Kemenag: Hari Santri Momentum Pengakuan Eksistensi Ponpes
Para santri Pondok Pesantren Kauman Lasem tengah membaca kitab di depan pos kamling desa Karangturi, Lasem, Rembang, Jawa Tengah. (MP/Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara Abdul Kadir mengatakan, peringatan Hari Santri merupakan momentum pengakuan terhadap eksistensi santri dan pondok pesantren sebagai bagian dari perjuangan bangsa.
"Perayaan Hari Santri memberikan penegasan dua hal, yakni pemerintah akui peran pondok sebagai bagian penting dalam sejarah terbentuknya Indonesia merdeka. Kedua, memberikan ruang, kesempatan sekaligus pengakuan bahwa pondok pesantren itu adalah anak bangsa yang statusnya sama dengan sekolah negeri lain," kata Kadir di Kendari, Senin (23/10).
Menurutnya, bagi anak pondok pesantren atau santri, setiap ada peringatan ini akan menjadi semangat yang bisa menumbuhkan motivasi baru dalam perjalanannya menuntut ilmu.
"Sebagai santi yang masih belajar, maka harus memahami dan memanfaatkan kasempatan selama di pondok untuk terus belajar," katanya.
Menurut Kadir, pemilik masa depan itu salah satunya adalah mereka yang memanfaatkan kesempatan untuk belajar selama di pondok.
Abdul Kadir juga yakin, kalau isu radikalisme yang menjadi buah bibir saat ini tidak lahir dari pondok, karena ciri pondok selalu ada kiai, ada masjid, menelaah ajaran dari sumbernya.
"Insya Allah, anak madrasah atau santri yang belajar dengan baik di pondok mampu menjadi pengaruh Islam dan menjadi bagian umat Islam yang rahmatan lilalamiin," katanya.
Disebutkan, jumlah pondok pesantren di Sultra saat ini 98 unit yang tersebar di 17 kabupaten kota, dan terbanyak di Kabupaten Konawe Seatan dan Kabupaten Konawe. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Kasus Santri Tewas di Wonogiri, Polisi Tetapkan 4 Anak Pondok Pesantren sebagai Pelaku
Asal Api Kebakaran Ponpes Al Mawaddah Ciganjur dari Kompor, 23 Santri Dirawat di 2 RS
Bantu Padamkan Api, Puluhan Santri Al Mawaddah Ciganjur Sesak Napas Dilarikan ke RS
Prioritas RUU Sisdiknas, DPR Tegaskan Pesantren, Kiai Hingga Ustaz Wajib Masuk dalam Aturan Sistem Pendidikan Nasional
Pesantren SAQJ Situbondo Libur Sepekan Pascainsiden Atap Asrama Ambruk Tewaskan Santriwati
Semangat Resolusi Jihad Kembali Dipompa Presiden Prabowo Melalui Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren
Wapres Gibran Bawa Kabar Gembira! Prabowo Beri Kado Istimewa yang Bikin Santri Full Senyum, Apa Ya?
Hari Santri Momentum Menyalakan Jihad Ilmu dan Pengabdian Sosial
Hari Santri 2025: Cak Imin Ajak Santri Menerobos Belenggu Keterbatasan
Ketua MPR Sebut Hari Santri Momentum Bangun Peradaban