COBA Anda hitung ada berapa banyak benda elektronik di kamar tidur Anda? Televisi? Stereo set? Benda-benda itu sebenarnya dapat membuat tubuh Anda terganggu. Ujung-ujung berdampak pada kesehatan Anda.
Beberapa penelitian menemukan bahwa benda-benda itu ternyata 'mencuri' waktu tidur Anda, bahkan anak-anak. Seperti yang dimuat dalam laman lifehack, National Sleep Foundation (NSF) membuat poling di tahun 2014 di Amerika yang menyebutkan 89% dewasa dan 75% anak-anak memiliki benda elektronik di kamarnya.
Sebelumnya di tahun 2011 poling itu juga menemukan bahwa 95% orang dewasa menggunakan peralatan elektronik selama sejam sebelum tidur. Kemudian dalam tahun-tahun belakangan ini anak-anak muda cenderung lebih terhubung dengan ponsel pintar, laptop dan bermain video game, sedangkan orang dewasa lebih menonton TV. Kebanyakan orang dewasa pun membawa ponselnya ke tempat tidur.
Sinar biru yang benda elektronik akan menahan melatonin untuk keluar, demikian yang disampaikan dari hasil riset Harvard dan Universitas Toronto yang dimuat dalam lifehack. Padahal hormon melatonin dibutuhkan tubuh kala beristirahat. Bila tertahan atau terhambat akan membuat tubuh tetap terjaga dan sangat sulit untuk tidur.
Tak baik pula tetap aktif dan terhubung dengan gawai Anda sebelum tidur. Ini akan membuat tubuh terstimulasi dan stres, tentunya membuat tubuh Anda tetap terjaga. Celakanya lagi dapat mengarah pada insomnia, demikian studi yang dilakukan di Norwegia.
Poling yang dilakukan oleh NSF juga menemukan bahwa sekitar 10-20% anak-anak muda terganggu tidurnya karena ponselnya. Sedangkan 26% menyebut dirinya selalu mencek email sebelum berangkat tidur.
Bahkan ada yang terbangun di tengah tidur hanya untuk mencek email atau akun media sosialnya. Ketika seseorang melakukan hal itu, tubuh akan terstimulasi dan mengalami stres, alhasil tidak akan dapat kembali tertidur.
Jangan dianggap enteng perkara memeriksa email atau media sosial dengan cara seperti itu. Ini akan merusak kebiasaan tidur yang baik. Bukan hanya masalah tidur saja yang terganggu, namun bobot badan Anda dapat terpengaruh.
Jurnal BMC Public Health menuliskan penelitian terhadap anak obesitas. Anak obesitas itu ternyata memiliki kecenderungan tidur lebih kurang ketimbang anak-anak dengan bobot normal. Kemudian perempuan dewasa yang memiliki jadwal tidur tidak teratur cenderung mempunyai body mass index yang lebih tinggi. Penelitian pada perawat yang tertidur sebentar ternyata berisiko obesitas.
Dari poling NSF di tahun 2014 itu, terlihat bahwa anak-anak yang memiliki benda elektronik di kamarnya dan masih mengoperasikannya di malam hari tercatat memiliki kualitas tidur yang buruk. Dalam kasus ini dicatat bahwa anak-anak seperti itu biasanya lemah pada kemampuan kognisi dan belajar, lemah dalam mengingat, juga mengambil keputusan dan lemas. Bahkan cenderung mudah menjadi sakit dari waktu ke waktu.
Cara mengenyahkan benda elektronik dari tidur Anda adalah dengan set off semua benda-benda elektronik Anda di malam hari. Matikanlah TV dan redupkan lampu dua jam sebelum berangkat tidur. Buatlah ponsel Anda pada mode silent dengan demikian apapun yang notifikasi yang masuk ke ponsel Anda tidak akan mengganggu kualitas tidur.
Selain benda-benda elektronik yang harus disingkirkan, Anda jangan lupa harus menyingkirkan segala kuman dan bakteri yang ada pada sprei dan sarung bantal. Termasuk membersihkan kamar Anda. (psr)