MerahPutih.com - PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan pembaruan harga bahan bakar non-subsidi untuk beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 1 Maret.
Di Jabodetabek, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) tercatat naik ke angka Rp 12.300 per liter dari Rp 11.800 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang naik menjadi Rp 12.900 per liter dari Rp 12.450 per liter pada Februari 2026.
Pertamax Turbo (RON 98) juga menunjukkan peningkatan ke angka Rp 13.100 per liter dari Rp12.700 per liter. Pertamina Dex Series di wilayah tersebut turut mengalami peningkatan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami peningkatan menjadi Rp 14.200 per liter dari Rp 13.250 per liter pada Februari 2026. Pertamina Dex (CN 53) juga naik menjadi Rp 14.500 per liter dari yang sebelumnya Rp 13.500 per liter.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, bahwa harga BBM subsidi maupun non-subsidi tidak akan mengalami kenaikan.
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mendukung kebijakan tersebut karena diperlukan untuk mengurangi dampak Perang AS-Israel dan Iran terhadap perekonomian nasional, terutama di kalangan kelompok rentan, yaitu kelompok miskin dan kelas menengah yang berada di level bawah.
“Kebijakan untuk mempertahankan daya beli mereka itu menjadi sangat penting pada konteks ini, di samping juga perlu memikirkan alokasi untuk social assistance (bantuan sosial) untuk tanggap darurat untuk (menjaga daya beli) kalangan tersebut,” imbuh Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal. (*)

