih rumah. Bahkan ada juga mereka yang meniatkan untuk istirahat panjang di ranjang. Sebagai cara balas dendam dengan waktu tidur yang tersita di awal pekan.
Nah! khusus untuk poin yang terakhir, ada baiknya kamu menghindarinya. Dr. Gregory Carter, seorang spesialis di bidang kesehatan tidur di University of Texas Southwestern Medical Center mengatakan, tidur lebih lama di akhir pekan hanya akan membuat rasa mengantuk keesokan harinya meningkat.
1. Jam Biologis
Hal ini dikarenakan manusia memiliki jam biologis tubuh yang mengatur kapan waktu tidur, bekerja, dan istirahat. Jika terlalu banyak tidur di akhir pekan, jam biologis tubuh, dan kerja otak dapat terganggu sehingga dapat menurunkan semangat untuk bekerja dan beraktivitas.
Untuk mengganti ‘jatah tidur’ yang hilang, kamu dapat tidur seawal mungkin dan beristirahat total selama delapan jam di akhir pekan. Ingat, istirahat di sini bukan berarti tidur, melainkan melakukan aktivitas ringan yang dapat menyegarkan kembali otak dan tubuh, seperti menonton TV, membaca novel, ataupun mendengarkan musik.
2. Pola tidur si kecil
Lain halnya dengan si kecil, untuk menjaga jam biologis tubuh, kamu tetap harus mengarahkan mereka untuk tidur di waktu yang sama dengan hari-hari biasa. Pola tidur yang selaras akan membuat tubuh mereka segar dan tidak akan merasa kelelahan keesokan harinya.
Ajaklah si kecil untuk mengisi akhir pekan dengan beraktivitas ringan di luar ruangan, kamu dapat mengajak mereka untuk melakukan kegiatan yang mengasyikkan dan memacu semangat, seperti berenang, outbound, atau berkemah di halaman rumah. Kegiatan tersebut dapat melatih kemadirian, motorik anak, dan kepercayaan dirinya. (zaim)
Baca Juga: Lebih Sehat dengan Pola Tidur Teratur
Bagikan
Berita Terkait
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry