Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kelompok Nawasena Menangi Kompetisi Desain Motif Batik Lasem 2023

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 09 Juli 2023
Kelompok Nawasena Menangi Kompetisi Desain Motif Batik Lasem 2023

Kompetisi Desain Motif Batik Lasem umumkan pemenang. (foto: dok Kabari dari Rembang)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KARTINI Bangun Negeri (Kabari) dari Rembang, gagasan dari Bank Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Lasem Heritage dan Pemerintah Kabupaten Rembang, menggelar Kompetisi Desain Motif Batik Lasem 2023 pada 5 April hingga 6 Juli 2023. Kompetisi ini digelar sebagai usaha memperkuat ekosistem batik Lasem dalam konteks ekonomi sirkular, terutama pada masa pemulihan ekonomi mikro pascapandemi. Dalam kompetisi yang berlangsung selama dua bulan, para peserta tak hanya mendesain motif batik, tapi juga mengimplementasikannya dalam selembar kain. “Biasanya kompetisi desain batik seperti ini dilaksanakan sehari dua hari. Namun, kami bersama BI merancang selama dua bulan untuk memberikan kesempatan pada peserta untuk mewujudkan desain mereka,” kata pelaksana kegiatan kompetisi Ernitha Angelia.

Dari 119 peserta yang mendaftar, dewan juri memilih enam nominasi untuk melaju ke tahap final. Para nominasi diberikan kesempatan mewujudkan desain motif batik mereka dalam selembar kain. Karya-karya tersebut kemudian dinilai kembali oleh dewan juri untuk menentukan pemenang.

BACA JUGA:

Melihat ‘Tiongkok Kecil’ dalam Karya Nominasi Kompetisi Desain Motif Batik Lasem 2023

Rapat pleno penjurian yang dilaksanakan di Kantor KpWBI Jawa Tengah dipimpin Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra, didamping oleh enam juri lainnya, yaitu Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Warisan Budaya Kementrian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kemendikbud Ni Ketut Wardani Pradnya Dewi, fashion designer dan founder IKAT Indonesia Didiet Maulana, Lina Handianto Tjokrosaputro (yang diwakili Heri Santoso) dari Batik Keris, Pengajar Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta Adityayoga, Desainer Adra World Hayuning Sumbadra, dan Batik White Peony Yogyakarta Yahya Adi Sutikno.

batik lasem
Detail motif karya Kelompok Nawasena.(foto: dok Kabari dari Rembang)

“Bank Indonesia menyelenggarakan kompetisi ini untuk mengakomodasi ide segar inovatif untuk pengembangan motif batik Lasem oleh generasi muda dan produktif. Mendorong ide kreatif dan kerja kolaborasi untuk ekosistem batik Lasem. Desain yang dibutuhkan harus terinspirasi warisan budaya Lasem, bisa nuansa baru, tapi karakter Lasem tetap kuat. Mercusuar batik Indonesia jangan sampai redup nyalanya. Apalagi tantangannya banyak,” ujar Rahmat Dwisaputra dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com.

Ni Ketut Wardani mengatakan proses seleksi dan final yang sangat intens. Semua desain konsepnya unik, bahkan ada yang mungkin tak pernah terpikirkan. Ada yang risetnya kuat, ada yang narasinya mumpuni, ada yang idenya segar, ada yang teknik produksinya sangat baik. Ceritanya berkaitan dalam rangkaian Jalur Rempah. "Kemendikbudristek sedang mendorong program Jalur Rempah. Semua karya terkait rupanya. Penjurian ini berpatok pada kita mengangkat warisan budaya Lasem yang menjadi ispirasi hingga perwujudan karya yang solid,” ungkap perempuan yang karib disapa Ninis ini.

BACA JUGA:

6 Besar Pilihan Juri Stay Action di Kompetisi Desain Motif Batik Lasem 2023

"Enam besar ini ada beberapa yang memikirkan sampai target pasar, biaya produksi selain riset kuat dan inspirasi budaya. Penting untuk membuat desain dan mengembangkan wastra dengan target pasar,” jelas Didiet Maulana. Hayuning Sumbadra mengatakan enam besar yang terpilih memiliki konsep desain kuat, narasi unik, rencana aplikasi, target pasar hingga perwujudan karya. "Enam besar ini sangat kuat konsep, rencana bisnisnya, layak jual, konsepnya layak jual. Desain juga bisa diaplikasikan pada aneka media kain dan kriya. Demikian juga bisa dibuat premium dan terjangkau. industri dan user akan senang,” jelasnya.

