Kemenperin Dorong Produksi Mobil Hybrid dan Listrik

Thomas KukuhThomas Kukuh - Minggu, 27 Agustus 2017
Kemenperin Dorong Produksi Mobil Hybrid dan Listrik

Mobil listrik BMW i3 yang dipamerkan dalam GIIAS 2017. (Foto: BMW)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Perindustrian mendorong keberadaan kendaraan beremisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) seperti mobil hybrid dan listrik sebagai pengembangan industri otomotif nasional. Tujuannya agar Indonesia berdaya saing di pasar global.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan mobil hybrid yang menggunakan dua sumber energi. Yakni bahan bakar minyak dan listrik serta mobil listrik bertenaga penuh sesuai dengan tren industri otomotif kendaraan bermotor ramah lingkungan.

"Yang dimaksud pengembangan produksi kendaraan dengan emisi karbon rendah dan 'fuel economy' lebih tinggi, seperti kendaraan dengan teknologi hybrid yang konsumsi bahan bakarnya sekitar 20-28 kilometer per liter dan di atas 28 kilometer per liter," kata Menteri Airlangga melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menperin menjelaskan dengan mengacu standar konsumsi bahan bakar tersebut, kendaraan akan lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Ia mencontohkan pada pameran otomotif beberapa waktu lalu, ada mobil hybrid dengan konsumsi bahan bakar 2,5 liter untuk 100 kilometer atau sekitar 40 kilometer per liter.

Kemenperin pun sudah berdiskusi dengan para pelaku industri otomotif nasional yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengenai upaya pengembangan kendaraan masa depan tersebut dan telah mendapat masukan serta respons positif.

Menurut Airlangga, pengembangan mobil listrik telah masuk dalam peta jalan Kemenperin. Pada 2025, produksi mobil listrik diharapkan sudah mencapai 20 persen dari total produksi kendaraan bermotor nasional.

Dalam waktu dekat, Kemenperin akan melakukan uji coba terhadap 10 prototipe mobil listrik yang dikategorikan laik jalan.

"Prototipe tersebut akan dibagikan, antara lain ke Kementerian Perhubungan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar bisa dites sambil regulasinya kami siapkan," ungkapnya.

Pengembangan mobil listrik memerlukan infrastruktur dan teknologi yang memadai karena jumlah pemasok atau industri penunjangnya masih cukup sedikit dibandingkan produsen kendaraan yang ada saat ini.

Oleh karena itu, Airlangga menjelaskan butuh persiapan yang matang, seperti teknologi baterai dan tempat pengisiannya. (*/ant)

#Mobil Listrik #GIIAS 2017
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Lifestyle
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus mencoba langsung kendaraan listrik dengan teknologi terbaru.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Indonesia
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Kementerian Perindustrian tidak memiliki kewenangan dalam menentukan bentuk maupun skema insentif kendaraan listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Indonesia
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Purbaya menyatakan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik akan memperkuat daya tahan ekonomi nasional secara jangka panjang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Indonesia
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Kebijakan pajak kendaraan listrik ke depan tidak lagi seragam dan bisa berbeda antarwilayah karena angkanya ditentukan Pemerintah Daerah.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Indonesia
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Harga BBM yang mahal membuat biaya operasional EV entry level terlihat semakin jauh lebih hemat. Tren ini akan semakin menguat di kota besar
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Indonesia
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Siap Kurangi Impor BBM
Prabowo genjot program listrik 100 gigawatt dan tutup 13 PLTD. Targetnya, Indonesia bisa hemat energi dan stop impor BBM dalam 2-3 tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Siap Kurangi Impor BBM
Indonesia
Prabowo Ingin Indonesia Punya 'National Champion' Otomotif seperti Jepang dan Korea
Presiden Prabowo ingin Indonesia memiliki merek otomotif global seperti Jepang dan Korea. Ia optimistis VKTR bisa menjadi 'national champion'.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Ingin Indonesia Punya 'National Champion' Otomotif seperti Jepang dan Korea
Indonesia
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Besar-besaran Sedan Listrik pada 2028
Presiden Prabowo menargetkan Indonesia memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028. Pemerintah juga akan bentuk perusahaan khusus dan kurangi impor BBM.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Besar-besaran Sedan Listrik pada 2028
Indonesia
Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik Berkapasitas 10.000 Unit di Magelang
Energi dinilai sebagai salah satu bidang yang sangat menentukan bagi keberlangsungan sebuah negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik Berkapasitas 10.000 Unit di Magelang
Lifestyle
Tips Perjalanan Mudik dengan Kendaraan Listrik
Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik juga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan efisien.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Tips Perjalanan Mudik dengan Kendaraan Listrik
Bagikan