Keluarga Korban Pembajakan Kapal Tanker Honour 25 di Somalia Minta Bantuan Presiden Prabowo

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Keluarga Korban Pembajakan Kapal Tanker Honour 25 di Somalia Minta Bantuan Presiden Prabowo

Orang tua dan istri korban Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun yang dikabarkan disandera perompak Somalia, menunjukkan fotonya kepada wartawan di kediamannya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perompak dikabarkan membajak kapal Tanker Honour 25 berbendera Oman pada 21 April 2026 ketika berlayar di wilayah perairan Somalia. Tercatat ada 17 awak di kapal itu, empat di antaranya WNI, dua asal Sulsel dan dua lainnya warga asal Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Keluarga korban pembajakan Kapal Tanker Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia meminta Presiden RI Prabowo Subianto segara menyikapi kasus tersebut setelah kapal yang membawa total 17 orang kru ini, empat di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) masih disandera pihak perompak.

"Saya minta tolong ke Pak Prabowo, minta tolong bantu anak saya. Anak saya sekarang dalam keadaan minta pertolongan dari pak Prabowo," ujar Sitti Aminah ibu kandung Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu.

Pemerintah Indonesia melalui presiden dapat menyikapi kejadian tersebut dengan memberi atensi atas pembajakan kapal yang mengangkut minyak tersebut berlayar dari Oman di Perairan Somalia.

Baca juga:

AS dan Israel Disebut Bahas Pemindahan Paksa Warga Gaza ke Afrika Timur, Somalia Salah Satunya

"Pak Prabowo, presiden kita, minta tolong Pak. Minta tolong sekali Pak. Sudah beberapa hari ini ditahan perompak Somalia," ucapnya dengan nada penuh harapan.

Istri korban Santi Sanjaya (26) menceritakan detik-detik suaminya bersama awak kapal tersebut dibajak perompak Somalia.

Ia sempat berkomunikasi melalui panggilan video pada Selasa, (20/4) sekitar pukul 19.30 WITA sebelum kejadian. Korban sempat menyebut kapalnya akan diserang perompak.

Meski komunikasi sempat terputus, ia mencoba menghubungi kembali dan ponselnya masih aktif, hanya saja tidak ada respons pembicaraan. Suasana terdengar menegangkan sehingga memutuskan untuk memutus sambungan telepon.

"Masih aktif hapenya, cuma tidak direspon. Selang beberapa jam tidak aktif hapenya lagi. Terus terakhir saya VC (panggilan video) tadi malam sama dia, baik-baik ji katanya di kapal," ucapnya menjelaskan.

Ia mengatakan, situasi di atas kapal, kata dia, sering berubah-ubah. Kadang kalau merasa terancam perompaknya, situasi kembali tegang, sehingga mempengaruhi psikologis dan keselamatan awal kapal itu

"Suamiku juga minta tolong semoga pemerintah membantu. Kami keluarga juga berharap pemerintah bisa bantu, mereka pulang dengan selamat," tuturnya dengan penuh harap.

Sejak Januari 2026 kapal jenis tanker itu dibawa suaminya sebagai kapten, rencananya kontrak kerja habis setelah kapal tersebut tiba di tujuan.

Selanjutnya berencana pulang ke Gowa, Sulsel, Indonesia dari Somalia setelah mengajukan kepulangan di tempatnya bekerja.

"Suamiku rencananya kalau pulang dari Somalia mau ajukan kepulangan. Karena mau juga habis kontraknya. Yang saya tahu, rutenya ke Somalia dari Oman. Dua kali ke Somalia, rute pertama lebih dekat dari yang sekarang. Di atas kapal itu ada 17 orang," katanya menambahkan.

Suaminya, kata ia,menceritakan saat disandera perompak meminta tebusan uang, dan diancam apabila tidak ditebus malam itu akan dieksekusi atau ditembak oleh para perompak. Hal inilah yang membuat ia dan ibu korban atau mertuanya sangat terpukul.

"Tebusannya saya kurang tahu berapa diminta perompaknya. Belum ada nilai yang disebut. Katanya, masih proses negosiasi. Sejauh ini (respons pemerintah) belum ada (termasuk pihak perusahaan dengan pemerintah). Ini memang kapal luar negeri. Kami berharap semoga cepat selesai, suamiku dan krunya pulang dengan selamat," ujarnya.

#Somalia #Pembajakan #Kemenlu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Tekan Perjanjian Bebas Visa dengan 3 Negara
Perjanjian tersebut mulai berlaku setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menandatangani pakta perjanjian dengan ketiga negara.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Tekan Perjanjian Bebas Visa dengan 3 Negara
Indonesia
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Delegasi Indonesia juga akan memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029—2030.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Kemenlu memiliki tugas memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Indonesia
Menlu Datangi Kedubes Norwegia, Indonesia Secara Resmi Sampaikan Belasungkawa Kematian Raja Harald V
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono melalui pernyataan yang ditulisnya dalam buku duka cita saat berkunjung ke Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta, Selasa (1/9).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Menlu Datangi Kedubes Norwegia, Indonesia Secara Resmi Sampaikan Belasungkawa Kematian Raja Harald V
Indonesia
DPR Soroti Tawaran Kerja Bergaji Tinggi di Wilayah Konflik, Diduga Pintu Perekrutan WNI Jadi Tentara Rusia
Modus semacam itu berpotensi membuat calon pekerja tidak memahami secara utuh risiko yang akan mereka hadapi, termasuk kemungkinan terlibat dalam militer.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
DPR Soroti Tawaran Kerja Bergaji Tinggi di Wilayah Konflik, Diduga Pintu Perekrutan WNI Jadi Tentara Rusia
Indonesia
Menlu RRT Wang Yi Tiba di Jakarta, Bahas Penguatan Kerja Bama Bidang Politik
Menlu Sugiono bersama Menlu Wang Yi dijadwalkan akan memimpin pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-RTT.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Menlu RRT Wang Yi Tiba di Jakarta, Bahas Penguatan Kerja Bama Bidang Politik
Indonesia
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Kemenlu RI menegaskan penanganan gempa NTT masih bisa dilakukan dengan kapasitas nasional, belum butuh bantuan dari asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Indonesia
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
7 ABK WNI di Kapal MV Star Janet alami keterlambatan gaji setelah kapal rusak di Zhuhai, China.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Bentuk Satgas untuk Bebaskan Kapten Ashari yang Disandera Bajak Laut Somalia
DPR mendesak pemerintah membentuk satgas untuk membebaskan Kapten Ashari, yang disandera bajak laut Somalia.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
DPR Desak Pemerintah Bentuk Satgas untuk Bebaskan Kapten Ashari yang Disandera Bajak Laut Somalia
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Bagikan