Setelah melewati proses penjurian nan ketat, Kelompok Nawasena dari Lasem yang mengembangkan motif dengan inspirasi dari Mustaka Masjid Jami Lasem dengan tema utama perkembangan Islam dan santri di Lasem terpilih sebagai pemenang pertama. Pemenang kedua ialah Kelompok Gantari dari Lasem yang memberikan interpretasi ulang atas motif Merak Ngigel yang tenar pada 1900 sekaligus mengeksplorasi motif dekoratif Klenteng Cu An Kiong.

batik lasem
Para peserta menuangkan desain motif dalam selembar kain. (foto: dok Kabari dari Rembang)

Kelompok Linggi dari Lasem yang mengembangkan motif ‘linggi’ dari bagian buritan kapal memenangi juara ketiga. Motif itu terinspirasi dari tema budaya bahari Lasem yang menjadi salah satu titik singgah pelayaran Jalur Rempah Nusantara. Arsitek yang juga pegiat wastra Eko Cahyo dari Yogyakarta menjadi pemenang keempat. Ia mengembangan desain motif terinspirasi dari khasanah kuliner Lasem seperti dumbeg, yopia, dan rengginang.

Pemenang kelima yakni Dessy Riana seorang desainer sekaligus akademisi dari Yogyakarta yang membuat desain motif feniks dengan ornamen rempah-rempah terinspirasi dari kisah Jalur Rempah Indonesia. Kelompok Abipraya dari Universitas Negeri Surabaya dengan karya desain yang terinspirasi dari feniks dan bunga peony jadi pemenang keenam.

Selain enam pemenang tersebut, diumumkan juga pemenang favorit pilihan warganet yakni karya Kelompok Gantari dengan like akumulasi dari akun @kabaridarirembang, @kesengsemlasem, dan @rdwisaputra.

batik lasem
Keindahan dan warisan budaya Lasem menjadi inspirasi dari karya para nominasi.(foto: Dok Kabari dari Rembang)

”Kebutuhan user harus diperhatikan. Desain juga perlu dipikirkan bisa diplikasikan menjadi pola baju dan lainnya. Peserta yang masuk enam besar bisa mempresentasikan konsepnya dan bagaimana user bisa menggunakan. Ini kompetisi yang menarik, presentasi pesertanya unik. Terlihat juga hasil akhir karyanya,” kata perwakilan Batik Keris Heri Santoso.

“Peringkat pemenang merupakan bonus dari kerja keras semua peserta. Kami mengapresiasi semua peserta dari peserta pendaftaran hingga finalis enam besar. Sekali lagi, penjurian berdasarkan kriteria konsep (30 persen), teknik (20 persen), dan estetika (50 persen) telah dilaksanakan sebaik-baiknya oleh tim juri dalam jangka waktu yang panjang. Semoga hasilnya dapat bermanfaat untuk pelestarian batik dan ekonomi sirkular di kawasan Cagar Budaya Lasem Kota Lama,” tutup Yulia Ayu selaku perwakilan dari Yayasan Lasem Heritage.(dwi)

BACA JUGA:

Kabari dari Rembang Gelar Kompetisi Desain Motif Batik Lasem

#JULI SEBANGSA OLAHGAYA #Fashion #Batik #Lasem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Italia Bidik Garut Jadi Distrik Industri Kulit dan Mode, Kolaborasi Menguat lewat IFW 2026
Misi dagang Italia di BTN Indonesia Fashion Week 2026 membuka peluang besar bagi industri kulit dan alas kaki Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Italia Bidik Garut Jadi Distrik Industri Kulit dan Mode, Kolaborasi Menguat lewat IFW 2026
Fashion
Bukan Sekadar Wewangian, Dahlia Ubah Cara Pengunjung Menikmati Indonesia Fashion Week 2026
Dahlia Air Freshener menghadirkan pengalaman baru di Indonesia Fashion Week 2026 melalui konsep Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
Bukan Sekadar Wewangian, Dahlia Ubah Cara Pengunjung Menikmati Indonesia Fashion Week 2026
Fashion
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Resmi Dibuka, Ulos Simetria Jadi Simbol Harmoni Mode dan Budaya
BTN Indonesia Fashion Week 2026 resmi dibuka. Mengusung tema Ulos Simetria, IFW 2026 memperkuat wastra Nusantara sekaligus mendorong pertumbuhan industri mode dan Ekraf.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Resmi Dibuka, Ulos Simetria Jadi Simbol Harmoni Mode dan Budaya
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Satukan Desainer Muda Indonesia dan Prancis Lewat L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES
JF3 Fashion Festival 2026 menghadirkan L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES, mempertemukan desainer muda Indonesia dan Prancis melalui kolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Satukan Desainer Muda Indonesia dan Prancis Lewat L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES
Fashion
JF3 2026 Resmi Dibuka, Simak Tema, Program, dan Jadwal Fashion Show Lengkap
JF3 2026 resmi digelar dengan tema Recrafted: Shaping the Future. Festival ini menghadirkan lebih dari 50 desainer dari Indonesia hingga Eropa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
JF3 2026 Resmi Dibuka, Simak Tema, Program, dan Jadwal Fashion Show Lengkap
Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Bagikan