Kesehatan Mental

Kemenkes RI Apresiasi Teknologi VR bagi Pasien Stroke

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 13 Juni 2023
Kemenkes RI Apresiasi Teknologi VR bagi Pasien Stroke

Peran teknologi sangat dibutuhkan di dunia kesehatan. (Foto: Unsplash/Lucrezia Carnelos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERUSAHAAN rintisan teknologi imersif asal Yogyakarta, Aruvana, meraih penghargaan dalam program Health Innovation Sprint Accelerator 2023 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan East Ventures. Apresiasi itu dilakukan atas produk virtual reality (VR) unggulan mereka, Vinera, yang dapat membantu pasien stroke.

Health Innovation Sprint Accelerator 2023 merupakan program inkubasi yang bertujuan mendukung pengembangan inovasi digital di bidang kesehatan, khususnya di bidang teknologi kesehatan dan bioteknologi. Tahun ini, sebanyak 146 inovator berpartisipasi dalam program tersebut dengan menampilkan solusi teknologi mutakhir.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jumat (9/6). Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat penyakit stroke merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia dan menjadi penyebab kematian nomor satu dengan pembiayaan kesehatan yang paling mahal di Indonesia.

Baca juga:

Aruvana Hadirkan Produk Kesehatan Berbasis Virtual Reality

Kemenkes RI Apresiasi Teknologi VR Bagi Pasien Stroke
Aruvana dan PT Medika Brain Sejahtera. (Foto: Aruvana)


Dante mengakui peningkatan signifikan dalam inovasi kesehatan dalam dua hingga tiga tahun terakhir. “Hari ini kita melihat bahwa banyak sekali inovasi kesehatan yang muncul. Sektor kesehatan bisa menjadi salah satu komoditi yang bagus untuk melakukan investasi di dalamnya. Salah satu yang paling baik untuk melakukan investasi di sektor kesehatan adalah melakukan investasi dengan menggunakan teknologi,” ujar Dante, dalam keterangan resminya.

CEO Aruvana Indra Haryadi mengungkapkan bahwa sebagai pelaku teknologi, pihaknya mengapresiasi kesempatan yang diberikan Kemenkes dan East Ventures di industri kesehatan.

"Kami berharap acara yang mengedepankan inovasi seperti ini dapat terus berkembang dan berdampak lebih besar lagi. Bersama-sama, mari mendobrak batas-batas teknologi kesehatan dan menciptakan perubahan positif bagi masyarakat," kata Indra.

Vinera sebagai aplikasi berbasis teknologi virtual reality (VR) pertama untuk rehabilitasi stroke di Indonesia menawarkan solusi inovatif untuk membantu pelatihan terapi jarak jauh bagi pasien stroke. Sebelumnya, Vinera telah berhasil membuat penampilan yang mengesankan di ajang festival bergengsi global, South by Southwest (SXSW) 2023. Partisipasi Vinera dalam acara ini turut memperkuat potensi dan kemampuan Vinera sebagai teknologi berbasis VR untuk terapi stroke di tingkat nasional dan internasional.

Baca juga:

Benarkah Mantan Founder Startup Tak Laku di Bursa Kerja?

Kemenkes RI Apresiasi Teknologi VR Bagi Pasien Stroke
Wamenkes RI sedang menjajal teknologi VR Vinera. (Foto: Aruvana)


Fitur inovatif Vinera, dikombinasikan dengan antarmuka yang ramah pengguna dan adanya sistem gamifikasi, menjadikannya alat yang efektif dan menyenangkan untuk latihan terapi mandiri selama rehabilitasi stroke. Dengan menciptakan lingkungan virtual yang imersif, Vinera memungkinkan pasien untuk terlibat dalam latihan terapi dengan fleksibilitas tinggi, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan fungsi motorik dan peningkatan pemulihan secara keseluruhan.

“Aruvana akan terus berusaha menyempurnakan dan memperluas peningkatan teknologi Vinera, memastikan aksesibilitasnya ke pasien stroke di seluruh Indonesia bahkan luar negeri dan memberikan dampak positif pada kehidupan pasien stroke,” tutup Indra. (and)

Baca juga:

Unik, Startup Produksi Daging Berbasis Udara

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan