Kena Sanksi Denda Rp 3,2 Miliar dari Pemprov, Transjakarta Beberkan Penyebabnya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 08 Februari 2025
Kena Sanksi Denda Rp 3,2 Miliar dari Pemprov, Transjakarta Beberkan Penyebabnya

Bus TransJakarta. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan sanksi denda terhadap Transjakarta sebesar Rp 3,2 miliar atas belum tercapainya standar pelayanan minimum (SPM).

Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menjelaskan penyebab perusahaannya didenda sampai Rp 3,2 miliar. Karena Transjakarta belum mampu memenuhi target jarak waktu bus tiba di halte (headway) yang tepat waktu selama tahun 2024.

Lanjut Welfizon, seharusnya Transjakarta menjaga ketepatan waktu headway busnya tiap 10 menit di jam sibuk dan 20 menit di luar jam sibuk. Namun, terkadang, headway bus Transjakarta tak selalu tepat waktu.

"Sebagai konsekuensinya karena sesuai aturan Dinas Perhubungan melihat setiap 10 menit, begitu mereka berdiri 10 menit kalau tidak ada yang lewat, meskipun yang nunggunya tidak ada, itu kita dikenakan denda," kata Welfizon kepada wartawan, yang dikutip Sabtu (8/2).

Baca juga:

Transjakarta Tegaskan Cuma Prabowo yang Boleh Masuk Jalur Busway

Welfizon menguraikan, tak tercapainya target headway bus terjadi karena PT Transjakarta merasa perlu melakukan efisiensi layanan.

Sebab, sampai saat ini tarif Transjakarta masih disubsidi dari APBD DKI. Sehingga, untuk menghindari bus tak terisi penumpang pada waktu sepi, Transjakarta mengulur waktu headway.

"Jadi di rute-rute tertentu kami melihat kebutuhan. Jika kita monitor di CCTV, kebutuhan di jam tersebut relatif kurang, maka kadang kita tidak menjalankan harus 10 menit harus ada bus. Jadi kadang mungkin ada yang 15 menit, 12 menit, baru ada bus," urai dia.

Baca juga:

Selama 2024 Transjakarta Layani 371 Juta Pelanggan

Namun, Welfizon menegaskan denda yang harus dibayar Transjakarta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) akibat SPM belum terpenuhi pada 2024 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

"Dari total kemarin kita sampaikan di tahun 2024, Rp3,2 miliar itu jauh lebih turun dibandingkan dari tahun sebelumnya. Artinya, pencapaian SPM kita juga lebih baik," tutupnya. (Asp)

#TransJakarta #Pemprov DKI Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Gubernur Pramono Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung Setelah Terhenti 2017, Langkah Serius Ditunjukkan
Pemprov DKI Jakarta melakukan pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Jakarta Timur.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Gubernur Pramono Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung Setelah Terhenti 2017, Langkah Serius Ditunjukkan
Indonesia
Film 'Extraction: Tygo' Syuting di Kota Tua Jakarta, Gubernur Pramono: Kota Global Terbuka untuk Dunia
Gubernur DKI Jakarta bersyukur Jakarta dipilih sebagai lokasi syuting film internasional Extraction: Tygo yang dibintangi Lisa BLACKPINK dan Ma Dong-seok.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Film 'Extraction: Tygo' Syuting di Kota Tua Jakarta, Gubernur Pramono: Kota Global Terbuka untuk Dunia
Indonesia
Banjir Jakarta Hari ini, Rute Transjakarta dan Miktorans Ikut Terdampak
Hujan lebat yang menyebabkan banjir Jakarta, membuat sejumlah layanan Transjakarta dan Mikrotrans terganggu.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Banjir Jakarta Hari ini, Rute Transjakarta dan Miktorans Ikut Terdampak
Indonesia
Banjir Ganggu Transportasi, Transjakarta Sesuaikan Puluhan Rute
Banjir di Jakarta menyebabkan layanan Transjakarta mengalami keterlambatan dan penyesuaian rute. Total 22 rute terdampak genangan pada Kamis (29/1).
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Banjir Ganggu Transportasi, Transjakarta Sesuaikan Puluhan Rute
Indonesia
Banjir Jakarta dan Modifikasi Cuaca, Pramono: Ada yang Senang, Ada yang Tidak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi pro dan kontra penanganan banjir, termasuk kebijakan modifikasi cuaca yang menuai kritik publik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
Banjir Jakarta dan Modifikasi Cuaca, Pramono: Ada yang Senang, Ada yang Tidak
Indonesia
Ketua DPRD DKI Minta Tanggul Laut Jakarta Ditambah 1 Meter untuk Cegah Banjir Rob
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta Pemprov DKI meninggikan tanggul laut hingga 1 meter dan rutin mengeruk sungai untuk cegah banjir rob.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
Ketua DPRD DKI Minta Tanggul Laut Jakarta Ditambah 1 Meter untuk Cegah Banjir Rob
Indonesia
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) dan pendalaman desain yang telah dimulai sejak November 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
Indonesia
Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta
Pemprov DKI Jakarta terus menggelar OMC hingga wilayah penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang guna menekan risiko banjir akibat cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026
Pemprov DKI Jakarta membuka peluang melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026, menyusul prediksi BMKG soal cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Pemprov DKI Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026
Indonesia
IPO Bank Jakarta Dinilai Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta IPO demi membangun kepercayaan publik dan memperkuat tata kelola.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Januari 2026
IPO Bank Jakarta Dinilai Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Bagikan