Kesehatan

Kenali Bahan Terbaik untuk Masker

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 06 Juli 2021
Kenali Bahan Terbaik untuk Masker

Berbagai jenis bahan masker punya efektivitas beda. (foto: Unsplash/vera davidova)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAHAN apa yang terbaik untuk dijadikan masker selama masa pandemi ini?

Pertanyaan itu menjadi amat krusial untuk dijawab kala masker menjadi salah satu barang yang setiap harinya harus kita gunakan. Masker wajib digunakan ketika beraktivitas di luar ruangan. Namun, ketika kasus COVID-19 makin meningkat dan makin mudah menyebar, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat menggunakan masker di dalam rumah dan memakai masker dua lapis saat keluar rumah.

BACA JUGA:

Ahli Gizi: Wahai Orang Indonesia, Susu Beruang Tak Bisa Sembuhkan Covid-19

Saat awal pandemi terjadi, kelangkaan masker medis sempat terjadi di Tanah Air. Sebagai ganti, masyarakat banyak yang menggunakan masker kain. Beberapa produsen masker kain menggunakan bahan kain katun, lainnya menggunakan bahan scuba. Masker scuba bahkan sempat menjadi tren karena dianggap keren. Meski demikian, Kemenkes kemudian melarang penggunaan masker berbahan scuba. Bahan scuba ternyata tidak sama sekali dapat menangkal virus.

masker
Masker bedah ternyata menyaring 62%-65% partikel. (foto: Unsplash/kai pilger)

Seperti dilansir Health.com, sebuah penelitian yang dipimpin Ketua Anestesiologi di Wake Forest Baptist Health di Winston-Salem, North Carolina Scott Segal, MD, dan bekerja sama dengan Wake Forest Institute for Regenerative Medicine menguji berbagai bahan kain untuk melihat seberapa efektif sebuah bahan untuk masker. Penelitian yang belum diajukan untuk publikasi atau peer-review itu menunjukkan berbagai hasil dalam efektivitas masker. Sebagai contoh, selembar kain hanya menyaring 1% partikel, sedangkan lainnya menyaring 79% lebih banyak daripada masker bedah.

Masker bedah ternyata menyaring 62%-65% partikel. Secara keseluruhan, kain katun yang lebih tebal dan bermutu lebih tinggi berkinerja lebih baik daripada kain dengan jumlah benang yang lebih rendah dan tenunan yang lebih terbuka. Demikian diungkap Segal. Akan tetapi, jika kamu meragukan efektivitas bahan maskermu, cobalah kamu terawang maskermu di bawah sinar matahari. Setelah itu lihat apakah ada celah pada bahan masker itu.

masker kain\
Kain flanel disarankan untuk digunakan sebagai lapisan dalam. (foto: unsplash/fiqri aziz octavian)

Jika kamu memang harus menggunakan bahan katun low-end di bagian luar, Segal menyarankan untuk menggunakan kain flanel sebagai lapisan dalam. “Masker dua lapis berkinerja lebih baik daripada masker satu lapis,” katanya.

Hal itu, menurutnya, mungkin disebabkan partikel kecil harus menemukan jalan mereka melalui kedua lapisan untuk melewati masker. Seperti halnya ventilasi udara yang mempunyai filter yang cukup baik untuk hirup. Meski demikian, menggunakan masker dobel membuat kamu bebas untuk keluar dan nongkrong loh ya. Kamu tetap harus patuhi protokol kesehatan untuk menghindari virus corona.(jhn)

#Kesehatan #COVID-19 #Masker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan